Pages

TERNYATA Rasa Lapar gak Selalu Karena Lapar



Ketika perut seolah bernyanyi, kita cenderung meresponsnya sebagai rasa lapar yang harus dipenuhi dengan makanan untuk meredam bunyi tersebut. Padahal, “rasa lapar” tak selalu berarti kita membutuhkan makanan.
Menurut para ahli di American Academy of Family Physicians, sinyal lapar sering kali merupakan hasil dari kebutuhan fisik
dan emosional yang dirasakan. Secara umum ada beberapa kondisi yang bisa memunculkan sinyal lapar:
  1. Dehidrasi, Ciri-ciri tubuh mengalami dehidrasi adalah lemas dan mengantuk. Ini hampir sama dengan ciri-ciri ketika kita merasa sangat lapar. Dan tubuh akan memberikan reaksi yang sama, yaitu meminta kita untuk memasukkan makanan sebagai sumber energi baru. Karena itu, untuk mereka yang sedang berdiet, sebaiknya cukupi kebutuhan cairan tubuh.
  2. “Craving” atau ingin sekali makan sesuatu, Perasaan ingin mengonsumsi makanan tertentu, seperti cokelat, es krim, atau makanan asin, bisa menyebabkan perut terus-menerus “keroncongan”. Craving tersebut bisa disebabkan karena berbagai hal, mulai dari tubuh kekurangan zat mikro tertentu sampai karena dorongan emosi.
  3. Sedang stres, Saat emosi sedang tidak stabil, mulai dari merasa marah, kesepian, atau sedih, perut cenderung terasa kosong karena pada dasarnya ada kebutuhan untuk mencari makanan tertentu yang bisa memberi efek menenangkan.
  4. Butuh nutrisi, Ketika tubuh kekurangan energi maka ia akan mengirimkan sinyal lapar ke otak. Bila sudah tiba waktunya makan, sebaiknya segera isi perut Anda dengan makanan bergizi. Bila kita menundanya terlalu lama, bisa-bisa kepala menjadi pusing, sulit berkonsentrasi, dan mulai merasa kelelahan karena gula dalam darah menipis. Semakin Anda membuat perut lapar maka makin banyak pula makanan yang diasup.

{ 0 comments... read them below or add one }

Poskan Komentar