Pages

Inilah Khatam Al Qur'an Terbanyak di Indonesia



Acara khatam Al-quran dan wisuda massal siswa-siswi TK Alquran se-Kabupaten Banjar, Kamis (8/12), memecahkan rekor. Karena jumlahnya terbesar se-Indonesia.

“Dari beberapa daerah yang pernah saya ikuti, peserta di Kabupaten Banjar ini terbanyak, tidak hanya untuk Kalimantan, tapi Indonesia. Luar biasa sekali di sini,” terang Direktur Nasional LPPTKA-BKPRMI, Mamsudi Abdurrahman.

Menurutnya, hal tersebut membuktikan Kabupaten Banjar merupakan daerah
religius. Ia juga menyatakan penghargaannya kepada Kesultanan Banjar yang dipimpin Raja Muda H Pangeran Khairul Saleh yang begitu perhatian dengan dunia pendidikan agama.

“Saya mengenal beliau sebagai orang yang perhatian dengan dunia pendidikan dini agama, hal ini juga diakui secara nasional. Buktinya, H Pangeran Khairul Saleh ini meraih penghargaan FASI,” terangnya.

Sementara itu, Ketua Panitia Khatam Alquran Milad Kesultanan Banjar ke-507 H Pangeran Abidinsyah menyampaikan, acara khatam Alquran dan wisuda TK Alquran yang diikuti sebanyak 2011 peserta itu berlangsung hanya dalam waktu 3 menit.

Selain itu, juga hadir Uje (Ustadz Jefri AlBukhori) yang memberikan
tausyiah di hadapan ribuan masyarakat Kabupaten Banjar dan sekitarnya yang memadati taman Cahaya Bumi Selamat (CBS) Martapura sejak pukul 09.00 Wita.

Rangkaian milad kemarin juga diisi dengan acara seminar Budaya Banjar di
auditorium IAIN Banjarmasin pada pukul 09.00 Wita. Seminar dimoderatori
oleh Drs Tajuddin Noor Ganie dengan menghadirkan narasumber Profesor MP Lambut, Datu Mangku Adat Profesor Jantera Kawi dan Profesor DR Ahmadi Hasan.

Profesor Dr Ahmadi Hasan MH membawakan makalah ‘Adat Badamai Menurut Undang - Undang Sultan Adam dan Implementasinya pada Masyarakat Banjar pada Masa Mendatang’. Profesor Helius Sjamsuddin membawa tema ‘Sultan Adam Al Wasik Billah: Refleksi dan Aksiologi atas Sejarah Banjar’.

Sementara itu, Dr H Abdurrahman MH memaparkan mengenai ‘Undang - Undang Sultan Adam sebuah Refleksi tentang Perkembangan Hukum dalam Kerajaan Banjar Masa Lalu’. Dan terakhir MZ Ariffin Anis membawakan tema ‘Undang Undang Sultan sebagai Budaya Tandingan’.

Raja Muda Kesultanan Banjar H Pangeran Khairul Saleh saat membuka seminar mengatakan, misi Kesultanan Banjar pada seminar ini untuk memberikan pencerahan kepada masyarakat .

“Ini karena minimnya riset dan diskusi–diskusi tentang sejarah itu sendiri. Sejarah dianggap sebagai masa lalu, kisah nostalgia dan jauh dari modernisme. Padahal bila dilihat, Undang-Undang Sultan Adam (UUSA) telah mampu menjangkau mulai perkawinan, pertanahan, ekonomi dan sebagainya,” ucap Khairul Saleh.

{ 0 comments... read them below or add one }

Poskan Komentar