Pages

Tampilkan postingan dengan label Astronomi. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Astronomi. Tampilkan semua postingan
Senin, 06 Juni 2011

Penemuan Gua misterius dan Balok Kayu di Mars


Misteri penemuan artefak seperti kerangka hewan, tengkorak manusia dan patung di Mars masih belum terpecahkan. Sekarang para peneliti menemukan objek berbentuk gua dan kayu di planet Mars.
Gua Misterius
Mars_doorway_2Gambar yang diambil NASA ini menunjukkan adanya sebuah gua seperti pintu yang misterius pada dasar sebuah formasi bukit di Mars. Orang yang pertama mengidentifikasi pintu tersebut bukanlah ilmuwan NASA melainkan seorang pembaca web Cnews dari Rusia bernama Alexander Novgorodov. Ia melihat sebuah struktur seperti buatan manusia di kaki bukit. Gambar ini diambil oleh pesawat Reconnaissance Orbiter.
Para peneliti mengemukakan kemungkinan bahwa pintu tersebut adalah sebuah hasil dari erosi iklim. Namun tetap saja pintu itu menjadi perbincangan hangat mengingat bentuknya yang unik.
Bentuk bukit yang seperti air mata ini terletak di tengah-tengah wilayah beku planet Mars. Mars adalah rumah dari gunung terbesar di seluruh planet dan lembahnya adalah yang terdalam dari seluruh planet yang pernah ditemukan. Dan Mars juga satu-satunya planet yang paling mungkin dapat menampung kehidupan manusia. Beberapa tanaman terbukti dapat hidup pada tekanan CO2 rendah seperti atmosfer Mars.

Kayu ?
Foto dibawah ini diambil oleh Mars Rover, dan yang terekam di dalam foto tersebut membuat para ahli kebingungan. Apakah itu sepotong kayu ? Foto itu pertama kali dirilis pada tahun 2004.
Segera dunia internet menjadi ramai dengan perbincangan dan teori konspirasi. Sebuah situs bernama TheCrit.com bahkan mengatakan bahwa NASA pernah menyatakan bahwa Mars adalah sebuah dunia gurun yang memiliki hutan lebat. Dan itu tidak pernah dibuka kepada publik.

Para peneliti yang skeptis menyatakan bahwa gambar kayu tersebut kemungkinan didapat dari hasil pareidolia - sebuah stimulus acak yang dipersepsikan memiliki signifikasi bentuk. Seperti awan yang kadang terlihat memiliki bentuk tertentu.


Sumber: http://xfile-enigma.blogspot.com/2009/05/penemuan-gua-misterius-dan-balok-kayu.html
Kamis, 27 Januari 2011

Wow! Sebentar Lagi Bumi Memiliki Dua Matahari



Ini bukan kabar biasa. Sebentar lagi, bumi akan memiliki dua matahari, sebuah penggambaran yang sering dilihat di film Star Wars. Kabar menggemparkan, matahari baru akan segera muncul di langit.

Bintang superbesar warnah merah di nebula Orion, Betelgeuse, diprediksi akan mendekat dan supernova mencapai bumi sebelum tahun 2012. Bintang kedua terbesar di alam semesta ini diperkirakan kehilangan berat massa dan merupakan indikasi terjadinya gravitasi dan kolaps serta kehilangan daya dukung.

Saat itu terjadi, bumi akan memiliki dua matahari. Demikian disampaikan Dr Brad Carter, staf pengajar Fisika di Universitas Southern Queensland.

"Bintang tua ini sudah kehilangan banyak bahan bakar di bagian inti," jelas Carter. Menurutnya, bahan bakar inilah yang membuat Betelgeuse tetap bersinar dan bertahan. Namun, saat sudah kehilangan daya penunjang, bintang ini akan jatuh. Ketika ledakan hebat terjadi maka cahayanya 10 juta kali lebih terang dari matahari.

Kabar buruknya, ledakan ini bisa terjadi jutaan tahun mendatang. "Ini adalah akhir dari sejarah bintang itu dan pada malam hari akan seperti siang hari di bumi," jelas Carter. Menurutnya, ketika terjadi ledakan akan menghasilkan cahaya yang luar biasa selama beberapa pekan hingga beberapa bulan sebelum akhirnya meredup dan tak bisa dilihat lagi.
Senin, 13 September 2010

Planet Baru "Mirip Bumi" Berlimpah Air"


Penemuan "dunia tirta" baru (planet serupa Bumi yang berlimpah air) yang mengorbiti satu bintang dalam jarak 40 tahun cahaya menjadi planet pertama yang diketahui mirip Bumi dan membuat manusia menjadi cukup dekat untuk bisa mengendus atmosfernya, kata para astronom seperti dikutip jurnal Nature.

Dinamai GJ 1214b, ukuran planet ini hanya sekitar 2,7 kali ukuran Planet Bumi dengan massa kira-kira 6,5 kali lebih berat dari Bumi.

Berdasarkan berat jenisnya, para ilmuwan mengira GJ 1214b mengandung 3/4 air likuid dengan inti padat dari besi dan nikel serta atmosfer hidrogen dan helium yang merupakan mirip dengan Bumi.

Namun dalam banyak cara lainnya, planet ini adalah "binatang kejam yang sangat berbeda" dari Bumi yang kita tinggali, kata para ilmuwan.

"Pada dasarnya ini adalah satu samudera luas," kata kepala peneliti David Charbonneau dari Pusat Astrofisika Smithsonian, Universitas Harvard, Cambridge, Massachusetts.

"(Di planet ini) tidak ada satu pun benua yang mengambang di atas atau menyeruak dari air."

Lebih dari itu, GJ 1214b lebih panas dibandingkan Bumi dan atmosfernya sepuluh kali lebih tebal dibandingkan planet kita, kata para peneliti.

Hal ini mungkin membuat apapun sulit untuk hidup seperti selama ini kita ketahui. Untuk para pemula, tekanan atmosfer terhadap permukaan planet itu besar sekali dan cahaya yang sangat sedikit sulit menembus kabut demi mencapai samudera planet tersebut.

Planet baru menyerupai Bumi ini tetaplah sangat asing.

Planet Super-Earth baru itu ditemukan dengan menggunakan proyek MEarth, satu unit perangkat teleskop kecil berbasis di Bumi yang digunakan untuk mendeteksi perubahan dari menit ke menit dari kekuatan cahaya bintang-bintang merah nan redup yang disebut dengan M dwarfs (bintang cebol).

Kelipan periodik cahaya bintang bisa disebabkan oleh planet-planet yang secara terpisah transit atau mengitari bintang-bintangnya. Karena bintang cebol M dwarfs lebih buram ketimbang bintang-bintang seperti Matahari, maka menjadi lebih mudah menjejak pengurangan kekuatan cahaya yang disebabkan oleh planet-planet seukuran Bumi yang lebih kecil massanya.

Kendati GJ 1214b tidak langsung terlihat, perubahan pasti dalam cahaya bintang karena jejak perjalanannya, memungkinkan para astronom bisa menakar ukuran dan massa planet tersebut, yang nantinya menawarkan petunjuk-petunjuk terhadap komposisi planet itu.

Dan karena dunia tirta begitu dekat ke Bumi, demikian Charbonneau, teleskop optik yang berbasis di antariksa seperti Hubble atau Kepler bisa seharian digunakan untuk mengendus kandungan kimia pasti dari atmosfer planet serupa Bumi itu.

"Sejumlah cahaya dari bintang cebol itu menembus atmosfer planet serupa Bumi tersebut (seperti cahaya Matahari menembus Bumi), dan menempel pada fitur-fitur atom dan molekul apa saja yang ada," kata Charbonneau.

Secara keseluruhan, penemuan ini adalah "pencapaian yang menjadi tonggak" yang bisa menutup kesenjangan ilmiah dalam planetologi, kata Greg Laughin, ilmuwan astrofisika pada Universitas California, Santa Cruz, yang tidak terlibat dalam penelitian itu.

"Saya selalu membayangkan seperti apakah bentuk planet bermassa enam kali dari Bumi itu. Kini kita mengetahuinya. Planet itu benar-benar sangat berbeda dari sistem tata surya kita," kata Laughlin

.





nih yang nemu planet Seorang mahasiswa Astronomi ITB memasang alat penglihat teropong bintang yang dapat menjangkau hingga jarak 200 mil pada ITB Expo di Kampus ITB, Bandung, Jawa Barat, Sabtu (22/03/08).

sumber: http://fenz-capri.blogspot.com/2010/09/planet-baru-mirip-bumi-berlimpah-air.html
Rabu, 08 September 2010

NASA akan Kunjungi Matahari Tahun 2018




NASA akan kirim satelit (probe) ke matahari ke korona matahari pada tahun 2018 nanti untuk mengetahui mekanisme pemanasan matahari dan cara terbentuknya badai surya. Satelit bernama Solar Probe Plus juga diharapkan bisa menjawab sebuah misteri mengapa atmosfer matahari 200 kali lebih panas daripada permukaan matahari.

Misi ini merupakan misi bunuh diri. Solar Probe Plus akan masuk ke tempat dengan suhu lebih dari 1.400 derajat Celcius. Tameng panas yang dimilikinya belum tentu dapat bertahan dari panas tersebut dan bisa terlepas dari badan satelit. Para peneliti dari John Hopkins University Applied Physic Lab berusaha agar pesawat itu bisa bertahan selama mungkin agar berhasil mendapatkan pengukuran di atmosfer matahari.

"Tujuan utama proyek ini adalah mendeteksi partikel dan melakukan pengukuran di tempat. Kalau kita mengukur hanya menggunakan serpihan tameng, perhitungan tak berhasil," kata Andy Dantzler, Project Manager Solar Probe Plus. Selain dibuat agar mampu bertahan selama mungkin, Solar Probe Plus juga harus ringan sehingga bisa terbang mendekat ke matahari.

Solar Probe Plus dijadwalkan terbang tahun 2018. Dua bulan setelah lepas landas, Solar Probe Plus akan tiba di sekitar orbit Venus dan mulai mengelilingi matahari sebanyak 24 kali untuk mendekat perlahan ke arah matahari dengan jarak paling sekitar 6,4 juta kilometer dari matahari. Jarak tersebut sudah berada di dalam orbit Merkurius.

sumber: http://www.kaskus.us/showthread.php?t=5235069
Kamis, 02 September 2010

10 galaksi paling indah di alam semesta


https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEgFpdiYlirHu7TDCPwijXA0WjvkvWG1iMrmFubwADQNf9ol1o_xpaQXbCYsHtAnv1oMir0xvWzbFWG0wrpE1OJsncm2kqEtlskqnkcTE_-0IRadG4I0HbwUPvZDS22EsRTTwLO7Znwz7iP7/s320/-1.jpg

Hubble menghasilkan gambaran sebagian kecil dari langit malam kosong. Setiap cahaya di sini adalah galaksi dengan milyaran bintang. Berikut adalah kumpulan dari apa yang saya temukan untuk menjadi galaksi yang paling indah dilihat dari planet kita.
1. Galaksi Sombrero
The Sombrero Galaxy (juga dikenal sebagai M104 atau NGC 4594) adalah unbarred galaksi spiral di konstelasi Virgo. Memiliki inti terang, luar biasa besar tonjolan pusat, dan debu terkemuka cenderung jalan dalam disk. Jalur debu yang gelap dan tonjolan memberikan galaksi ini penampilan sebuah sombrero. Galaksi memiliki magnitudo tampak dari 9,0, sehingga mudah terlihat dengan teleskop amatir. Tonjolan besar, pusat lubang hitam supermasif, dan debu jalan semua menarik perhatian para astronom profesional.

yang terjadi di Bima Sakti itu sendiri. Cahaya dari supernova mencapai bumi pada 23 Februari 1987. Sebagai supernova pertama ditemukan pada tahun 1987, itu berlabel “1987a”. Kecerahan yang memuncak pada Mei dengan besarnya yang jelas sekitar 3 dan perlahan-lahan menurun pada bulan-bulan berikutnya. Ini adalah kesempatan pertama bagi para astronom modern untuk melihat supernova dari dekat.

2.Galaksi Black Eye

Sebuah galaksi spiral di konstelasi Coma Berenices, Messier 64, yang terkenal “Black Eye” galaksi atau “Putri Tidur galaksi,” memiliki spektakuler band gelap menyerap debu di depan inti galaksi cerdas. Itu terkenal di kalangan astronom amatir karena penampilannya di teleskop kecil.

3. 2MASX J00482185-2507365 occulting pair

2MASX J00482185-2507365 occulting pair adalah sepasang galaksi spiral yang tumpang tindih yang ditemukan di sekitar NGC 253, yang Pematung Galaxy. Kedua galaksi yang lebih jauh dari NGC 253, dengan latar belakang galaksi, 2MASX J00482185-2507365, tergeletak di pergeseran merah z = 0,06, dan latar depan galaksi NGC yang terletak di antara 253 dan galaksi di latar belakang (0,0008 <0,06).>

4. The Whirlpool Galaxy

The Whirlpool Galaxy juga dikenal sebagai Messier 51A, M51a, atau NGC 5194, Pusaran Air Galaxy adalah sebuah grand-design berinteraksi galaksi spiral yang terletak pada jarak sekitar 23 juta tahun cahaya di konstelasi Tongkat Venatici. Ini adalah salah satu spiral galaksi paling terkenal di langit. Galaksi dan pendamping (NGC 5195) yang mudah diamati oleh astronom amatir, dan kedua galaksi bahkan dapat dilihat dengan teropong. The Whirlpool Galaxy juga merupakan target yang populer astronom profesional, yang mempelajari ke galaksi lebih memahami struktur (terutama struktur yang terkait dengan lengan spiral) dan galaksi interaksi.

5. Grand Spiral Galaxy

Grand Spiral Galaxy juga dikenal sebagai NGC 123, galaksi yang menakjubkan ini didominasi oleh jutaan bintang terang dan gelap debu, terperangkap dalam pusaran gravitasi lengan spiral berputar di sekitar pusat. Open cluster yang berisi bintang-bintang biru terang dapat dilihat ditaburkan di sepanjang lengan spiral ini, sementara jalur gelap debu antarbintang padat dapat dilihat ditaburkan di antara mereka. Kurang terlihat, tetapi dapat dideteksi, adalah normal redup miliaran luas bintang-bintang dan gas antar bintang, bersama-sama memegang massa yang tinggi seperti mereka mendominasi dinamika galaksi batin. Invisible adalah jumlah lebih besar materi dalam bentuk yang kita belum tahu – meresap materi gelap yang diperlukan untuk menjelaskan gerakan yang terlihat di luar galaksi.

6. Supernova 1987 A

Dua dekade lalu, para astronom melihat salah satu ledakan bintang paling terang di lebih dari 400 tahun: sebuah bintang terkutuk, disebut Supernova 1987a. Gambar ini menunjukkan seluruh wilayah sekitar supernova. Fitur yang paling menonjol dalam gambar adalah sebuah cincin dengan puluhan titik terang. Sebuah gelombang kejut material yang disebabkan oleh ledakan bintang yang terempas ke daerah di sepanjang daerah batin cincin, pemanasan mereka, dan menyebabkan mereka bercahaya. Cincin, sekitar tahun cahaya di seberang, mungkin gudang dengan bintang-bintang sekitar 20.000 tahun sebelum meledak. Dalam beberapa tahun berikutnya, seluruh cincin akan menyala seperti menyerap kekuatan penuh kecelakaan. Cincin yang menyala-nyala diharapkan menjadi cukup terang untuk menerangi bintang lingkungannya, menyediakan astronom dengan informasi baru tentang bagaimana mengusir bintang materi sebelum ledakan. Gambar itu diambil pada bulan Desember 2006 dengan Kamera Hubble untuk Survei. (Kredit: NASA, ESA, dan R. Kirshner; Harvard-Smithsonian Center for Astrophysics)

7. Galaxy NGC 1512

Sebuah galaksi spiral yang terletak sekitar 30 juta tahun cahaya ke arah konstelasi Horologium, Galaxy NGC 1512 adalah cukup terang untuk dilihat dengan teleskop amatir. Galaksi adalah sekitar 70.000 tahun cahaya di seberang, yang hampir sama besar dengan kita sendiri galaksi Bima Sakti. Inti galaksi yang luar biasa bagi para “circumnuclear” Starburst cincin, yang merupakan lingkaran luar biasa dari kelompok-kelompok bintang muda yang mencakup beberapa tahun cahaya di 2400. Galaksi “starbursts” adalah episode penuh semangat pembentukan bintang baru dan ditemukan di berbagai galaksi lingkungan.

8. Galaxy NGC 3.370

Galaksi spiral yang berdebu yang terletak sekitar 98 juta tahun cahaya ke arah konstelasi Leo, pusat NGC 3.370 menunjukkan jalur debu digambarkan dengan baik dan sakit luar biasa yang ditentukan inti. Pandangan ini adalah 3.370 NGC diperoleh oleh Teleskop luar angkasa Hubble menggunakan Kamera untuk survei dan cukup tajam untuk mengidentifikasi individu bintang variabel Cepheid di galaksi. Bintang variabel Cepheid yang digunakan untuk menetapkan jarak extragalactic. Pada tahun 1994, Ia sypernova Tipe meledak di NGC 3.370. (Kredit: NASA, The Hubble Heritage Tim dan A. Riess; STScI) galaksi adalah sekitar 70.000 tahun cahaya di seberang, yang hampir sama besar dengan kita sendiri galaksi Bima Sakti. Inti galaksi yang luar biasa bagi para “circumnuclear” Starburst cincin, yang merupakan lingkaran luar biasa dari kelompok-kelompok bintang muda yang mencakup beberapa tahun cahaya di 2400. Galaksi “starbursts” adalah episode penuh semangat pembentukan bintang baru dan ditemukan di berbagai galaksi lingkungan.

9. M81

Besar dan indah galaksi spiral M81, di konstelasi bintang biduk utara, adalah salah satu galaksi paling terang terlihat di langit planet Bumi. Luar biasa ini tampilan rinci mengungkapkan inti cerah, lengan spiral besar dan menyapu debu kosmis jalur dengan skala yang sebanding dengan Bima Sakti. Mengisyaratkan pada masa lalu yang kacau, debu jalan yang luar biasa berjalan lurus melalui disk, bawah dan kanan dari pusat galaksi, bertentangan dengan M81 terkemuka lainnya fitur spiral. Errant jalur debu yang mungkin melekat erat hasil dari pertemuan antara M81 dan galaksi pendamping yang lebih kecil, M82. Bintang variabel pengawasan di M81 (alias NGC 3031) telah menghasilkan salah satu yang terbaik untuk menentukan jarak galaksi eksternal – 11,8 juta tahun cahaya.

10. Hoag’s Object

Tidak khas, jenis galaksi yang dikenal sebagai galaksi cincin, penampilan Hoag’s Obyek telah tertarik astronom amatir sebanyak struktur yang lazim terpesona profesional. Apakah ini satu galaksi atau dua? Pertanyaan ini terungkap di tahun 1950 ketika astronom Seni Hoag kebetulan extragalactic pada objek yang tidak biasa ini. Di luar adalah sebuah cincin didominasi oleh bintang-bintang biru terang, sedangkan terletak di dekat pusat bola banyak bintang-bintang merah yang mungkin jauh lebih tua. Antara keduanya adalah kesenjangan yang muncul hampir sepenuhnya gelap. Bagaimana Hoag’s Obyek terbentuk tetap tidak diketahui, walaupun objek serupa kini telah diidentifikasi dan secara kolektif dicap sebagai bentuk cincin galaksi. Kejadian hipotesis termasuk tabrakan galaksi miliaran tahun yang lalu dan perturbative interaksi gravitasi melibatkan inti berbentuk yang luar biasa. Foto di atas diambil oleh Teleskop luar angkasa Hubble pada bulan Juli 2001 belum pernah terjadi sebelumnya mengungkapkan rincian Hoag’s Obyek dan dapat menghasilkan pemahaman yang lebih baik. Hoag’s Obyek rentang sekitar 100.000 tahun cahaya dan terletak sekitar 600 juta tahun cahaya ke arah konstelasi Serpens. Kebetulan, terlihat di dalam celah cincin lagi-lagi galaksi yang mungkin terletak jauh di kejauhan.

galaksi kita galaksi bimasakti

Gambar sinar-x Bima Sakti yang diambil oleh Observatorium sinar-X Chandra
sumber: http://www.duniaku.comxa.com/dunia-iptek/10-galaksi-paling-indah-di-alam-semesta.html

Senin, 30 Agustus 2010

10 Planet Baru Yang Unik & ANEH (MUST KNOW)


Alam semesta tidak ada habisnya untuk dijelajahi dan dipelajari. Pada tahun 1990, para ilmuwan menemukan sejumlah planet baru yang aneh dan unik di luar tata surya (exoplanet). Planet-planet tersebut sangat beragam. Mulai dari planet api, planet berukuran raksasa, planet berbatu, planet yang tidak memiliki bintang, dan banyak lagi. Hingga kini, penemuan exoplanet mencapai 230 planet. Berikut adalah daftar sepuluh exoplanet 2009 versi Space.com

1. Sang Kuda Api

Planet 51 Pegasi b adalah exoplanet pertama yang ditemukan para pemburu planet pada 1990. Planet mirip Jupiter, namun bertemperatur panas ini diberi julukan Bellerphon, pahlawan mitos Yunani yang menjinakkan kuda bersayap Pegasus. Pemberian julukan tersebut berdasarkan gugus bintang Pegasus, lokasi planet itu.

2. Tetangga Terdekat Bumi


Berjarak hanya 10,5 tahun cahaya, Epsilon Eridani b adalah exoplanet terdekat dengan bumi. Planet tersebut mengorbit jauh dari bintangnya sehingga air atau kehidupan mustahil ada.

3. Planet Tanpa Bintang

Terdapat sejumlah exoplanet yang memiliki bintang atau matahari lebih dari satu, bahkan hingga memiliki tiga matahari. Lain halnya dengan Planemos. Planet tersebut hanya “mengambang” begitu saja tanpa mengitari bintang apa pun.

4. Si Gesit

Planet SWEEPS-10 hanya berjarak 740.000 mil dari bintangnya. Saking dekatnya, planet yang disebut ultra-short-period planets (USPPs) itu hanya membutuhkan waktu kurang dari satu hari untuk mengorbit. Satu tahun di sana sama dengan sepuluh jam di bumi.

5. Dunia Api dan Es


Planet ini “terkunci” pada bintangnya, sama seperti bulan yang selalu menjadi satelit bumi. Jadi, satu sisi dari planet Upsilon Andromeda b selalu menghadap ke sana. Posisi ini menciptakan temperatur paling tinggi yang sejauh ini diketahui para astronom. Satu sisi planet sangat panas bagai lahar, sedangkan sisi lainnya bertemperatur sangat dingin.

6. Cincin Raksasa


Planet yang mengorbit pada bintang Coku Tau 4 ini adalah exoplanet termuda yang berumur kurang dari satu juta tahun. Para astronom mendeteksi keberadaan planet ini dari lubang besar dari cincin planet tersebut. Lubang tersebut berukuran sepuluh kali lebih besar dari bumi.

7. Si Tua Bangka


Planet tertua yang juga disebut primeval world ini berumur kurang lebih 12,7 miliar tahun. Para ilmuwan menduga planet tersebut terbentuk delapan miliar tahun silam sebelum bumi terwujud dan hanya berselisih dua miliar tahun dari kejadian Big Bang. Penemuan ini menimbulkan wacana bahwa kehidupan mungkin terjadi lebih awal dari yang diduga selama ini.

8. Planet yang Menyusut


Serupa dengan SWEEPS-10, planet HD209458b mengorbit sangat dekat dengan bintangnya sehingga atmosfer planet tersebut tersapu oleh angin stellar. Sejumlah ilmuwan mengestimasi planet tersebut kehilangan sepuluh ribu ton material setiap detiknya. Pada akhirnya, mungkin hanya inti dari planet itu yang akan tersisa.

9. Si Atmosfir Tebal

Planet HD 189733b adalah planet pertama yang atmosfernya “tercium” oleh para ilmuwan. Dengan menganalisis cahaya dari sistem bintang planet itu, astronom mengatakan atmosfir planet tersebut tertutup oleh semacam kabut tebal serupa dengan butiran pasir. Sayangnya, air tidak terdeteksi di planet tersebut. Namun, pemburu planet menduga ada kehidupan di balik kabut tebal itu.

10. Kembaran Bumi?

Gliese 581 C adalah exoplanet yang saat ini banyak menarik perhatian para ilmuwan di seluruh dunia. Pasalnya, planet terkecil di luar sistem tata surya ini berada di “zona aman”. Artinya, planet ini terletak tidak terlalu jauh maupun terlalu dekat dengan bintangnya, sama seperti posisi bumi kita dengan matahari. Penemuan ini menaikkan probabilitas terdapat air atau bahkan kehidupan di sana. Planet ini 50 persen lebih besar dan lima kali lebih masif dari bumi.

Mungkinkah ada kehidupan lain di luar sana? Para ilmuwan mengatakan dapat lebih menguak hal tersebut pada tahun 2013, saat pengerjaan teleskop berteknologi tinggi bernama James Webb Space Telescope (JWST)

sumber: http://fenz-capri.blogspot.com/2010/08/10-planet-baru-yang-unik-aneh-must-know.html
Sabtu, 28 Agustus 2010

NASA Temukan 'Planet Alien', Kembaran Bumi


NASA Temukan 'Planet Alien', Kembaran Bumi?

https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEg3EYvY97aK5xGxZTVqe6iuPbnOHhSuFPQt2AjRaynkk0V4gvzPbS8Tbhh6Anp-LvPBc1Olhc_U6rrePDm14bh4cF00AMSnwLKqEogUP-Q3i79TDSArtgfAUlkjAnasVpUW4mclOr2h7nU/s320/Kembaran+Bumi.bmp
Gambaran dua planet seukuran Saturnus mengorbit satu bintang (NASA| Daily Telegraph)

VIVAnews
-- Badan antariksa Amerika Serikat (NASA) mengumumkan temuan baru yang dihasilkan satelit Kepler, Kamis 26 Agustus 2010.

Kepler menemukan kelompok planet alien, planet-planet yang tak pernah dilihat sebelumnya itu mengelilingi sebuah bintang -- seperti planet dalam tata surya yang mengelilingi Matahari. Temuan itu dinamakan sistem Kepler 9.

Pengamatan dari observatorium Kepler mengkonfirmasikan dua planet seukuran Saturnus mengorbit sebuah bintang -- dalam jarak sekitar 2.300 tahun cahaya dari Bumi.

Mereka juga mengungkapkan kandidat planet yang mungkin sama ukurannya dengan Bumi dalam sistem yang sama.

Mengapa kandidat? Karena keberadaannya belum terkonfirmasi.

Sampai saat ini, para astronom belum mengkonfirmasi apakah ada planet yang potensial seperti Bumi -- dalam arti bisa menopang kehidupan. Namun, analisa awal mengatakan, planet tersebut punya radius 1,5 kali Bumi.

Observasi lanjutan dari sistem planet tersebut akan membantu menjawab pertanyaan adakah kehidupan di luar Bumi.

"Kami berharap dalam beberapa hari atau minggu, kami bisa memastikannya," kata William Borucki, peneliti utama Keppler di

Pusat Penelitian Ames milik NASA, seperti dimuat laman Space, 26 Agustus 2010.

Untuk kali pertamanya, analisis pengamatan Kepler juga dikombinasikan dengan waktu transit dan observasi kecepatan radial untuk memperkirakan massa planet-planet alien itu.

Dua planet terbesar dalam sistem ini yang dinamakan Kepler 9b dan Kepler 9c -- ditemukan memiliki diameter yang hampir sama. Keduanya punya massa dan kepadatan seperti Saturnus.

Namun, dua planet tersebut terlalu dekat dengan bintang -- mirip Matahari, seperti Merkurius yang mengorbit Matahari. Dua planet itu diduga kuat tidak memiliki kehidupan karena sangat panas.

Planet Kepler adalah kelompok planet ke dua yang diumumkan minggu ini. Sebelumnya, astronom Badan Antariksa Eropa (ESO) mengumumkan penemuan 'tata surya' yang terdiri dari tujuh planet yang berjarak 127 tahun cahaya dari Bumi.

Kembaran Bumi?

Para astronot belum menemukan planet mirip Bumi dari observatorium Kepler.

Jika keberadaan planet ketiga mirip yang Bumi sudah ada konfirmasi, planet itu bisa menjadi 'planet terkecil' yang dikenal.

"Kami bisa mengatakan, dalam hal ukuran fisik, ini akan jadi yang terkecil, tapi kami belum mengetahui massanya," kata Matthew Holman, staf direktur divisi teori astrofisika di Harvard-Smithsonian Center, yang mengkonfirmasi temuan Kepper.

Keppler mengungkapkan, planet ketiga ini memiliki radius 11,5 kali Bumi dan memiliki periode orbital sekitar 1,6 hari di Bumi -- lebih pendek dari Kepler-9b dan 9c.

Para peneliti sedang meneliti apakah kandidat 'Kembaran Bumi' mengorbit di bintang yang sama dengan dua planet lain.

"Salah satu pesan dari pekerjaan ini adalah bahwa Kepler membuat kemajuan menuju tujuan untuk menemukan sistem planet yang mirip dengan tata surya kita."

Namun dalam hal kelayakan huni, sistem Kepler-9 mungkin bukan tempat yang tepat untuk mencari kehidupan.

"Planet-planet ini seperti tidak layak huni," kata Holman. Diperkirakan temperatur dua planet terbesar sangat tinggi, sekitar 740 derajat Kelvin (872 derajat Fahrenheit) dan 540 derajat Kelvin (512 derajatFahrenheit).

"Temperatur itu jauh di atas titik didih air, maka diduga kuat itu bukan planet berpenghuni. (hs)

SUMBER
Jumat, 27 Agustus 2010

Akan ada 2 bulan tanggal 27 agustus





GAN TANGGAL 27 AGUSTUS NANTI BAKALAN ADA 2 BULAN, BUKAN BULANNYA YANG JADI 2 GAN, TAPI SALAH SATUNYA ADALAH PLANET MARS YAITU KETIKA PLANET MARS MENCAPAI JARAK 34.65 million miles of earth.

Jangan Sampe kelewatan gan, coz kalau kelewatan menurut info yang saya baca, kita harus menunggu sampe tahun 2287 baru ada lagi. Sayang banget kan kalo ampe kelewat ....

Jamnya menurut websitenya bakalan terjadi Tanggal 27 Agustus jam 12:30 am IST ...

Cuman yang jadi pertanyaan, Di Indonesia ini bakalan keliatan gak ya?????

sumber : http://www.worldrecordsnews.com/

Top Ten Misteri Luar Angkasa Yg Tak Terpecahkan


Nih artikel yg ane tulis sendiri gan, sumbernya dari beberapa film dokumenter yang ane tonton, dan dari beberapa buku soal astronomi...

Langsung aja yah :

Selama manusia hidup di bumi, sejak dahulu, kita terus memandang ke langit dan bertanya-apa apa yang ada di atas sana. Apa itu cahaya-cahaya yang berkelap-kelip setiap malam? Dari mana datangnya? Apakah kita sendirian di jagat raya ini? Sampai manakah batas luar angkasa?

Pertanyaan demi pertanyaan memotivasi para pemikir di seluruh dunia untuk mencari jawabannya. Tapi setiap kali kita mendapat jawaban, hampir selalu kita disodorkan pada pertanyaan yang baru. Setelah kita tahu tentang tata surya, muncul pertanyaan tentang galaksi. Setelah kita tahu tentang galaksi, masih ada supercluster galaksi, big bang, dan seterusnya.

Artikel ini akan membahas 10 misteri luar angkasa yang sampai sekarang belum ada titik terangnya. Sepuluh misteri yang sampai sekarang masih membingungkan para astrofisik. Kita mulai dari nomor 10.

Spoiler for 10. Sisi Lain Blackhole.:



Sejak blackhole (lubang hitam) diprediksi oleh para ilmuwan, tidak ada yang menyangka kalau hal seaneh blackhole bisa benar-benar ada di luar angkasa. Albert Einstein sendiri dulu yakin alam tidak akan memperbolehkan fenomena seaneh blackhole untuk eksis. Tapi sekarang kita sudah menemukan jutaan blackhole di luar sana, mulai dari seukuran raksasa (15-20 kali ukuran matahari) sampai yang super-raksasa (seukuran jutaan kali matahari) yang berdiam di setiap pusat galaksi besar.

Blackhole itu seperti sebuah lubang di luar angkasa yang begitu curamnya sehingga benda apapun yang dekat dengannya akan tersedot masuk kedalamnya, bahkan cahaya sendiri gak bisa lolos. Untuk lebih jelasnya, boleh dibaca artikel gw khusus tentang blackhole di link ini
(http://www.kaskus.us/showpost.php?p=...&postcount=229 dan http://www.kaskus.us/showpost.php?p=...&postcount=230)

Misteri terbesar blackhole bukanlah bagaimana benda aneh ini bisa terbentuk, kita sudah tahu itu. Blackhole terbentuk ketika bintang raksasa sudah kehabisan bahan bakar sehingga ia ambruk ke pusat, terkompress sampai ukurannya sangat kecil, namun sangat "berat", sehingga ia menusuk fabrik ruang waktu dan membentuk sebuah lubang dengan gaya tarik gravitasi yang mengerikan.

Bukan, misteri terbesarnya adalah, apa yang tersembunyi di dalam blackhole itu sendiri? Apakah hanya ada sebuah titik (yang dinamakan singularity) yang didalamnya ditemukan semua atom dari materi yang ia hisap? Atau mungkinkah lubang hitam adalah sebuah pintu ke universe lain, sebuah dunia lain, yang kini dikenal dan diakui ada oleh para ilmuwan sebagai paralel universe?



go inside a blackhole and live?


Intinya, kita tidak tahu apa yang ada di balik Blackhole, karena tidak ada benda apapun yang bisa keluar dengan selamat setelah masuk ke blackhole. Seandainya kita bisa masuk kedalam dan manjat keluar lagi untuk menceritakan pengalaman kita pada teman-teman. Yah, kita tidak bisa!


Spoiler for 9. Kiamat Terjadwal?:



Topik tentang hari kiamat memang selalu menarik dan kontroversial. Sialnya, topik ini juga selalu tidak jelas. Aku tidak akan menjelaskan tentang fenomena 2012. Bukan. Yang ini lebih mengerikan, karena didukung oleh fakta, bukan hanya ramalan peradaban Mayan yang konyol.


kiamat.. oh no!


aah.. meteor lagi!

Bagaimana kalau bumi ini mendapat hari kiamat yang sudah terjadwal di setiap 26 juta tahun sekali? Kedengarannya konyol bukan? Tapi para paleontologi (ilmuwan yang mempelajari fosil) menemukan pola yang sangat aneh, bahwa kejadian pemusnahan massal, seperti yang yang terjadi pada dinosaurus 65 juta tahun yang lalu, tidak terjadi pada waktu yang random, tapi tampaknya terjadi pada periode yang teratur. Ini sangat aneh. Makhluk hidup dalam jumlah besar menghilang setiap 26 juta tahun sekali.

Astrofisik Richard Muller mempelajari hal ini dan mengemukakan penjelasan. Dia berteori bahwa ada sebuah bintang redup (dim red dwarf star) yang dia beri nama "Nemesis", yang tersembunyi di ujung tata surya. Ia mengorbit matahari dengan lintasan yang super-lonjong, sehingga sebagian besar waktunya, ia berada jauh dari matahari. Ia berada diantara 1 sampai 3 tahun cahaya dari pusat tata surya kita. Ketika Nemesis mendekati matahari setiap 26 juta tahun sekali, orbitnya membawanya pada Oort Clouds, sebuah tempat di tata surya kita tempat bernaungnya jutaan komet yang mengelilingi tata surya kita. Saat itulah, orbit komet menjadi kacau. Gravitasi Nemesis menyebabkan lintasan dari banyak komet berubah, beberapa dari mereka terhempas dan menuju ke arah Bumi dan Merkurius, sehingga Bumi menjadi sasaran empuk.


Red dwarf star


Ada atau tidak nya Nemesis masih belum dibuktikan. Tapi para ilmuwan sudah mencari dengan keras, tanpa menemukan bintang yang punya orbit dan ciri-ciri pas dengan Nemesis. Di tahun 1997, sebuah misi NASA yang bernama Two Micron AllStar Survey (Two MAS) menggunakan 2 teleskop infrared untuk menjelajahi langit dan mencari Nemesis. Sampai sekarang, Two MAS sudah memberikan lebih dari 2juta gambar, tapi tidak ada Nemesis. Jadi kiamat berjadwal ini masih berupa misteri sampai sekarang.


Spoiler for 8. Anti-Matter:


Nah, ini kesukaan gw! Hehe.. Siapa yang udah nonton film Angels and Demons, atau baca novelnya, karangan Dan Brown. Di novel itu, para ilmuwan jerman di CERN menciptakan anti-matter dalam kuantitas kecil, dan orang jahat menggunakan anti-matter itu untuk mengebom Vatican. Science Fiction? Maybe. Tapi Anti-Matter benar-benar ada.


gambaran antimatter di film Angels and Demons


Apa itu anti-matter? Sejak kecil kita diajari bahwa atom terdiri dari electron yang bermuatan negatif, dan proton yang bermuatan positif. Mereka membentuk "materi" biasa. Ternyata ketika alam semesta ini tercipta, ada materi lain selain materi biasa yang juga tercipta, namanya anti-matter. Sebuah atom anti-matter punya electron yang bermuatan positif (positron) dan proton yang bermuatan negatif (antiproton). Sifat paling keren dari anti-matter adalah ketika ia bersentuhan dengan matter biasa, mereka akan saling menghancurkan dan mengeluarkan energi berupa foton (cahaya + panas) yang luar biasa.


Hidrogen dan anti-Hidrogen


Energi ledakan matter + anti-matter sangat luar biasa, jauh lebih kuat dari ledakan bom nuklir, karena 100% materi matter dan anti-matter diubah menjadi energi. Jadi bayangkan deh, taruh sesuap anti-matter di tangan kananmu, dan sesuap matter biasa di tangan kirimu, dan persatukan mereka. Energi ledakan yang dihasilkan setara dengan energi untuk menyalakan listrik di seluruh jakarta selama kira-kira 2 bulan!

Misteri Anti-matter adalah ini : ketika big bang terjadi, jumlah anti-matter diperkirakan setara dengan jumlah matter, tapi sekarang, dimanapun di luar angkasa kita lihat, semuanya terbentuk oleh matter biasa. Dimana semua anti-matter bersembunyi? Salah satu penjelasan adalah, ketika alam semesta tercipta, jumlah matter biasa sedikit lebih banyak dari jumlah anti-matter, jadi misalkan untuk setiap 1 milyar anti-matter, ada 1 milyar plus 1 matter biasa, maka 1 milyar anti-matter dan matter akan saling menghancurkan, meninggalkan 1 matter itu. Tidak ada ilmuwan yang tahu mengapa ada asimetri dari jumlah matter dan anti-matter pada awal waktu, tapi syukurlah pada asimetri itu, karenanya, kita bisa ada di dunia ini.

Apakah di suatu tempat di jagat raya masih ada stock anti-matter dalam jumlah besar? Kalau ada, ilmuwan belum menemukannya. Hanya ada sedikit anti-matter yang tercipta secara alami di pusat galaksi bima sakti. Dan ilmuwan di CERN benar-benar sudah bisa menghasilkan anti-matter dalam jumlah sangat sedikit dengan cara menumbukkan partikel-partikel dengan kecepatan super cepat (0.99999999999999..95 kali kecepatan cahaya). Tapi selain itu, keberadaan anti-matter masih berupa misteri.

sumber: http://www.kaskus.us/showthread.php?t=4368314