Pages

Kitab Tri Pitaka Adalah Kitab Bugil Fakta Dunia


Sabar sabar..... Jangan ngamuk dulu!

Anda tahu apa arti porno? Sudah gak usah diucapkan. Asal tahu saja. Yang pasti, sesuatu yang porno itu identik dengan ketelanjangan. Polos, tanpa penutup, tanpa tabir.

Dalam mengungkapkan kebenaran hidup, dengan caranya sendiri, Sidharta Gaotama adalah manusia porno. Tanpa penutup, tanpa tabir, tanpa penghalang, semuanya gamblang...

Porno sekali.

Tri Pitaka sebagai kitab yang terdiri dari antara lain kisah hidup, kotbah, ajaran dan hal hal lain yang terangkum dalam 3 kategori, Sutta, Vinaya dan Abhidhamma adalah kitab yang sangat porno seporno-pornonya yang bisa anda bayangkan.

Tanpa basa basi, pakaian-pakaian suci indah mutu manikam, Tri Pitaka menyatakan Hidup Ini Adalah Duka!

Anda bayangkan, kitab lain akan memakai banyak sekali pakaian yang berbelit belit menutupi kebenaran dari ketelanjangan. Dengan mengatakan hidup ini adalah anugerah, hidup ini adalah indah, hidup ini suci, hidup ini adalah segalanya deh..... tapi tentu saja langsung diikuti tapi. 'Tapi' yang sebagai izin untuk anda untuk menelanjangi tubuh kebenaran itu.

Tapi, yang kadang berupa... manusia kemudian merusaknya dengan dosa.
Tapi, yang kadang berupa... manusia kemudian terlena pada nafsu.
Tapi, yang kadang berupa... manusia kemudian melupakan kodratnya sebagai mahluk Tuhan.

Dalam hal Tuhan pun kemudian Tri Pitaka dan Sidharta Gautama berlaku sangat porno. Sangat telanjang bulat, sangat bugil.

TIDAK ADA TUHAN! Kemungkinan Tuhan Tidak Ada!

Itulah mengapa saat belajar sufi dan tasawuf seseorang bisa dengan lantang berani berteriak 'akulah Tuhan.... Akulah nabi... Akulah Alfa akulah Omega!"

Atau umat agama yang lain meneriakkan.... Dialah Anak Manusia yang Sekaligus juga Tuhan. Bahkan dijadikan 3 tetapi 1.

Dan Tri Pitaka dengan gamblang tanpa penutup selembar benangpun menari nari dengan pornonya di pikiran anda. Samma Sambuddha. Buddha yang manusia. Buddha yang merupakan mahluk sempurna. Manusia yang sudah mencapai kesempurnaan.

Dengan porno sekali, Tri Pitaka kemudian mengajarkan, Buddha bukan Tuhan!

Apa itu Tuhan? Apa peduli Tuhan?

Karena pornonya kulit kulit indah Tri Pitaka dan ajaran Buddha, anda memerlukan lidah untuk mengecapnya. Bukan sekedar sendok untuk colek colek. Lidah bisa merasakan, tapi sendok tidak.

{ 0 comments... read them below or add one }

Poskan Komentar