Pages

Tampilkan postingan dengan label Antariksa. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Antariksa. Tampilkan semua postingan
Sabtu, 02 Juli 2011

Stasiun Antariksa Nyaris Ditabrak Sampah


TEMPO Interaktif, Moskow - Stasiun antariksa internasional (ISS) nyaris bertabrakan dengan sampah luar angkasa. Kejadian ini sempat mengancam keselamatan enam astronot multinegara yang bermarkas di dalamnya. Bahkan mereka sempat diungsikan ke dua sekoci darurat stasiun angkasa itu.

Sampah berkecepatan 45 ribu kilometer per jam kemarin bergerak mendekati stasiun. "Kemungkinan terjadinya tabrakan mencapai 1 berbanding 360," ujar kepala tim lembaga administrasi antariksa Amerika Serikat (NASA), Lark Howorth, hari ini. Jika bertabrakan, kata Lark, ISS bakal meledak.

Sebelum keadaan memburuk, seluruh awak ISS yang berkewarganegaraan Amerika Serikat, Rusia, dan Jepang diungsikan ke dua sekoci darurat. Pengait antara sekoci dengan stasiun sendiri sudah dilonggarkan untuk mengantisipasi kemungkinan terburuk. Sekoci penyelamat berfungsi mengirim kembali para astronout ke bumi secara otomatis.

Momen kritis terjadi sekitar pukul 20.08 WIB Saat itu sampah antariksa melintas melintas sedekat 350 meter dari stasiun. Meski tabrakan tak terjadi, situasi darurat tetap membuat panik stasiun antariksa dan pusat pengendali di bumi.

Empat menit kemudian, petugas pengendali di bumi memberikan lampu hijau tanda keadaan kembali aman. Seluruh awak pun dikembalikan ke ISS. "Seluruh awak bersiaga di sekoci penyelamat selama satu setengah jam," ujar juru bicara misi ISS asal Rusia, Valery Lyndin.

Kejadian darurat ini membawa pesan bahaya sendiri bagi misi ISS. Pada ketinggian 350 kilometer dari permukaan bumi, stasiun harus berhadapan dengan puluhan ribu sampah antariksa. Sampah ini merupakan akumulasi dari kegiatan luar angkasa manusia sejak tahun 1957.

Check It Out

Check It Out

Mohon Di Like Dulu
Follow Juga Ya

Indonesia Masuk Target Hantaman Asteroid


Peneliti Southampton University mengaku, sebagian besar negara yang masuk daftar ini merupakan negara-negara berkembang yang memiliki populasi tinggi. Akibatnya, bencana asteroid ini bisa menelan jutaan korban jiwa.



Check It Out


Mohon Di Like Dulu
Follow Juga Ya

Check It Out
Indonesia, India, China, Jepang dan Amerika Serikat (AS) masuk dalam daftar negara yang memiliki risiko besar mengalaminya dalam basis populasi. Sedangkan Kanada, AS, China, Jepang dan Swedia masuk daftar negara berisiko mengalami kerusakan infrastruktur.

Daftar ini disusun menggunakan software NEOimpactor yang menggunakan data program Near Earth Object (NEO) NASA. "Ancaman Bumi dihantam asteroid dinobatkan sebagai bencana alam tunggal terbesar pengintai manusia,” tukas pengembang NEOimpactor Nick Bailey.

Konsekuensi bagi populasi manusia dan infrastruktur merupakan hasil hantaman dahsyat, lanjutnya. Bailey mengatakan, kehancuran akibat asteroid yang ‘mendarat’ dekat Tunguska River di Rusia pada 1908 menjadi indikasi hantaman asteroid bisa terjadi di tempat berpopulasi.

Source
Rabu, 29 Juni 2011

Foto Cap Jempol Raksasa di Planet Mars


Sebuah gambar resolusi tinggi terbaru berhasil mengabadikan sebuah lokasi di Planet Mars, Gambar yang diambil dari sebuah Teleskop milik NASA dengan menggunakan metode High Resolution Imaging Science Experiment (HiRISE) terlihat mirip sebuah sidik jari jempol atau cap jempol (fingger print) raksasa yang berukuran sangat besar sekali aktualnya disana. Hal ini menurut para peneliti memprediksi terjadi karena sebuah perubahan siklus alam dan cuaca disana dalam kurun waktu yang sangat panjang, sekilas bila kita amati mirip danau kering yang semula terdapat riak gelombang di tengahnya.

Check It Out

Check It Out

Mohon Di Like Dulu
Follow Juga Ya

Check It Out
Seperti bekas lembah atau danau berair yang mengering terlihat sekilas bagai sidik jari jempol tangan

Dan untuk itu para peneliti planet merah tersebut memperkirakan kurun waktu silam di sana terdapat semacam kehidupan, walau mereka tidak bisa merincikan kehidupan seperti apa yang dimaksud. Gambar ini diambil di lokasi Coprates Mars dan menandakan terbentuk dari sedimen proses air menguap lalu mengering dan terbentuklah bentuk yang terlihat sekarang ini. (Mail Online).

Check It Out


Pemandangan lebih detail yang dibesarkan memperlihatkan lebih jelas


Pemandangan lebih detail yang dibesarkan memperlihatkan lebih jelas
Pemandangan lebih detail yang dibesarkan memperlihatkan lebih jelas bekas sungai-sungai yang mengering dan bekas arus air mengalir sebagaimana kehidupan dibumi.
Senin, 20 Juni 2011

Risiko Lubang Hitam Kian Menakutkan


Lubang hitam mampu menelan berbagai benda angkasa. Semakin banyak yang ia telan, semakin besar daya hisapnya. Namun risikonya tidak hanya itu.

Lubang hitam merupakan wilayah luar angkasa yang dapat menelan gas, debu, bintang, planet, maupun benda angkasa lain yang ada dalam suatu galaksi. Gaya tarik gravitasinya sangat kuat. Sebuah planet yang melintas di sekitarnya tidak akan selamat dari hisapan lubang itu.



Banyak astronom khawatir aktivitasnya yang semakin liar akan mampu menelan planet Bumi. Lantas apa yang membuat sebuah lubang hitam mampu menyedot benda-benda angkasa di sekitarnya?

Sebenarnya ada teori yang menyebutkan, daya hisap sebuah lubang hitam bisa melemah lalu ia akan masuk ke fase tidur, berhenti memakan benda angkasa. Menurut George Helou, dari Spitzer Science Center NASA di Institut Teknologi California, lubang hitam di galaksi kita saat ini sedang dalam fase tidur itu.

Lubang hitam yang disebut Sagitarius A itu letaknya berada di tengah galaksi Bima Sakti. Scherbakov, astronom dari Pusat Astrofisika Harvard mengatakan, lubang hitam di galaksi Bima Sakti hanya memakan 0,01% bintang di sekelilingnya.

Namun selanjutnya peneliti juga menemukan fakta, lubang hitam senantiasa berevolusi, sehingga bisa jadi akan aktif lagi suatu hari nanti. Semakin banyak ia menelan bintang, semakin cepat pula proses evolusinya.

Menurut data yang didapat dari teleskop luar angkasa, selama beberapa tahun terakhir ini, semakin banyak lubang hitam menelan benda angkasa. Selain itu, dikatakan bahwa semakin banyak ia menghisap benda angkasa, semakin besar pula daya sedotnya. Ini dikarenakan peningkatan unsur ion di dalamnya.

Namun tidak hanya berevolusi, belakangan juga diketahui lubang-lubang hitam yang ada di berbagai galaksi juga saling bergabung. Berbagai benda angkasa yang masuk ke dalam lubang hitam mengandung banyak energi dalam jumlah besar.

Sehingga gabungan antarlubang hitam tentunya juga meningkatkan jumlah energi yang dimilikinya. Energi ini dapat mengendalikan alur keluar masuk gas dan debu ke luar lubang.

Tidak hanya debu dan gas, para astronom meyakini bahwa hisapan sebuah lubang hitam juga banyak melepaskan sinar-X dan gelombang radioaktif. Namun jumlah radiasi sinar X yang mereka amati belum dapat dijelaskan. Yang jelas, semuanya itu mempengaruhi perkembangan galaksi dimana tempat lubang hitam itu berada.

Memahami proses, cara kerja dan evolusi lubang hitam adalah penting untuk menjelaskan formasi galaksi bima sakti dan keutuhan bumi di masa depan. Mempelajari radiasi dan interaksi antargalaksi dapat membuat kita paham akan besarnya medan gravitasi, gaya magnet, dan proses radiasi lubang hitam.

“Kami telah mempelajari data dari teleskop ruang angkasa selama beberapa tahun terakhir, dan menemukan bahwa semakin cepat lubang hitam melahap material angkasa, maka semakin tinggi daya ionisasinya,” ujar David Ballantyne, asisten profesor fisika Georgia Institute of Technology.

Ahli fisika angkasa saat ini belum memiliki penjelasan yang cukup mengenai daya sedot lubang hitam dan bagaimana pertumbuhannya atau apa yang membuat lubang hitam tertentu berhenti berkembang. Tapi yang jelas, lubang hitam dan cakram di sekitarnya akan memengaruhi benda-benda langit.

“Penghisapan lubang hitam atas benda angkasa melepaskan banyak energi. Tidak hanya radiasi, tapi juga gas yang dilepaskan sampai jauh ke luar galaksi. Gas ini dapat mengubah susunan letak bintang, dan menghentikan perkembangan galaksi,” ujar Ballantyne.

“Daya hisap lubang hitam masih terus dipelajari. Ada yang berkembang dan ada juga yang mati. Mempelajari ini penting untuk mengetahui bentuk dan perubahan susunan galaksi kita,” tambah Ballantyne.

Lubang hitam memang menyedot benda angkasa. Bumi beresiko ditelan olehnya. Namun risikonya ternyata tidak hanya itu. Gas yang disemburkan dari dalamnya pun dapat membuat benda angkasa bergeser, dan bahkan mungkin bertabrakan.

Sumber :
inilah.com
Rabu, 15 Juni 2011

Peluncuran Roket Soyuz Militer Rusia Menciptakan Sebuah Cahaya Spektakuler


Itu adalah pemandangan yang menarik perhatian para pengamat angkasa di seluruh dunia. Tetapi lampu yang menerangi langit malam itu bukan hasil dari UFO, melainkan Roket Soyuz militer Rusia. Roket Soyuz, diluncurkan untuk membawa satelit komunikasi militer ke orbit, menciptakan sebuah pertunjukan cahaya spektakuler ketika melewati Ekaterinburg, kota terbesar di Pegunungan Ural Rusia. Garis-garis biru eye-catching diduga disebabkan oleh cahaya bulan bersinar melalui partikel yang dipancarkan oleh roket.



foto
Radar menara pengawas lalu lintas udara Siberia yang menangkap kehadiran UFO



Cahaya biru terang mencuri perhatian publik Rusia. Cahaya itu memecah langit malam Rusia, foto dan videonya langsung beredar cepat di internet pada Rabu lalu. Beberapa pengamat Unidentified Flying Objects (UFO) mengatakan itu adalah penampakan piring terbang.

Stasiun televisi Russia Today memberitakan penampakan ini. Dalam siarannya mereka menjelaskan ternyata benda misterius yang melintas di langit Rusia itu bukan UFO tapi satelit komunikasi militer Rusia. Satelit Meridian itu diluncurkan untuk menggantikan satelit yang lama.
Penjelasan Russia Today pas dengan pemberitaan kantor berita Ria Novosti, satelit itu dibawa oleh roket Soyuz 2. 1a pada Rabu malam sehingga menimbulkan efek cahaya yang terang di langit Rusia.

“Kami luncurkan tepat pada pukul 21.41 waktu Moskow,” kata Letnan Kolonel Alexei Zolotukhin, juru bicara Militer Rusia yang membawahi pesawat antariksa seperti dikutip dari laman Ria Novosti, Kamis 5 Mei 2011 waktu setempat.

Roket itu diluncurkan dari wilayah utara Rusia tepatnya dari Plesetsk Cosmodrome, pangkalan pesawat antariksa Rusia yang letaknya 800 km dari Moskow. Meridian 4 akan menggantikan Molniya, satelit komunikasi militer Rusia yang sudah uzur.

“Peluncuran ini berlangsung sukses, satelit Meredian sudah mengorbit,” ujar Zolotukhin. Dengan mengorbitnya satelit ini maka jumlah satelit Rusia di luar angkasa ada lebih dari 100 satelit.

Check It Out
Mohon Di Like Dulu





Check It Out

Check It Out

Check It Out

Check It Out
Senin, 06 Juni 2011

Meteor Masuk ke Bumi di Georgia US




Pada 20 Mei 2011 lalu, sebuah meteor sebesar manusia yakni berukuran 6 kaki atau sekitar 1,8 meter nyaris menabrak Bumi. Meteor itu menembus atmosfir Bumi sampai akhirnya ia habis terbakar. Tepatnya di kawasan Georgia, Amerika Serikat.

Meteor itu sempat meninggalkan empat kobaran api saat ia terpecah berkeping-keping dalam beberapa kali ledakan.

Menurut catatan, meteor ini merupakan meteor terbesar yang pernah terpantau sejak Marshall Space Flight Center NASA beroperasi sejak tiga tahun lalu. Diperkirakan, ia merupakan seriphan dari sebuah komet yang belum diketahui yang masuk ke atmosfir pada ketinggian sekitar 100 kilometer di atas kota Macon, Georgia, Amerika Serikat.

Dari rekaman yang ditangkap oleh dua kamera NASA, diketahui bahwa meteor itu bergerak ke arah barat laut dengan kecepatan sekitar 38 kilometer per detik atau sekitar 138 ribu kilometer per jam.

Dengan kecepatan ini, benda asing itu memiliki energi serupa dengan 500 sampai 1.000 ton bom TNT jika menabrak Bumi.

Check It Out
Mohon Di Like Dulu





Check It Out