Jangan sampai kerusuhan kayak gini terjadi di negara kita... Tentara saling berhadap2an dengan kumpulan demonstran di jalan raya kota Bangkok. Demonstran merebut truk tentara dan memukuli tentara yg tersisa di atas truk. Tentara berusaha membubarkan demonstran dengan peluru karet. Demonstran membalas dengan "peluncur roket" hasil modifikasi sendiri. Menembak sambil naik motor.. Tembakan roket lagi oleh para demonstran.
Kisah aneh ini benar-benar terjadi di dunia nyata. Deepa Ahirwar, seorang wanita berusia 22 tahun dari desa Damoh di negara bagian Madhya Pradesh, memberitahu pihak kepolisian bahwa suaminya minum darahnya dalam tiga tahun terakhir.
“Ia menggunakan jarum suntik untuk mengambil darah saya. Kemudian menuangkannya ke dalam gelas dan meminumnya. Selama tiga tahun ia melakukan itu secara teratur, mengancam saya jika saya memberitahukan hal itu kepada siapapun.” kata Deepa.
Deepa menikah dengan seorang buruh tani, Mahesh Ahirwar, di desa Shikarpura pada tahun 2007. Beberapa bulan setelah pernikahan, Mahes mulai mengambil darah dari vena istrinya dan meminumnya. Mahesh mengatakan bahwa hal itu membuatnya kuat dan tidak berhenti bahkan ketika Deepa sedang hamil.
Deepa mulai memprotes kelakuan suaminya setelah ia melahirkan anak laki-laki, tujuh bulan lalu. Ia mengatakan kepada polisi bahwa merasa lelah dan mual setelah darahnya diekstraksi. Jika menolak, suaminya akan memukulinya.
Awal bulan ini, Deepa dengan membawa bayinya melarikan diri ke rumah orang tuanya yang berada di area di bawah kepolisian Patera. Ketika Deepa menceritakan kisahnya kepada ayahnya yang petani, ayahnya membawa dirinya ke kantor polisi setempat untuk mendaftarkan kasus melawan Mahesh. Tetapi Kepolisian Patera mengatakan bahwa kasus itu tidak berada di bawah yurisdiksi mereka dan harus dilaporkan ke Kepolisian Hindoriya karena si korban tinggal bersama suaminya di daerah tersebut.
Deepa dan ayahnya akhirnya melaporkan kasus itu ke Kepolisian Hindoriya, dimana di sana mereka hanya diarahkan ke bagian konseling perempuan. Baik Kepolisian Patera maupun Kepolisian Hindoriya tidak ada yang mau mendaftarkan kasus Deepa melawan Mahesh. Ketika akhirnya penduduk Shikarpura mengetahui perbuatan Mahesh, mereka membela Deepa. Hal ini akhirnya memaksa Kepolisian Hindoriya mendaftarkan kasus Deepa sebagai penyiksaan fisik oleh suaminya.
Seorang seniman dari Thailand membuat roti dengan bentuk yang tidak lazim. Bentuk yang mengerikan. Biasanya orang membuat roti dengan bentuk yang membangkitkan selera, tetapi ini membuat jauh…jauh.. dari selera. Malahan membuat perut mulas sebelum memakannya.
Ini dia gambar beberapa roti yang mengerikan itu.
Masihkah anda ingin memakannya ??
sumber : http://forum.vivanews.com/showthread.php?t=74628
Seorang dokter di China baru saja mengangkat sebuah sumpit sepanjang enam sentimeter dari rongga mata seorang perempuan yang telah tertanam di dalamnya selama 11 tahun. Ci datang ke rumah sakit mengeluh sakit dan infeksi pada matanya.
Potongan sumpit plastik berukuran 6 cm yang 11 tahun berada di rongga mata Ci Yang/Orange Dokter Xu Zhe dari Rumah Sakit Hua Xi di Chengdu, Sichuan, China, mengatakan mata warga Tibet itu mengalami pembengkakan cukup parah.
Dokter melihat ada benda berwarna seperti tulang pada sudut mata Ci.
"Saya melakukan scan pada matanya dan menemukan ada benda asing sepanjang enam sentimeter di sudut kanan mata kanannya," ujar dr Xu.
Ci langsung menjalani operasi pada hari itu dan benda asing itu berhasil diangkat. Ternyata benda asing yang dimaksud adalah potongan sumpit plastik.
Setelah operasi Ci ingat, 11 tahun lalu dia menyelinap masuk ke rumah dan tidak sengaja wajahnya terpentok meja makan.
"Mata kanan saya terluka sedikit. Tapi setelah pengobatan anti-inflamasi mata saya sembuh tanpa masalah," ungkap Ci seperti dikutip Orange, Kamis (14/7/2011).
Sesekali mata kanan Ci mengeluarkan nanah namun dia pernah mengambil tindakan serius untuk mengobatinya. Ci hanya membeli obat penghilang rasa sakit sementara.
Sementara dr Xu mengaku korban sangat beruntung karena sumpit tidak menembus celah antara mata dan rongga sehingga tidak mempengaruhi pengelihatannya.
Wow….ternyata serem juga melihat proses membelah lidah menjadi seperti lidah ular yang sering terlihat pada orang-orang yang memiliki hobi membuat tatto, memasang anting pada anggota tubuhnya dan yang lebih ekstrem membuat tatto pada mata, membelah lidah dan lain sebagainya seperti yang lebih dikenal dengan nama body piercing.
Liu Peiwen (29) menerima tantangan dari kekasihnya Ling Hsueh (23) untuk berjalan kaki sepanjang 1.000 mil atau 1.600 kilometer, agar pinangannya diterima.
Awalnya Ling hanya bercanda ketika dia mengatakan bahwa dirinya hanya akan menikah dengan seorang pria yang rela berjalan kaki sepanjang 1.000 mil untuknya.
Liu Peiwen Rela Berjalan Kaki Sepanjang 1.000 Mil atau 1.600 Km/Orange
Pasalnya Ling amat menyukai sebuah lagu dari pasangan duet asal Skotlandia yang yang berjudul '500 Miles'. Dalam lagu tersebut berceritakan seorang pria yang rela berjalan kaki lebih dari 500 mil sebagai bukti kesungguhan cintanya.
Namun sebelum Ling sempat mengatakan kepada Liu bahwa dia hanya bercanda, Liu membeli ransel dan berangkat dari Provinsi Henan untuk dia telusuri hingga ke Provinsi Guangdong yang notabene adalah kampung halaman Ling.
Sebagaimana dilansir Eyeonchina, Selasa (12/7/2011), Ling mengatakan kepada media setempat bahwa tanpa Liu melakukan aksi nekatnya, dia akan menerima lamarannya.
"Dia adalah pria yang baik dan menyenangkan. Saya hanya bercanda ketika menyebutkan keinginan saya itu seperti yang ada di lirik lagu. Tanpa dia berjalan kaki 1.000 mil pun saya mau menikah dengannya," ujar Ling.
Namun Ling baru menyadari bahwa pernyataannya ditanggapi serius oleh Liu ketika dia hendak memulai perjalanan.
"Sebelum berangkat Liu berkata, bahwa jarak dari sini (Henan) ke Guangzhou adalah 1.600 kilometer, persis 1.000 mil. Dan dia berharap ketika sampai di sana saya akan bilang 'iya' untuk lamarannya," ungkap Ling.
Perjalanan Liu berjalan kaki dari Henan ke Guanszhou diperkirakan akan menghabiskan waktu selama enam minggu.
Foto - Foto dari festival tahunan Santo Fermin di Kota Pamplona Spanyol, dimana puluhan banteng dilepas untuk mengejar para penduduk, tak jarang korban luka, atau bahkan sampai meninggal dalam festival ini..
entah mengapa sampai kini festival ini masih belum dilarang ... mungkin pemerintah Spanyol Lebih mementingkan larisnya kunjungan turis daripada nyawa penduduk lokal yang sama gilanya
Kisah mistis kerap terjadi di Lawang Sewu. Penampakan yang menyeramkan sering muncul di tempat ini. Penampakan ghaib ini ada yang berhasil mengabadikannya melalui rekaman video, baik itu secara sengaja maupun tidak sengaja.
Masyarakat Kota Semarang sangat percaya kalau gedung Lawang Sewu sangat angker. Hantu-hantu yang bergentayangan di gedung ini pun tampaknya memiliki kekuatan yang cukup dahsyat sehingga sulit untuk mengusirnya. Memang, kebanyakan bangunan peninggalan jaman Belanda, banyak "penunggunya". Rata-rata penampakan yang terjadi adalah munculnya hantu-hantu yang berwujud tentara belanda, anak-anak kecil, perempuan Belanda, hantu tanpa kepala, dan sejenisnya. Mungkin ini tak bisa dilepaskan dari kejadian di masa lampau yang kerap terjadi pertempuran antara tentara Belanda dengan pejuang kita.
Lawang Sewu sendiri adalah sebuah gedung di Semarang, Jawa Tengah yang dulu merupakan kantor dari Nederlands-Indische Spoorweg Maatschappij atau NIS. Dibangun pada tahun 1904 dan selesai pada tahun 1907. Terletak di bundaran Tugu Muda yang dahulu disebut Wilhelmina Plein.
Masyarakat setempat menyebutnya Lawang Sewu (Seribu Pintu). Ini dikarenakan bangunan tersebut memiliki pintu yang sangat banyak. Kenyataannya, pintu yang ada tidak sampai seribu. Bangunan ini memiliki banyak jendela tinggi dan lebar, sehingga masyarakat sering menganggapnya sebagai pintu.
Bangunan kuno dan megah berlantai dua ini setelah kemerdekaan dipakai sebagai kantor Djawatan Kereta Api Repoeblik Indonesia (DKARI) atau sekarang PT Kereta Api Indonesia. Selain itu pernah dipakai sebagai Kantor Badan Prasarana Komando Daerah Militer (Kodam IV/Diponegoro) dan Kantor Wilayah (Kanwil) Kementerian Perhubungan Jawa Tengah. Pada masa perjuangan gedung ini memiliki catatan sejarah tersendiri yaitu ketika berlangsung peristiwa Pertempuran lima hari di Semarang (14 Oktober - 19 Oktober 1945).
Gedung tua ini pernah menjadi lokasi pertempuran yang hebat antara pemuda AMKA atau Angkatan Muda Kereta Api melawan Kempetai dan Kidobutai, Jepang. Maka dari itu Pemerintah Kota Semarang dengan Surat Keputusan Wali Kota Nomor. 650/50/1992, memasukan Lawang Sewu sebagai salah satu dari 102 bangunan kuno atau bersejarah di Kota Semarang yang patut dilindungi.
Saat ini bangunan tua tersebut kosong dan bereputasi buruk sebagai bangunan angker dan seram. Sesekali digunakan sebagai tempat pameran, di antaranya Semarang Expo dan Tourism Expo. Pernah ada juga wacana yang ingin mengubahnya menjadi hotel. Pada tahun 2007, bangunan ini juga dipakai untuk film dengan judul yang sama dengan bangunannya.
Kisah mistis kerap terjadi di Lawang Sewu. Penampakan yang menyeramkan sering muncul di tempat ini. Penampakan ghaib ini ada yang berhasil mengabadikannya melalui rekaman video, baik itu secara sengaja maupun tidak sengaja.
Masyarakat Kota Semarang sangat percaya kalau gedung Lawang Sewu sangat angker. Hantu-hantu yang bergentayangan di gedung ini pun tampaknya memiliki kekuatan yang cukup dahsyat sehingga sulit untuk mengusirnya. Memang, kebanyakan bangunan peninggalan jaman Belanda, banyak "penunggunya". Rata-rata penampakan yang terjadi adalah munculnya hantu-hantu yang berwujud tentara belanda, anak-anak kecil, perempuan Belanda, hantu tanpa kepala, dan sejenisnya. Mungkin ini tak bisa dilepaskan dari kejadian di masa lampau yang kerap terjadi pertempuran antara tentara Belanda dengan pejuang kita.
Lawang Sewu sendiri adalah sebuah gedung di Semarang, Jawa Tengah yang dulu merupakan kantor dari Nederlands-Indische Spoorweg Maatschappij atau NIS. Dibangun pada tahun 1904 dan selesai pada tahun 1907. Terletak di bundaran Tugu Muda yang dahulu disebut Wilhelmina Plein.
Masyarakat setempat menyebutnya Lawang Sewu (Seribu Pintu). Ini dikarenakan bangunan tersebut memiliki pintu yang sangat banyak. Kenyataannya, pintu yang ada tidak sampai seribu. Bangunan ini memiliki banyak jendela tinggi dan lebar, sehingga masyarakat sering menganggapnya sebagai pintu.
Bangunan kuno dan megah berlantai dua ini setelah kemerdekaan dipakai sebagai kantor Djawatan Kereta Api Repoeblik Indonesia (DKARI) atau sekarang PT Kereta Api Indonesia. Selain itu pernah dipakai sebagai Kantor Badan Prasarana Komando Daerah Militer (Kodam IV/Diponegoro) dan Kantor Wilayah (Kanwil) Kementerian Perhubungan Jawa Tengah. Pada masa perjuangan gedung ini memiliki catatan sejarah tersendiri yaitu ketika berlangsung peristiwa Pertempuran lima hari di Semarang (14 Oktober - 19 Oktober 1945).
Gedung tua ini pernah menjadi lokasi pertempuran yang hebat antara pemuda AMKA atau Angkatan Muda Kereta Api melawan Kempetai dan Kidobutai, Jepang. Maka dari itu Pemerintah Kota Semarang dengan Surat Keputusan Wali Kota Nomor. 650/50/1992, memasukan Lawang Sewu sebagai salah satu dari 102 bangunan kuno atau bersejarah di Kota Semarang yang patut dilindungi.
Saat ini bangunan tua tersebut kosong dan bereputasi buruk sebagai bangunan angker dan seram. Sesekali digunakan sebagai tempat pameran, di antaranya Semarang Expo dan Tourism Expo. Pernah ada juga wacana yang ingin mengubahnya menjadi hotel. Pada tahun 2007, bangunan ini juga dipakai untuk film dengan judul yang sama dengan bangunannya.
Kisah mistis kerap terjadi di Lawang Sewu. Penampakan yang menyeramkan sering muncul di tempat ini. Penampakan ghaib ini ada yang berhasil mengabadikannya melalui rekaman video, baik itu secara sengaja maupun tidak sengaja.
Masyarakat Kota Semarang sangat percaya kalau gedung Lawang Sewu sangat angker. Hantu-hantu yang bergentayangan di gedung ini pun tampaknya memiliki kekuatan yang cukup dahsyat sehingga sulit untuk mengusirnya. Memang, kebanyakan bangunan peninggalan jaman Belanda, banyak "penunggunya". Rata-rata penampakan yang terjadi adalah munculnya hantu-hantu yang berwujud tentara belanda, anak-anak kecil, perempuan Belanda, hantu tanpa kepala, dan sejenisnya. Mungkin ini tak bisa dilepaskan dari kejadian di masa lampau yang kerap terjadi pertempuran antara tentara Belanda dengan pejuang kita.
Lawang Sewu sendiri adalah sebuah gedung di Semarang, Jawa Tengah yang dulu merupakan kantor dari Nederlands-Indische Spoorweg Maatschappij atau NIS. Dibangun pada tahun 1904 dan selesai pada tahun 1907. Terletak di bundaran Tugu Muda yang dahulu disebut Wilhelmina Plein.
Masyarakat setempat menyebutnya Lawang Sewu (Seribu Pintu). Ini dikarenakan bangunan tersebut memiliki pintu yang sangat banyak. Kenyataannya, pintu yang ada tidak sampai seribu. Bangunan ini memiliki banyak jendela tinggi dan lebar, sehingga masyarakat sering menganggapnya sebagai pintu.
Bangunan kuno dan megah berlantai dua ini setelah kemerdekaan dipakai sebagai kantor Djawatan Kereta Api Repoeblik Indonesia (DKARI) atau sekarang PT Kereta Api Indonesia. Selain itu pernah dipakai sebagai Kantor Badan Prasarana Komando Daerah Militer (Kodam IV/Diponegoro) dan Kantor Wilayah (Kanwil) Kementerian Perhubungan Jawa Tengah. Pada masa perjuangan gedung ini memiliki catatan sejarah tersendiri yaitu ketika berlangsung peristiwa Pertempuran lima hari di Semarang (14 Oktober - 19 Oktober 1945).
Gedung tua ini pernah menjadi lokasi pertempuran yang hebat antara pemuda AMKA atau Angkatan Muda Kereta Api melawan Kempetai dan Kidobutai, Jepang. Maka dari itu Pemerintah Kota Semarang dengan Surat Keputusan Wali Kota Nomor. 650/50/1992, memasukan Lawang Sewu sebagai salah satu dari 102 bangunan kuno atau bersejarah di Kota Semarang yang patut dilindungi.
Saat ini bangunan tua tersebut kosong dan bereputasi buruk sebagai bangunan angker dan seram. Sesekali digunakan sebagai tempat pameran, di antaranya Semarang Expo dan Tourism Expo. Pernah ada juga wacana yang ingin mengubahnya menjadi hotel. Pada tahun 2007, bangunan ini juga dipakai untuk film dengan judul yang sama dengan bangunannya.
Orang-orang yang mampu membeli sebuah Mobil Balap BMW pasti berbangga hati sewaktu menbawa kenderaan tersebut. Demikian juga yang terjadi dengan seorang pengemudi asal Jerman. Pengemudi tersebut membawa mobil BMW Z4 dan lari dengan kecepatan 250 km/jam. Akan tetapi tiba-tiba dia menabrak se-ekor Rusa di daerah Autobahn, Jerman.
Yang Mengherankan, setelah ditabrak Rusa Tersebut Hilang Ditelan Bumi.
Apakah Sebenarnya yang Terjadi??
Kejadian Yang Sangat Menyeramkan Terjadi setelah itu!!
Setiap anak sekolah, pasti harus menjalankan tugasnya, belajar dan mengerjakan PR. Kalau tidak? hmmm.. siap-siap mendapat hukuman dari bapak/ibu guru. Biar kapok! hihihi
Kalau anda sendiri waktu sd, termasuk anak yang rajin ato nakal neh? Jangan-jangan sering kena hukuman dari guru, gara-gara sering ga kerjain PR? Wew, jangan deh..
Ngomongin hukuman gara-gara ga kerjain PR, mungkin anda pernah ngalaminnya saat sd dulu. Mungkin pernah di jewer, di cubit ato mungkin disuruh berdiri di depan kelas?
Nah, klo yang satu ini, dijamin serem deh hukumannya. anda pasti belum pernah dapet hukuman aneh seperti ini. Mau tau? silahkan dilihatt...
Pasang Anting di kelopak mata ? Padahal seharusnya kan dipasang di telinga. Berbagai macam cara untuk mencari popularitas atau memang untuk kesenangan pribadi. Yang jelas serem banget, Don't Try This At Home (kecuali ada yang ahli).
Lal Baba adalah orang yang pendek sehingga dia harus berdiri di atas dua batu bata untuk mengangkat Batu Segitiga seberat 30Kg beberapa centimeter dari tanah. Walau hanya mengangkat beberapa centimeter tapi tetap saja sangat berbahaya untuk keselamatan Si Mr.P
Para Baba ini melakukan hal ekstrem untuk menunjukkan secara nyata bahwa mereka memiliki keyakinan yang keras akan kepercayaan yang mereka anut. DI dalam ketelanjangan mereka tidak menunjukkan sisi sexualitas, melainkan mereka mampu mengontrol dan mencegah nafsu-nafsu sexualitas, menyimpan energy itu sehingga ini secara mistik dapat diubah menjadi kekuatan fisik dan spiritual.