Pages

Tampilkan postingan dengan label Motivasi dan Inspirasi. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Motivasi dan Inspirasi. Tampilkan semua postingan
Minggu, 10 Juli 2011

Begini Gaya Khotbah Imam Nge-Pop yang mengubah Anak Muda Muslim AS


Jangan bayangkan dia mengenakan gamis, memelihara cambang panjang, dan berkopiah. Alih-alih berpidato dengan suara lantang mengkritik mereka yang tak berperilaku Islami, imam tinggi berambut pirang ini memulai khotbahnya dengan menceritakan kemenangan klub basket Los Angeles Lakers malam sebelumnya, disambung keterlibatan gengnya saat remaja, sebuah opera sabun TV, baru diakhiri dengan cerita tentang Hari Kiamat.

Suhaib Webb, nama imam itu, juga tak canggung menggunakan bahasa gaul anak muda Amerika. Saat ia memergoki seorang jamaahnya mengantuk di belakang, secara berkelakar dia berbisik di mikrofon, "Tenang...tidak ada lembur malam ini, Bro."

Beginilah khotbah khas gaya Webb, ulama muda karismatik kelahiran Oklahoma yang masuk Islam beberapa tahun lalu. Jamaahnya berkembang di kalangan Muslim Amerika, terutama kaum muda. Ceramahnya bertabur referensi budaya pop, sebanyak dia menyitir ayat Alquran atau Hadis.

Untuk gayanya ini, ia punya alasan. "Jamaah saya umumnya adalah mualaf atau generasi muda yang lahir dan besar di AS. Apakah kita akan mencapai mereka dengan pesan Arab atau dengan pesan Pakistan? Bukankah akan lebih mudah menjangkau mereka dengan pesan gaya Amerika bukan?" katanya balik bertanya.

Webb, 38 tahun, berasal dari Santa Clara, California. Dia adalah seorang sarjana dan pendidik. Aktif di LSM nirlaba American Muslim Society, ia kini juga menjangkau jamaah yang lebih luas melalui dakwah online di situs pribadinya, Masjid Virtual.

Webb disebut Los Angeles Times sebagai salah satu tokoh muda yang berada di garis depan gerakan untuk menciptakan 'Islam gaya Amerika'; sejalan dengan Alquran dan sunah tapi juga  mencerminkan adat dan budaya Amerika.


Dikenal dengan gaya santai, ia telah membantu mempromosikan ide bahwa Islam terbuka untuk sebuah interpretasi Amerika modern. Kadang-kadang, pendekatannya dianggap kalangan garis keras sebagai 'tampaknya hampir asusila'.

Dalam konferensi Muslim di Long Beach, California, tahun lalu, ia menyarankan bahwa masjid juga merangkul kalangan gay. Setelah itu, ia didatangi oleh seorang imam lokal yang menuduh dia "racun". "Saya katakan kepadanya, 'Terus terang, Anda akan menjadi tidak relevan dalam 10 tahun,'" kata Webb.

Dia fasih dalam bahasa Arab, Quran, dan belajar selama enam tahun di salah satu lembaga terkemuka di dunia Islam, Al-Azhar University di Mesir. Di sanalah ia menyadari, tak semua gaya pendekatan ala Timur Tengah cocok diterapkan di masyarakatnya. "Contohnya saja, berkhotbah dengan lebih banyak menggunakan bahasa Arab,  tidak mampu berkomunikasi dengan jemaat non-Arab, dan tidak terhubung dengan mudah dengan anak muda," katanya. Muslim AS, katanya, berharap para pemimpin agama mereka  memainkan peran yang lebih luas, lebih
pastoral, kata Hossam Aljabri, direktur eksekutif Masyarakat Muslim Amerika, sebuah kelompok keagamaan dan pendidikan nasional. "Masyarakat menginginkan imam yang bisa datang dan pergi di luar memimpin doa dan membaca Quran. Mereka ingin para imam mengisi peranan sosial konseling dan berurusan dengan tetangga."

Webb mengamini. Prinsip dasar iman tidak akan berubah, katanya, tapi banyak hukum yang  dapat ditafsirkan secara berbeda dalam berbagai komunitas. Tidak seperti beberapa imam, ia tidak keberatan dengan musik dan berkeyakinan Muslim juga boleh merayakan hari libur nasional seperti Hari Ibu dan Thanksgiving.

Namun, mengingat keragaman etnis Muslim AS, menemukan sebuah konsensus untuk Islam Amerika tunggal sangat sulit. Beberapa mendukung reformasi, lainnya menentang perubahan.

Lepas dari itu semua, Webb diterima banyak kalangan, baik dalam Islam maupun di luar Islam. "Dia imam yang paling gampang didekati di AS," kata Nour Mattar, pendiri stasiun radio Muslim pertama di AS. "Dan dia tidak membosankan untuk didengarkan (ceramahnya). 

Minggu, 03 Juli 2011

Nenek 74 Tahun Binaragawati Tertua Dunia


Dia memang sudah bercucu, tetapi jangan memanggil Ernestine Shepherd tua. Perempuan 74 tahun asal Baltimore, Amerika Serikat, ini baru saja dinobatkan sebagai binaragawati tertua dunia sepanjang masa oleh Guinness Book of World Records. 

Penampilan nenek perkasa ini memang luar biasa. Badannya membuat iri banyak orang. Betapa tidak, tubuhnya ramping dengan kaki dan lengan berotot. Dan yang paling mengagumkan adalah perutnya, six-pack. Kepada harian Washington Post, dia mengatakan, "Umur itu cuma angka."

Di usua selanjut itu, Nenek Shepherd masih menjadi instruktur fitness. Melalui tubuh sebugar itu, nenek satu cucu itu ingin memberi contoh. "Bila ingin memotivasi orang lain, Anda harus melakukan hal yang sama," ujarnya.

Selain mengajar fitness, ibu satu anak lelaki itu rajin berlatih. Tak tanggung-tanggung, pelatihnya adalah Yohnnie Shambourger (57), mantan Mr Univese yang memenangi medali emas untuk binaraga pada Pan American Games di 1995>

"Anda seorang juara. Dan saya akan melatih Anda seperti seorang juara," begitu kata Shambourger memotivasi anak didiknya.

Setiap hari Shepherd bangun pada pukul 03.00 pagi untuk bermeditasi. Kemudian dia berolahraga lari sejauh 16 kilometer di taman kota.

Tentu saja dia menjaga pola makan. Dia hanya mengonsumsi beras merah, dada ayam dan sayuran lalu menggelontornya dengan segelas putih telur mentah. Itu menunya tiga kali sehari dan setiap hari. Shepherd juga mengaku tidak menyukai makanan manis.

Shepherd mengaku dulu dia orang yang malas. Dia tidak suka melakukan aktivitas fisik. Sampai suatu hari, dia dan Mildred kakaknya, menyadari bahwa tubuh mereka mulai lembek. Tanpa peduli usianya sudah 56 tahun, kakak beradik yang sangat akrab itu mulai berlatih di sebuah pusat kebugaran. 

Karena puas dengan hasilnya mereka pun meningkatkan intesitas latihan. Mereka bahkan mulai berani mengikuti kompetisi binaraga.

Selama 18 tahun terakhir, Nenek Shepherd sudah mengikuti sembilan lomba lari maraton dan memenangi dua kompetisi binaraga.

Ernestine Shepherd tinggal dengan suaminya Colin, yang sudah dinikahinya selama 54 tahun. Juga dengan putra dan cucu mereka.

Melihat dia berlatih sekeras itu banyak orang bilang dia akan cepat mati. "Kita semua akan mati. Tetapi saya lebih mementingkan kualitas hidup yang saya jalani," tegasnya.

Selasa, 28 Juni 2011

Tae-ho, Bocah Tanpa Lengan yang Menginspirasi Kita Semua


Tae Ho merupakan seorang anak kecil laki-laki tanpa tangan, tapi bukan berarti Allah swt tidak adil atau tidak menolongnya, Allah swt yang maha kuasa memang adil kepada semua makhluknya. Meskipun tanpa lengan, Tae-ho adalah seorang bocah dengan kemauan dan tekad yang kuat dari Korea Selatan. Di mulutnya, selalu ada senyuman yang menghiasi bibirnya. Lahir dengan 8 cacat fisik kelahiran yang parah, Tae-Ho tidak membiarkan cacat fisiknya itu menghalangi dirinya untuk terus hidup sampai akhir hayat. Ceritanya sangat membangkitkan semangat dan menghangatkan hati kita.

Tae-ho lahir pada bulan Juni 2000. Bocah yang mempunyai tahi lalat yang besar di sebelah kanan itu, lahir ke dunia tanpa tahu bahwa dirinya mempunyai kekurangan fisik. Selain tanpa lengan, kedua kakinya juga hanya mempunyai 4 jari, mudah demam, dan langit-langit mulut yang terpisah. Sewaktu lahir, dia ditinggalkan orangtuanya. Kini dia dipelihara di Seung ga-won, Korea Selatan. Dia tidak mau bergantung pada orang lain, apa yang bisa dia lakukan sendiri akan dia lakukan sendiri termasuk makan dan memakaikan pakaiannya sendiri.

Untuk mengatasi kekurangan fisiknya, tentu Tae-ho harus ekstra keras dalam melakukan sesuatu hal, tapi dia tidak pernah menyerah. Sungguh suatu hal yang ajaib, dengan begitu banyak kekurangan dalam tubuhnya, dia tidak berhenti berusaha dan hidup. Meskipun saat dirinya menderita sakit, dia tetap punya sikap yang positif. Entah darimana dia belajar hal itu, tapi dia dapat mengajarkan kepada kita semua. Ketika ditanya, apakah sulit baginya untuk hidup karena tidak mempunyai lengan? Dia menjawab, “Tidak, saya baik-baik saja. Hal ini tidak buruk sama sekali.”

Sandra Rains, salah seorang yang menyaksikan kisahnya di Godtube.com mengatakan, “Betapa anak laki-laki yang luar biasa. Berpendirian teguh dan memberikan inspirasi pada banyak orang.

Allah swt memang adil pada semua mahkluknya, tanpa memandang apa agama yang di anut orang tersebut Allah akan tetap mencintai selama orang tersebut tetap mampu bersyukur, dengan kemampuan untuk menghargai kehidupan, apapun yang terjadi.” Baru sehari diposting di Godtube.com, kisah ini sudah mengundang hampir 20.000 orang yang menontonnya.

Dan yang lebih mengharukan lagi, kisah bocah tanpa lengan ini mampu mengubahkan hidup seorang pria yang menderita serangan jantung pada umur 49 tahun. Awalnya dia menderita kepahitan, sekarang dia mengambil komitmen lagi untuk mendedikasikan hidupnya agar lebih berguna, dan lebih memandang bahwa hidup itu indah dan tuhan memang maha adil atas segala umat manusia.

Tae-ho mengajarkan kita untuk mensyukuri apapun keadaan hidup kita. Jangan pernah menganggap diri Anda begitu malang karena sesuatu hal yang kurang pada diri Anda atau tubuh Anda. Tae-ho mengajarkan kepada kita semua, meskipun begitu banyak kekurangan yang didapatkannya, bahkan ditinggalkan oleh orangtua, dia dapat tetap tersenyum.

Sabtu, 18 Juni 2011

Muslimah Amerika Menuang Cinta Keislaman dalam Sepotong Realitas


Islam tengah berkembang pesat di AS. Walau demikian, komunitas Muslim AS mengalami persoalan serupa yang umumnya terjadi di negara Muslim yakni menyangkut suara Muslimah. Asma T Uddin, pendiri situs Altmuslimah.com mengatakan, meski AS terbilang negara yang memberikan hak perempuan untuk bersuara, dalam praktiknya ada semacam pengecualian untuk masalah ini, utamanya yang menyangkut perempuan Muslim. Menurut dia, suara Muslimah selalu diabaikan dan kurang dihargai.


Berangkat dari itu, Asma mendirikan Altmuslimah.com. Laman ini dikhususkan untuk menampung aspirasi dari para Muslimah dalam membahas berbagai hal seperti persoalan gender, lingkungan dan hal lainnya. "Saya mengharapkan adanya lingkungan kondusif untuk eksplorasi isu-isu nyata dan menekan dalam umat Islam melalui kombinasi narasi, perdebatan dan analisis," kata dia seperi dilansir The Daily Egypt News, Jumat (17/6).

Namun, Asma harus menghadapi kenyataan pahit bahwa yang diusahakannya itu belumlah cukup. Karena itu, dia bersama koleganya Muslimah AS coba untuk memperluas khazanah dialog melalui penulisan buku yang merujuk pada pengalaman pribadi dirinya dan muslimah lainnya. Dialog pengalaman itu dituangkan dalam sebuah kumpulan esai 4 Muslim AS di bawah usia 40 tahun. Kumpulan esai itu diberi tajuk "Aku Bicara Untuk Diriku Sendiri,".

"Aku Bicara untuk diriku sendiri" menawarkan tampilan yang langka dan jujur tentang kehidupan nyata perempuan Muslim Amerika, dari beberapa aspek," kata dia.

Dijelaskan lebih lanjut, kumpulan esai ini ingin memberitahu adanya pertentangan yang terjadi dalam dunia Muslim dan identitas keislaman. "Pengacara, seniman, guru, insinyur, mahasiswa - para wanita yang ditampilkan dalam buku ini membahas realitas menjadi wanita Muslim di Amerika," kata dia.

Rashida Tlaib, kata Asma, menulis tentang bagaimana ia menyadari bahwa sebagai anggota legislatif untuk perwakilan negara bagian Michigan, dia bisa memberi sumbangsih bagi komunitasnya.  Dia menghabiskan tiga bulan untuk melakukan kampanye dari pintu ke pintu dan akhirnya memenangkan kompetisi ketat. 

Meskipun ia berlatarbelakang imigran Arab dan Muslim, ia memenangkan satu kursi di sebuah distrik yang sangat beragam. Rashida menang mutlak dengan 44 persen suara. Dia pun ditahbiskan sebagai wanita Muslim pertama di lembaga legislatif negara Michigan.

Dalam cerita lain, Maryam Habib Khan, seorang insinyur Muslim AS untuk US Army Corps of Engineers, menulis tentang pengalamannya waktu mengikuti iringan pasukan AS ke Afghanistan pada tahun 2004 dan 2006. Dia bekerja pada proyek-proyek kemanusiaan, seperti renovasi rumah sakit khusus perempuan di Kabul.

Maryam pulang dengan rasa bangga karena dia tidak mengorbankan harga dirinya sebagai seorang perempuan Muslim maupun sebagai seorang Amerika di Afghanistan, melainkan menjadi teladan untuk menyatukan dan memanfaatkan elemen berbeda dari jati dirinya sebagai seorang wanita, insinyur, Muslim, dan Amerika untuk membantu dan mendidik saudara-saudara jauhnya agar memperoleh kehidupan yang lebih baik. "Kisah saya sendiri berpusat pada spiritual vis-à-vis evolusi intra-komunitas politik," papar Asma.

Dalam bab berjudul "Kerudung Penakluk: Gender dan Islam,", ungkap Asma,  dia berbicara tentang pertemuannya dengan literatur misoginis. "Dalam bab itu, saya pernah bicara keras tentang kemunafikan komunitas saya tentang masalah jilbab, simbolisme agama, dan menilai moralitas orang lain atas dasar simbol buatan," ungkapnya.

Pada akhirnya, kata Asma, dia kembali menemukan jalan keluar dari penderitaan rohani yang ditimbulkan oleh pengalaman-pengalaman tersebut dan akhirnya menemukan diri dalam hubungan yang lebih dekat dengan Allah. "Hubungan saya dengan Allah saat ini lebih otentik daripada yang saya pernah alami sebelumnya," ungkap dia.

source republika
Jumat, 17 Juni 2011

Pentingnya Berdo'a


Secara fitrah, dalam setiap diri individu manusia, pasti tertanam rasa ingin menjadi yang lebih baik dan sempurna. Oleh karena itu, Allah SWT senantiasa menyediakan beragam jalan bagi hamba-Nya agar mereka mau berusaha dan semakin dekat kepada-Nya.

Islam secara tegas mengajarkan bahwa segala hasil yang diraih oleh manusia adalah sesuai dengan usaha dan jerih payahnya. Manusia yang selalu berusaha (bekerja) dengan sungguh-sunguh karena Allah SWT pasti akan menuai hasil usahanya itu. "Hai manusia, sesungguhnya kamu telah bekerja dengan sungguh-sungguh menuju Tuhanmu, kamu pasti akan menemuinya," (QS al-Insyiqaq [84]: 6).

Do'a menjadi bagian penting dalam setiap usaha manusia. Berdo'a berarti mengetahui bahwa Allahlah yang menentukan segala usahanya. Doa bisa diartikan sebagai satu permohonan dan pujian dalam bentuk ucapan dari hamba yang rendah kedudukannya pada Rabb Yang Mahatinggi. Orang yang tidak mau berdo'a kepada Allah bisa dikatakan orang yang takabur (sombong) karena tidak menempatkan Allah sebagai penentu segalanya (QS al-Mu'min [40]: 60). Rasulullah SAW bersabda, "Allah SWT sangat murka kepada orang yang tidak mau berdo'a kepada-Nya," (HR Ibnu Majah).

Sejatinya, tujuan berdo'a adalah meningkatkan kedekatan diri kepada Allah SWT sekaligus untuk memperbaiki diri. Ibn Atha'illah dalam kitabnya Al-Hikam menjelaskan, "Bagaimana engkau menginginkan sesuatu yang luar biasa, padahal engkau sendiri tak mengubah dirimu dari kebiasaanmu? Kita banyak meminta dan berharap pada Allah, tetapi sibuknya meminta kadang membuat kita tak sempat menilai diri sendiri. Padahal, kalau kita meminta (do'a) sembari berusaha untuk mengubah diri (ikhtiar), Allah akan memberikan apa yang kita minta karena doa itu hakikatnya adalah pengiring agar kita bisa mengubah diri kita."

Manfaat berdo'a begitu besar dalam kehidupan manusia. Dengan berdo'a, kedamaian dapat diraih, semangat hidup dapat ditingkatkan, dan emosi dapat dikendalikan. Dengan berdo'a, ada harapan yang terbentang. Do'a juga menjadi penyejuk pada saat menghadapi musibah. Do'a adalah tempat kembalinya manusia setelah seharian melakukan usaha (ikhtiar).

Walaupun tak terlihat hasilnya, do'a harus terus dipanjatkan karena di balik do'a tersimpan rahasia Allah yang amat mengagumkan. Ada cerita menarik di zaman Nabi SAW. Suatu hari, seorang ibu ditanya anaknya yang sedang sakit, "Mengapa do'a ibu tidak dikabulkan?" Sang ibu kemudian menjawab, "Barangkali Allah ingin memberi pahala lebih banyak kepadamu karena orang yang sedang dicoba Allah dengan penyakit berat, ia bersabar dan berdo'a kepada Allah, akan diberinya pahala, atau dosamu diampuni-Nya. Bacalah do'a yang masih kau hafal, ayat singkat, atau mohon dengan bahasamu sendiri."

"Dan apabila hamba-hamba-Ku bertanya kepadamu tentang Aku, (jawablah) bahwa Aku adalah dekat. Aku mengabulkan permohonan orang yang berdo'a apabila ia memohon kepada-Ku," (QS Al-Baqarah 186). Wallahu a'lam.
Minggu, 12 Juni 2011

Kisah Sahabat Nabi: Abu Darda, Ahli Hikmah yang Budiman


Pada saat balatentara Islam berperang, kalah dan menang di beberapa penjuru bumi, di kota Madinah berdiam seorang ahli hikmah dan filsuf yang mengagumkan. Dari dirinya memancar mutiara yang cemerlang dan bernilai.

Ia senantiasa mengucapkan kata-kata indah kepada masyarakat sekelilingnya, "Maukah kamu sekalian, aku kabarkan amalan-amalan yang terbaik. Amalan yang terbersih di sisi Allah dan paling meninggikan derajat kalian. Lebih baik dari memerangi musuh dengan menghantam batang leher mereka, lalu mereka pun menebas batang lehermu, dan malah lebih baik dari emas dan perak?"

Para pendengarnya menjulurkan kepala mereka ke depan karena ingin tahu, lalu bertanya, "Apakah itu wahai, Abu Darda'?"

Abu Darda' menjawab, "Dzikrullah!"

Ahli hikmah yang mengagumkan ini bukannya menganjurkan orang menganut filsafat dan mengasingkan diri. Ia juga tidak bermaksud menyuruh orang meninggalkan dunia, dan tidak juga mengabaikan hasil agama ini yang telah dicapai dengan jihad fi sabilillah.

Abu Darda' bukanlah tipe orang semacam itu, karena ia telah ikut berjihad mempertahankan agama Allah bersama Rasulullah SAW hingga datangnya pertolongan Allah dengan pembebasan dan kemenangan merebut kota Makkah.

Abu Darda' adalah ahli hikmah yang besar di zamannya. Ia adalah sosok yang telah dikuasai oleh kerinduan yang amat besar untuk melihat hakikat dan menemukannya. Ia menyerahkan diri secara bulat kepada Allah, berada di jalan lurus hingga mencapai tingkat kebenaran yang teguh.

Pernah ibunya ditanyai orang tentang amalan yang sangat disenangi Abu Darda'. Sang ibu menjawab, "Tafakur dan mengambil i'tibar (pelajaran)."

Pada saat memeluk Islam dan berbaiat pada Rasulullah SAW, Abu Darda' adalah seorang saudagar kaya yang berhasil di antara para saudagar kota Madinah. Dan sebelum memeluk Islam, ia telah menghabiskan sebagian besar umurnya dalam perniagaan, bahkan sampai Rasulullah dan kaum Muslimin lainnya hijrah ke Madinah. Tidak lama setelah memeluk Islam, kehidupannya berbalik arah.

"Aku tidak mengharamkan jual-beli. Hanya saja, aku pribadi lebih menyukai diriku termasuk dalam golongan orang yang perniagaan dan jual-beli itu tidak melalaikannya dari dzikir kepada Allah," ujarnya.

Abu Darda' sangat terkesan hingga mengakar ke dasar jiwanya dengan ayat-ayat Al-Qur'an yang berisi bantahan terhadap, "Orang yang mengumpul-ngumpulkan harta dan menghitung-hitungnya." (QS Al-Humazah: 2-3).

Ia juga sangat terkesan sabda Rasulullah SAW, "Yang sedikit mencukupi, lebih baik daripada yang banyak namun merugikan."

Oleh sebab itulah, ia kerap menangisi mereka yang jatuh menjadi tawanan harta kekayaan. "Ya Allah, aku berlindung kepada-Mu dari hati yang bercabang-cabang."

Orang-orang bertanya, "Apakah yang dimaksud dengan hati yang bercabang-cabang itu?"

"Memiliki harta benda di setiap lembah!" jawabnya. Ia mengimbau manusia untuk memiliki dunia tanpa terikat padanya. Itulah cara pemilikan hakiki. Adapun keinginan hendak menguasainya secara serakah, takkan pernah ada kesudahannya. Maka yang demikian adalah seburuk-buruk corak penghambaan diri.

Saat itu ia juga berkata, "Barangsiapa yang tidak pernah merasa puas terhadap dunia, maka tak ada dunia baginya."

Bagi Abu Darda', harta hanyalah alat bagi kehidupan yang bersahaja dan sederhana, tidak lebih. Berpijak dari sini, maka manusia hendaknya mengusahakannya dengan cara yang halal, dan mendapatkannya secara sopan dan sederhana, bukan dengan kerakusan dan mati-matian. "Jangan kau makan, kecuali yang baik. Jangan kau usahakan kecuali yang baik. Dan jangan kau masukkan ke rumahmu, kecuali yang baik!" ujarnya.

Menurut keyakinannya, dunia dan seluruh isinya hanya semata-mata pinjaman dan menjadi jembatan untuk menyeberang menuju kehidupan yang abadi.

Pada suatu hari, para sahabat menjenguknya ketika ia sakit. Mereka mendapatinya terbaring di atas hamparan dari kulit. Mereka menawarkan kepadanya agar kulit itu diganti dengan kasur yang lebih baik dan empuk.

Tawaran ini dijawabnya sambil memberi isyarat dengan telunjuknya, sedangkan kedua bola matanya menatap jauh ke depan. "Kampung kita nun jauh di sana, untuknya kita mengumpulkan bekal. Dan ke sana kita akan kembali. Kita akan berangkat kepadanya dan beramal untuk bekal di sana."
 
source berbagai sumber
Kamis, 09 Juni 2011

Buanglah Uang Pada Tempatnya!


Jika kita sering membaca tulisan "Buanglah sampah pada tempatnya" Tapi bagaimana kalau kita ganti menjadi "Buanglah uang pada tempatnya".

Uang adalah benda yang sangat di cari makhluk yang bernama manusia, setiap manusia mengharapkan di hampiri oleh benda yang bernama uang. Uang akan menjadikan seseorang dapat menikmati hidup yang di ingin kan nya, uang dapat menjadikan seseorang terkenal, uang dapat menjadikan seseorang untuk menambah kebaikan. Dan uang juga dapat menjadikan seseorang menciptakan kejahatan.

Uang menambah kebaikan adalah uang yang  di gunakan untuk bersedekah, haji, membangun sekolah dll. Sedangkan uang yang menciptakan kejahatan adalah uang yang di gunakan oleh tuannya untuk berjudi, bermain pelacur, dan bahkan membayar penjahat untuk membunuh saingan bisnisnya.

Selama ini dalam kehidupan manusia uang telah merubah semua prinsip dan kepercayaan hidup untuk melakukan tindakan yang berbeda, membuang uang yang saya maksud bukan berarti membuang uang ke tong sampah. tapi ke jalur manakah uang tersebut di gunakan.

Kita gunakan uang memang saya ganti menjadi buang uang, karena sesuatu yang kita buang biasanya sudah tidak kita butuhkan lagi, sudah kita iklaskan begitu saja. Agar benar-benar terasa bermanfaat dan kita tidak merasa menyesal telah membuang uang pada tempatnya

Membuang uang pada tempatnya ada banyak cara, berikut ini cara buang uang pada tempatnya agar kita semakin ikhlas, sesuatu yang kita butuhkan telah kita lepaskan begitu saja.

1.Kita dapat membuangnya kepada fakir miskin
Cobalah kita royal dalam hal memberi kepada fakir miskin,pada dasarnya uang tidak akan berguna apabila tidak bermanfaat kepada diri kita. Berikan kepada orang yang membutuhkan,niscaya uang anda akan bermanfaat. Belum lagi, orang yang bersedekah tidak akan jatuh miskin.

2. Kita dapat membuangnya  untuk berhaji
Jika kita sudah mampu dan banyak uang cobalah melaksanakan haji, memang kemajuan bisnis itu perlu, tapi interaksi kita dengan tuhan juga sangat perlu, gunakan lah uang tersebut, iklaskan, dan jangan menyesal, Jika kalian anak muda dan ada masalah dengan gelar tersebut, tak usah di sebut pak haji segala, gelaran haji hanya di indonesia saja, di arab sana hampir tiap hari orang haji, karena tinggal jalan kaki sampai ke ka'bah. Nah hayoo anak muda yang sudah berduit, kita naik haji yuk!.

3.Kita dapat membuangnya  untuk investasi
Cobalah gunakan sisa uang kita untuk investasi,seperti membuka usaha baru,menambah modal usaha kita, membeli tanah dan masih banyak lagi. Tentunya sebelum berinvestasi uang sebelumnya sudah dibuang kepada  fakir miskin dan naik haji.

Sebenarnya banyak lagi yang lebih penting dalam membuang uang, yaitu kita harus lihat keluarga, tetangga dan sahabat kita terlebih dahulu, sehingga benar-benar bermanfaat uang kita, jadilah uang kita menjadi uang penambah kebaikan. Uang yang bermanfaat untuk kita dan uang yang bermanfaat untuk manusia yang lain.

Nah, semuanya silahkan buanglah uang pada tempatnya!
Rabu, 08 Juni 2011

Milyader Buta Huruf, Jadikan Kelemahannya Sebagai Batu Loncatan


Andreas Panayiotou memiliki kerajaan property senilai 400 juta poundsterling (Rp 5.5 triliun) dan menduduki peringkat 200 orang terkaya di Inggris. Jumat lalu, dia membuat pengakuan mengejutkan. “Saya tidak bisa membaca,” katanya. Ternyata waktu kecil dia berusaha keras agar bisa membaca, namun pria 45 tahun itu memutuskan berhenti sekolah pada umur 14 tahun. Dia juga benci membaca waktu masih kecil.

Bagaimana seorang yang tidak bisa membaca sampai akhirnya berhasil meraih sukses? “Saya memiliki daya ingat yang luar biasa, photographic memory. Saya mengenali bentuk untuk mengenali sebuah kata, tanpa harus bisa membaca,” ujarnya. Di jalan misalnya, dia menghapalkan bentuk kata nama jalan ataupun nama kota. Tapi trik itu tidak bisa digunakan untuk hal-hal baru, seperti mengisi paspor misalnya.

Di usia muda, anak imigran Yunani itu membeli sebidang tanah kecil di Islington. Pelan-pelan dia membangunnya menjadi gedung apartemen. Dari situlah bisnisnya berkembang. Pada tahun 2007, dia berhasil menjual ribuan rumah. Kini dia beralih ke hotel, yang saat ini ada tujuh hotel. Yang paling gres adalah Hotel Waldorf-Astoria London senilai 70 juta poundsterling (Rp 979 miliar). Dia memiliki rumah di Epping Forest seluas 8 hektar, tiga pesawat pribadi, dan sebuah kapal pesiar.

Kesuksesan yang dia raih menurutnya tak terlepas dari kekurangannya itu, dia jadinya harus melatih diri untuk bekerja lebih keras dibandingkan orang lain. “Semuanya, dorongan kuat untuk membuktikan saya berarti, kedisiplinan yang sangat ketat, dan kebanggan atas yang sudah saya capai merupakan hasil dari perasaan malu dan kurang yang saya alami karena tertinggal dibanding anak-anak lain yang bisa membaca,” akunya. “Pikiran kita selalu berusaha, berusaha, dan berusaha. Kita jadi lebih kuat karena belajar mengatasi masalah merupakan bagian dari kehidupan,” tuturnya.

Betul sekali apa yang dikatakan oleh Panayiotou ini. Di saat kelemahan Anda mengganggu kehidupan Anda, jangan pernah menyerah. Tapi latihlah diri Anda dan latihlah terus karena potensi Anda sudah begitu besar diberikan oleh Tuhan. Jangan melihat masalah sebagai hambatan tapi justru sebagai batu loncatan. Maka, Anda pun bisa berhasil mencapai apa yang Anda inginkan.

Source kompas/lh3
Selasa, 07 Juni 2011

Tiga Bersaudara Ini tak Pernah Bolos Sekolah


Bolos sekolah, kuliah, atau kerja mungkin hal lazim yang dilakoni tiap orang. Namun, tiga bersaudara asal Kota Bristol, Inggris, ini rasanya pantas dicap pelajar paling rajin sejagat.

Tiga bersaudara dari keluarga Ghent ini tidak pernah absen satu hari pun sejak mereka bersekolah pada usia empat tahun. Tiga pelajar ini adalah Holly, 19 tahun, dan Daniel, 16, keduanya sudah lulus SMA. Sedangkan yang bungsu, Chloe, 14, masih SMP.

Sang ibu, Janet, 52 tahun, memuji kerajinan dan kegigihan ketiga anaknya itu. Ia mengungkapkan mereka tetap bersekolah meski kena batuk, demam, cacar, bahkan usus buntu. “Saya tidak yakin Daniel akan menyebut itu keberuntungan karena menderita usus buntu saat liburan,” kata Janet.

Ketiga bersaudara ini juga sama-sama suka berolah raga. Mereka menjadi anggota yate Athletics Club. Menurut Daniel, teman-temannya pun mengetahui ia tidak pernah bolos sekolah. “Saya tidak pernah kehilangan satu hari pun,” ujarnya menegaskan.

Kepala sekolah, Peggy Farrington, juga memuji kerajinan Daniel yang juga gemar bermain sepak bola itu. “Daniel tidak pernah kehilangan satu hari pun. Itu benar-benar mengagumkan,” ujarnya. Ia pun menilai keluarga Ghent saling mendukung dalam urusan pendidikan, sehingga ketiga bersaudara itu bisa mencatat rekor sangat mengesankan.

Kini beban masih dipanggul oleh Chloe yang masih sekolah. 

source tempointeraktif

Wally Amos, Kisah Sukses Seorang Anak Pembantu Rumah Tangga


Anda tahu siapa Wally Amos? Wally dilahirkan di Tallahassee, Florida. Ibunya hanyalah seorang pembantu rumah tangga dan ayahnya kuli rendahan di sebuah pabrik gas setempat. Ke dua orangtuanya tuna aksara. Dia tumbuh dalam lingkungan miskin, dan tambah lagi dia berkulit hitam.

Waktu Wally berumur dua belas tahun, kedua orang tuanya bercerai. Dia pindah ke kota New York dan tinggal dengan bibinya, Della. Bibinya, suaminya dan seorang anak laki-lakinya tinggal di sebuah apartemen kecil berkamar satu. Karena kondisi ini, bibinya membagi ruang tamunya untuk Wally, juga kasih sayangnya dan juga resep kue kering bertabur butiran coklatnya.

Dengan kondisi Wally yang seperti itu, akan sangat mudah berbagai pikiran negatif mengungkungnya. Sangat mudah baginya untuk dikuasai kemarahan dan kekecewaan lalu menyalahkan keadaan. Namun bukan hal itu yang dilakukan Wally. Dia memutuskan untuk menjadi pribadi yang berguna. Setelah berbagai usaha, termasuk mendaftarkan diri di Angkatan Udara, Wally terdampar di jalan Sunset Boulevard di Hollywood, menjajakan kue kering bibi Della.

Wally menerangkan gagasannya seperti ini: “Saya mendapatkan ide untuk membuat suatu produk yang sedemikian mendasar dan sederhana, orang akan berkata: 'Kamu tidak bisa membuatnya'. Karena belum ada orang yang membuatnya, saya menyimpulkan kini tiba waktunya bagi saya untuk membuatnya! Saya memiliki iman yang luar biasa, kepercayaan pada diri sendiri yang kokoh, dan saya membuat komitmen. Saya menyatakan, 'Aku bertekad membuka pintu ini dan menjual kue kering coklat'. Saya tidak berkata, 'Aku rasa' atau 'Aku harap' atau 'Mudah-mudahan kalau dicoba.' Saya bilang, 'Aku bertekad!'”

Lima bulan kemudian Wally melakukannya. Mula-mula dia mengumpulkan $25 ribu untuk membuka toko pertamanya. Dia membentuk satu perusahaan. Dia berbagi visinya dengan beberapa orang teman yang menanamkan modal padanya dan impiannya. Dia kemudian dikenal dengan produknya, Famous Amos Chocolate Chip Cookies.

Suatu hari Robert H Schuller pernah bertanya kepadanya, bagaimana dia melakukannya, bagaimana dia dapat membuat begitu banyak orang menyokongnya dan impiannya yang belum pasti saat itu.

“Saya sangat bergairah,” dia menjawab, “dan demikian antusias sampai orang-orang berkata, 'Biarlah aku lakukan ini untukmu. Mari aku akan membantumu.'”

“Wally,” demikian Robert bertanya, “kau katakan apa pada orang-orang yang tidak mempunyai visi ini, yang tidak memiliki antusiasme ini?”

“Yah, saya bilang pada mereka, kejarlah! Kehidupan mulai dan berakhir pada diri yang bersangkutan. Kita bukan korban. Ini meurpakan evolusi bagi diri saya. Suatu proses bagi saya, karena waktu tumbuh di Tallahassee saya tidak memiliki sifat itu. Saya mempunyai komplex inferior. Sekarang kita menyebutnya rendah diri. Tetapi, saya mulai berpikir dan memperhatikan aspek-aspek personalitas saya yang dapat saya banggakan dalam diri saya.”

Luar biasa, seorang pemuda yang tidak dianggap bisa merangkak naik ke puncak kesuksesan dengan menemukan rasa berharga dan nilai dirinya yang sebenarnya. Dia sukses dalam usahanya, bahkan menerima penghargaan Horatio Algier dan Presidential Citation atau Surat Penghargaan Presiden untuk keunggulan berusaha. Selain itu, kemeja serta topi yang dipakainya dalam gambar pada bungkusan kuenya sudah diabadikan di Lembaga Smithsonian.

Wally juga menjadi jurubicara Leterary Volunteers for America, Para Sukarelawan Pemberantas Buta Aksara di Amerika. Dia juga sibuk melayani sesama yang tidak bisa membaca dan menulis, berbagi karunia yang ia dapatkan agar orang lain dapat bebas dari penjara buta huruf dan memberi mereka sebuah harapan baru.

Source Yang Percaya Pada Anda; Robert H. Schuller; Bina Aksara

Minggu, 05 Juni 2011

Nasihat Yang Mengubah Hidup


Jika Anda sedang berjalan, kemudian mendapatkan nasihat dari seseorang bahwa ada bahaya dalam perjalanan yang Anda tempuh.Apa reaksi Anda? Ada banyak reaksi yang bisa terjadi. Semua reaksi ini bisa terjadi spontan, tergantung bagaimana kondisi pikiran Anda.

Anda bisa mengatakan:
  1. “Terima kasih telah memberi tahu saya.”
  2. “Terima kasih telah mengingatkan.”
  3. “Sok tahu! Saya juga tahu.”
  4. “Emang siapa loe?”
  5. “Bukan hanya bahaya, tapi menanjak juga!”
Anda bisa memilih sikap Anda. Mau yang mana? No 1 atau 2 adalah yang terbaik. Sebab orang itu justru akan menyelamatkan Anda. Nasihat itu tanda cinta, maka sewajarnya jika kita berterima kasih karena mendapatkannya tersebut.

Saya yakin, Anda tidak setuju dengan jawaban no 3 sampai 5. Disini, ego kita yang muncul. Namun, sering kali banyak yang melakukannya tanpa disadari. Mari kita bahas satu persatu.

Jika Anda Sudah Tahu Tentang Nasihat Itu

Bisa jadi, seseorang memberi nasihat kepada tentang sesuatu yang sebenarnya Anda sudah tahu. Anda sudah menjalankannya selama ini. Anda pernah membacanya. Anda pernah mendengarkannya. Namun, haruskah kita mengatakan hal jelek terhadap pemberi nasihat. Anda berusaha menunjukan diri bahwa Anda sudah tahu?
Tentu tidak, ingat bahwa nasihat tanda cinta. Meski kita sudah tahu, anggaplah itu untuk mengingatkan. Mungkin Anda tidak lupa, tetapi saat Anda mendengar secara berulang kali, maka akan lebih meresap ke dalam hati Anda dan akan membentuk karakter dan kepribadian Anda. Itu adalah sesuatu positif. Kenapa Anda harus menolaknya? Kenapa harus menunjukan ego sendiri?

Lihatlah Nasihatnya Bukan Orangnya

Terimalah nasihat meski Anda sudah tahu, bahkan saat Anda yang sebenarnya lebih pantas memberi nasihat. Bisa jadi, orang yang memberi nasihat tidak lebih tahu dibandingkan dengan Anda. Mungkin dia masih awam, kurang ahli, kurang bijak dibandingkan dengan Anda. Namun, lihatlah nasihatnya. Tidak perlu melihat orangnya, selama itu baik, bermanfaat untuk Anda, maka Anda patut berterima kasih.
Tidak perlu mempertanyakan “siapa loe?” Ini artinya kesombongan Anda muncul, merasa diri lebih hebat dibandingkan pemberi nasihat, padahal bisa jadi dia tulus ingin membantu Anda.

Jika Nasihat Tidak Sempurna

Ada Yang Salah

Bisa jadi Anda menerima nasihat yang salah. Itu bisa saja, yang namanya orang tidak luput dari kesalahan. Atau bisa jadi nasihat itu salah bagi Anda saja karena kondisi dan situasi Anda berbeda. Namun lihatlah niat dibaliknya. Dia memberikan nasihat kepada Anda karena peduli. Mungkin salah karena dia tidak tahu kondisi Anda yang sebenarnya. Anda tidak perlu membantahnya, apalagi sambil marah atau menyerang dengan kata-kata yang tidak baik.
Tetaplah menerima nasihat itu. Tetaplah berterima kasih meski terlihat tidak berguna bagi Anda. Bahkan, jika sebuah nasihat seolah akan menjerumuskan Anda, tetaplah berterima kasih. Jika perlu, berikan penjelasan dengan cara yang baik bahwa nasihat tersebut tidak cocok dengan Anda. Jika salah, jelaskan dengan cara yang baik pula. Jangan sampai cinta dan kepedulian orang malah kita balas dengan sesuatu yang tidak mengenakan.

Nasihat Yang Tidak Lengkap

Pastinya, Anda akan menerima nasihat yang tidak lengkap. Tentu saja, karena tidak mungkin semuanya dibahas dalam satu pembicaraan. Anda akan selalu bisa melihat ada kekurangan dalam nasihat. Jika Anda meneirma nasihat tentang menuntut ilmu, mungkin Anda melihat ada yang kurang. Bisa jadi Anda mengatakan:
“Percuma menuntut ilmu, jika tidak diamalkan.”
Apa yang Anda katakan itu benar. Dimana masalahnya?

Pertama, Anda mengalihkan fokus. Mungkin pemberi nasihat itu sedang fokus tentang menuntut ilmu. Sama sekali tidak ada perkataan yang melarang amal atau tidak perlu diamalkan. Dia hanya sedang membahas ilmu. Saat Anda mengatakan hal itu, sebenarnya itu muncul dari ego, ingin menunjukan diri lebih tahu.
Kalau pun, nasihat itu dilanjutkan. Misalnya Anda harus beramal, maka Anda bisa menjawab lagi:
“Percuma beramal jika tidak ikhlas.”

Sekali lagi, isi dari perkataan itu tidak salah. Yang salah adalah sikapnya dalam menerima nasihat. Nasihat itu tidak pernah lengkap. Tidak mungkin bisa membahas seluruh Al Quran hanya dalam satu buku, satu artikel, apalagi satu status di halaman facebook.

Jika Anda hanya melihat apa yang kurang, maka Anda hanya fokus pada kekurangan itu. Sementara fokus Anda dalam menerima akan hilang.

Kedua, jika Anda terus melihat kekurangan dan menunjukan kekurangan tersebut, itu artinya Anda hanya mementingkan ego Anda. Nasihat tidak akan berarti sama sekali jika Anda fokus mengurus ego Anda, jika Anda ingin dilihat lebih tahu, lebih bijak, dan lebih pintar.

Orang sedang membahas masalah amal bukan berarti tidak tahu tentang ikhlas, hanya saja dia sedang fokus membahas amal, saat itu. Mungkin waktu yang lain, baik yang sudah lalu maupun yang akan datang, dia sudah atau akan membahas tentang ikhlas. 

Mungkin karena kondisi Anda saat ini memang kurang amal. Meski Anda tahu, amal itu harus ikhlas, tetapi jika amalnya tidak ada?

Emangnya Gue Nggak Tau?

Satu lagi kasus, kadang ada orang yang sok pintar, dia menasihati Anda karena dengan maksud merendahkan Anda atau menganggap Anda tidak tahu. Bisa jadi dia memberi nasihat kepada semua orang karena dia ingin dianggap hebat. Mungkin ada. Yang perlu kita perhatikan adalah
  • Tidak semua orang yang menasihati Anda bermaksud merendahkan Anda. Jadi jangan selalu memunculkan ego atau melawan saat ada seseorang yang menasihati Anda, karena bisa jadi dia orangnya tulus. Meski isinya Anda sudah tahu, tetaplah berbaik sangka dan berterima kasih.
  • Jika isinya baik, kenapa tidak? Mungkin, sekali lagi mungkin, seseorang bermaksud merendahkan Anda, namun jika isinya itu baik, terima saja. Kita tidak akan pernah menjadi rendah karena menerima nasihat yang baik. Fokuslah pada diri Anda.
Pada zaman sekarang, zamannya informasi, Anda akan mudah menerima nasihat. Bisa melalui media, website, facebook, twitter, dan SMS. Banyak sekali caranya. Jika kita menyikapinya dengan baik, maka nasihat-nasihat yang datang akan mengubah Anda menjadi pribadi yang lebih baik.

source : motivasi islami

Menahan Marah


Khalifah Umar bin Abdul Aziz melihat seseorang yang mabuk. Ketika ia ditangkap untuk dihukum dera, tiba-tiba ia dimaki oleh orang yang mabuk tersebut. Khalifah Umar tidak jadi melaksanakan hukum deranya.

Melihat Khalifah Umar seperti  itu, para sahabat bertanya, "Ya amirul mukminin, mengapa setelah ia memaki Anda tiba-tiba Anda meninggalkan dia?" Khalifah menjawab, "Itu karena ia membuat aku jengkel. Kalau aku menghukumnya, mungkin karena aku marah kepadanya, bukan karena ia melanggar hukum Allah, dan aku tidak suka memukul seseorang hanya karena membela diriku sendiri."

Sangat tipis dan susah untuk membedakan antara menghukum karena Allah SWT dan menghukum karena amarah. Karena bagaimanapun, ketika kita menghukum, amarah akan menyertai bentuk hukuman yang kita berikan. Tidak seperti yang menimpa Khalifah Umar yang tidak bisa meneruskan eksekusi, karena takut berbuat salah dengan tidak tulus menghukum orang yang berbuat salah.

Hal yang sama juga pernah dialami Sayyidina Ali ra yang tidak jadi membunuh ketika sedang berada di medan perang lantaran ia telah diludahi oleh musuh yang sudah tak berdaya. Ali RA khawatir kalau membunuh musuhnya tersebut, bukan semata-mata karena menegakkan agama Allah, melainkan akibat dorongan nafsu dan emosi.

Dalam kehidupan sehari-hari, begitu banyak kita temukan perselisihan di antara manusia. Bahkan, hampir semua manusia akan mudah terpancing emosinya, hingga kemudian meledaklah kemarahannya.

Mengendalikan amarah memang tidak mudah. Dan, hanya orang-orang tertentu yang bisa menahan dan mengendalikan kemarahannya. Amarah ada di dalam diri manusia. Amarah adalah motivasi atau energi yang mendorong dan menggerakkan seseorang untuk berbuat. Alangkah baiknya bila amarah itu diarahkan untuk menopang kinerja dan kreativitas hidup, sehingga menjadi lebih dinamis.

Banyak kerugian yang akan didapatkan ketika seseorang sedang emosi dan tak mampu mengendalikan amarahnya. Pekerjaan bisa menjadi terbengkalai dan rekan sejawat pun bisa kena marah pula. Akibatnya, persoalan kecil bisa menjadi besar.

"Dan (ingatlah kisah) Dzun Nun (Yunus), ketika ia pergi dalam keadaan marah, lalu ia menyangka bahwa Kami tidak akan mempersempitnya (menyulitkannya), maka ia menyeru dalam keadaan yang sangat gelap, "Bahwa tidak ada Tuhan selain Engkau. Mahasuci Engkau, sesungguhnya aku adalah termasuk orang-orang yang zalim." (QS al-Anbiya [21]: 87).

Rasulullah SAW bersabda, Dari Abu Hurairah RA, ia berkata, "Ada seseorang bertanya kepada Rasulullah SAW; 'Nasihatilah saya!' Rasulullah SAW bersabda, 'Janganlah kamu marah!' Orang itu berkali-kali meminta nasihat kepada Rasulullah SAW, tetapi Rasul tetap menjawabnya dengan, 'Janganlah kamu marah'." (HR Bukhari).

Dari hadis di atas, tampak jelas bahwa Rasulullah SAW memerintahkan manusia untuk senantiasa menahan marahnya ketika ada sesuatu yang tidak sesuai dengan dirinya. Sebab, akan banyak kerugian yang akan diterima, manakala kita tidak mampu menahan amarah.

Oleh Encep Dulwahab-republika koran 
Selasa, 31 Mei 2011

Bocah 10 Tahun Tempuh 500 Km Demi Jumpa Ibunya


Demi bertemu ibunnda tercinta-nya yang baru saja dibebaskan dari penjara, Franklin Vilca bocah berusia 10 tahun nekat sendirian menempuh perjalanan melewati pegunungan Andes yang berjarak 500 kilometer dari negaranya Bolivia. Niat mulia itupun masih terhadang ketika dirinya tersesat hingga ke Chili.

Vilca berangkat dari Bolivia dengan bersembunyi di sebuah truk pengentar mineral, dengan harapan bisa mengantarkan dirinya untuk bertemu dengan ibunda tercinta. Franklin Vilca akhirnya tiba di Kota Iquique, Chili, setelah menempuh perjalanan selama tiga hari. Sedihnya Vilca menempuh 500 km tanpa makanan dan minuman.

Bocah tersebut akhirnya naik ke atas sebuah truk dari Kota Oruro di Bolivia, karena berpikir bahwa truk tersebut akan menuju Kota Cochabamba, kota di mana ibunya dipenjara. Franklin akhirnya turun dari truk tersebut dan hanya berjalan tanpa arah hingga ke wilayah Alto Hospicio, kota pinggiran di Iquique. Di saat itulah seorang wanita beranama Margarita Flores menemukannya dan membawanya pulang.

Bocah tersebut pun akhirnya diserahkan ke kepolisian. Untung saja pengadilan tetap mengizinkannya untuk tetap tinggal di Chili. Namun sayangnya, meski ibu sang bocah tersebut sudah dibebaskan, pengadilan melarangnya untuk pergi ke luar dari Chili. "Saya hanya ingin bertemu dengan ibu," ujar bocah tersebut saat diwawancara oleh stasiun televisi Chili.

Singkat cerita, kedua ibu dan anak itu pun bisa berkomunikasi melalui jaringan telepon. "Aku ingin bertemu dengan ibu," ujar Franlin kepada ibunya, pada saat siaran di televisi. "Aku hanya ingin pergi ke Cochabamba, cepat jemput saya bu!"

Sang ibu pun menjawab dengan terharu dan penuh harap. "Ibu memang sudah ke luar penjara. Kamu tidak akan lagi tinggal hanya dengan ayah dan kakakmu lagi, tapi kamu akan bersama ibu, anakku sayang," ujar sang ibu sambil berderai air mata membalasnya, seperti dilansir AFP, Jumat (13/5).

Seorang Ibu adalah cahaya hati dari anak tercinta, sejauh apapun jarak yang terbentang namun ikatan hati dan kasih tetap menyala dan berkobar.

Source : Berbagai Sumber/DPT 

Kisah Pebasket Profesional Yang Kekeuh Dengan Islam, Jackson


Tanggal 12 Maret 1996, seakan menjadi sejarah kelam dalam karir Chris Wayne Jackson sebagai seorang pebasket profesional. Pada tanggal tersebut hampir lima belas tahun lalu, Jackson mendapat sanksi larangan bertanding dari NBA, Asosiasi Bola Basket Amerika Serikat. Hukuman ini dikenakan kepada Jackson karena ia tidak bersedia untuk berdiri ketika lagu kebangsaan Amerika Serikat, The Star Spangled Banner dinyanyikan sesaat sebelum pertandingan dimulai. Ketika itu ia memperkuat Denver Nuggets.

Saat itu Jackson beranggapan hal ini (berdiri, red) tidak pantas dilakukan, karena menurutnya bendera Amerika Serikat adalah simbol penindasan. Ia juga mengatakan bahwa Amerika Serikat sendiri mempunyai sejarah tirani yang panjang dan tidak sesuai dengan keyakinannya sebagai seorang muslim.

Sontak, tindakan Jackson yang dinilai kontroversial ini pun menuai protes dari publik Negeri Paman Sam yang berujung pada sanksi larangan bertanding dari NBA. Tapi hukuman skors tersebut hanya berlangsung satu pertandingan. Dua hari kemudian sanksi tersebut dicabut. NBA pun membuat kesepakatan dengan pebasket berdarah Afro-Amerika ini. Sesuai dengan isi kesepakatan tersebut, Jackson tetap harus berdiri pada saat lagu kebangsaan dinyanyikan, tetapi ia diperbolehkan untuk menundukkan kepala dan memejamkan matanya. Abdul-Rauf mengatakan pada saat seperti itu, ia memanjatkan doa.

Selang tiga belas tahun kemudian, dalam sebuah kesempatan saat tengah memberikan ceramah di sebuah masjid di Gulfport, Mississippi, dengan tegas Jackson mengungkapkan bahwa sikapnya tersebut adalah pengejewantahan dari agama yang dianutnya dalam kehidupan sehari-hari. ''Saya memanfaatkan kontroversi itu sebagai alat untuk menjelaskan pada orang lain tentang agama saya,'' tukasnya.

Chris Wayne Jackson lahir di Gulfport pada tanggal 9 Maret 1969. Ia adalah pemain basket NBA di era 90-an. Di masa lalu, Jackson merupakan salah satu point guard paling jempolan. Ia lahir dan dibesarkan di tengah keluarga pemeluk Kristen. Ia mengganti namanya menjadi Mahmoud Abdul-Rauf pada saat ia pindah agama dan memeluk Islam pada tahun 1991.

Sebelum terjun ke NBA, Jackson memperkuat tim basket tempatnya berkuliah di Lousiana State University (LSU). Bersama tim basket kampusnya ini Jackson memiliki karir basket yang cemerlang. Hal ini pula lah yang kemudian mendorong Denver Nuggets, salah satu tim basket profesional NBA, merekrutnya pada tahun 1990. Sejak saat itu karirnya sebagai pemain basket profesional dimulai.

Abdul-Rauf bisa dikatakan sebagai pemain terbaik di klub bakset yang berbasis di Denver, Colorado ini. Ia memperkuat Denver Nuggets hingga musim kompetisi 1995-1996. Pada musim kompetisi 1992-1993, Abdul-Rauf menyabet gelar The Most Improved Player Award, sebuah penghargaan yang diberikan kepada pemain yang dianggap telah menunjukkan perkembangan yang lebih baik dari musim sebelumnya. Saat memperkuat Denver Nuggets ia juga pernah memimpin NBA dalam kategori persentase tembakan bebas (free-throw) terbaik dalam satu musim pada tahun 1994 dan 1996. Ia memiliki rekor 19.2 poin dan 6.8 assist per game pada musim 1995-1996.

Walau akhirnya hukuman larangan bermainnya tersebut dicabut dan hanya diganti dengan larangan bermain sebanyak satu kali pertandingan, tapi tak ayal ia kemudian menjadi pemain paling dibenci di AS. Karir basketnya di AS terancam. Terbukti, tak lama berselang setelah kontroversi lagu kebangsaan Amerika Serikat, Denver Nuggets pun mengakhiri kontraknya dengan Abdul-Rauf. Namun Abdul Rauf tak bergeming dengan keyakinan dan kebiasaannya tersebut.

Meninggalkan NBA

Setelah tidak lagi memperkuat Nuggets, ia sempat bermain untuk tim basket NBA lainnya, Sacramento Kings, sebelum akhirnya ia benar-benar meninggalkan ajang kompetisi bola basket profesional di Amerika Serikat ini. Ia memperkuat Sacramento hanya selama dua musim (1996 hingga 1998).

Selepas meninggalkan ajang kompetisi NBA, Abdul-Rauf melanglang buana dari satu klub ke klub basket lainnya. Ia pernah bermain untuk klub basket asal Turki, Fenerbahce selama satu musim (1998-1999). Setelah itu ia sempat vakum selama satu musim, baru kemudian ia bermain basket lagi bersama Vancouver Grizzlies, klub basket asal Kanada selama musim 2000-2001. Setelah kontraknya dengan Vancouver Grizzlies tidak diperpanjang, ia memilih untuk berhenti sejenak dari arena basket selama dua musim (2001-2003).

Pada tahun 2003 Abdul-Rauf mengikat kontrak dengan tim basket Rusia, Ural Great Perm, selama satu musim. Setelah itu kemudian ia berturut-turut bermain untuk klub basket asal Italia Sedima Roseto (2004-2005); klub basket Yunani Aris Thessaloniki (2006-2007); klub basket Arab Saudi Al-Ittihad (2008-2009); dan klub basket Jepang Kyoto Hannaryz (2009-2010).

Setelah malang melintang di berbagai ajang kompetisi basket dunia, Abdul-Rauf masih menyimpan keinginan untuk bisa kembali bermain di ajang kompetisi NBA. ''Mungkin saja saya dapat kembali tampil di Amerika Serikat. Pintu mungkin sudah tertutup tapi NBA tak hanya ada di kota dan saya ingin menggunakan talenta yang diberikan Tuhan meski saya hanya bermain di Timbuktu,'' ujar Abdul Rauf seperti dikutip yahoosports  Mei 2011.
Keputusannya untuk meninggalkan kompetisi basket NBA, membawa perubahan besar dalam diri Mahmoud Abdul-Rauf. Secara perlahan, ia mulai berkecimpung dalam kegiatan dakwah. Ia membangun sebuah masjid di kota kelahirannya di Gulfport, Mississippi. Bahkan ia pun menjadi imam di masjid tersebut.

Abdul-Rauf berharap, keberadaan bangunan masjid ini akan membawa dampak positif pada generasi muda di Gulfport yang dikenal sangat dekat dengan obat-obatan dan tindak kriminal. Ia pun kerap menyelenggarakan acara yang melibatkan kaum remaja di Gulfport. ''Ilmu pengetahuan bisa membuat seorang budak menjadi raja,'' itulah nasehat yang kerap disampaikan Abdul-Rauf kepada para remaja muslim di lingkungannya.

Dalam setiap ceramahnya, ia juga berpesan pada generasi muda muslim ini untuk menegakkan Islam dimana pun mereka berada dan menuntut ilmu sebanyak mungkin. ''Kita senantiasa melihat pendidikan sebagai bekal untuk mencari kerja demi keamanan finansial. Tapi kita melupakan tujuan utama pendidikan yang seharusnya menjadi bekal bagi seseorang agar bisa bertahan dalam kehidupan,'' ujarnya.

Ia membandingkan pendidikan Barat yang berbasis sekularisme, memisahkan antara negara dengan agama. Menurutnya, pendidikan dalam Islam harus mencakup segala aspek kehidupan. ''Umat Islam tidak bisa menyingkirkan agamanya ke dalam 'kloset','' kata Abdul-Rauf.

Abdul-Rauf juga menguraikan hasil studi yang dilakukan oleh para profesor di Universitas Harvard dan Universitas Yale. Hasil studi itu menunjukkan bahwa anak-anak Afrika memiliki bakat lebih cepat menangkap pelajaran. ''Sejarah membuktikan bahwa orang-orang Afrika dan Muslim adalah para penemu disiplin ilmu modern seperti aljabar dan berbagai ilmu pengetahuan lainnya,'' tuturnya. (suaramedia.com)
Minggu, 29 Mei 2011

3 Fase Kehidupan Rasulullah SAW


Kali ini akan membahas 3 Fase Kehidupan Rasulullah SAW. Jika isi kurikulum pendidikan begitu berkualitas. Telah dikaji oleh para ahli. Dirumuskan dengan menggunakan berbagai disiplin ilmu berlandaskan penilitian yang mendalam. Dalam rentang waktu yang tidak bisa dibilang pendek. Bukankah luar biasa kurikulum seperti ini?

Tetapi, bagaimana jadinya jika kurikulum yang sudah luar biasa itu disampaikan dengan urutan yang beracak. Tidak diperhatikan kapan ilmu tertentu disampaikan. Juga tidak dianalisa porsi sebuah ilmu diajarkan pada fase tertentu. Tidak jelas ilmu mana yang harus didahulukan dan mana yang harus diakhirkan.

Hanya urutan. Hanya urutan? Tidak hanya!
Bagaimana mau berhasil kalau kurikulum matematika kelas 1 SD umpamanya, diajarkan di kelas 6 SD. Dan sebaliknya, IPA kelas 6 SD dijejalkan di kelas 1 SD. Pelajaran fikih hudud (hukuman pengadilan) diajarkan di usia awal. Sementara menghapal al-Qur’an baru dimulai di usia senja (itupun kalau mulai).

Kurikulum dengan kualitas istimewa, seistimewa apapun pasti tidak akan menghasilkan generasi yang diharapkan jika tidak dipadu dengan urutan penyampaiannya. (Hanya) salah urutan.

Di sinilah pentingnya melihat urutan kehadiran manusia paling mulia, Rasulullah shalallahu’alaihi wassallam dalam seluruh fase kehidupannya. Karena seluruh kehidupan beliau bukan saja menarik untuk dikaji tetapi selalu ada keteladanan dan pelajaran bagi kehidupan kita.

Jika dibagi secara garis besar, kehidupan Rasulullah shalallahu’alaihi wassallam melalui 3 fase besar. Masing-masing fase menggambarkan dengan sangat gamblang urutan kurikulum melahirkan generasi peradaban mulia. Ketiga fase itu adalah:
  1. 0 – 40 tahun Fase Persiapan
  2. 40 – 53 tahun Fase Makkiyyah
  3. 53 – 63 tahun Fase Madaniyyah
Fase Persiapan
Usia 0 – 40 tahun kita sebut sebagai fase persiapan. Karena Muhammad shallallahu alaihi wasallam mencapai puncak kehidupan pada usia kira-kira 40 tahun. Pada usia itulah beliau mencapai prestasi tertinggi manusia di muka bumi ini. Yaitu menjadi pemimpin bagi seluruh manusia di dunia dan akhirat; menjadi Nabi.
Risalah (Tugas Kerasulan) adalah merupakan hak penuh Allah subhanahu wata’ala untuk diberikan kepada siapa yang Dikehendaki. Sebagaimana firman-Nya,

“Allah lebih mengetahui di mana Dia menempatkan tugas kerasulan.” (QS. Al-An’am [6] : 124)
Membaca penjelasan shahabat mulia Abdullah bin Mas’ud radhiallahu ‘anhu berikut ini, kita akan memahami ternyata hak penuh Allah subhanahu wata’ala tersebut tidak diberikan kepada sembarang orang.
Dari Ibnu Mas’ud, “Sesungguhnya Allah melihat hati-hati hamba, maka Dia memilih Muhammad shallallahu alaihi wasallam. Kemudian Dia mengutusnya dengan tugas kerasulan dan memilihnya dengan ilmu-Nya. Kemudian melihat hati-hati manusia setelahnya, maka Dia memilih baginya shahabat-shahabat. Maka Dia menjadikan mereka penolong agama-Nya dan pembantu-pembantu Nabi-Nya.” (ath-Thayalisi no. 246, Abu Nu’aim dalam al-Hilyah 1/375, dihasankan sanadnya oleh as-Sakhawi dan al-Albani dan dishahihkan oleh al-Hakim, disepakati oleh adz-Dzahabi, lihat silsilah al-Ahadits adh-Dhaifah no. 533)

Ternyata Muhammad shalallahu'alaihi wassallam dan para shahabatnya adalah pilihan di antara seluruh manusia. Faktornya satu; kebersihan hati.

Terbayangkan kah oleh kita, betapa beratnya membersihkan hati dan kehidupan di tengah carut marut sistem Jahiliyyah seperti Mekah ketika itu. Bukankah hari ini, di tengah masyarakat muslim ini banyak yang menyerah dalam pembersihan jiwanya dengan berdalih arus sistem sangat kuat.

Selain itu, sunnatullah bicara bahwa untuk menjadi orang besar memerlukan persiapan yang luar biasa. Apalagi ini adalah puncak kebesaran; menjadi seorang Rasul. Pasti bukanlah sebuah kebetulan, juga bukan ketidaksengajaan, apalagi tiba-tiba.

Untuk itulah 0-40 tahun usia Nabi adalah fase persiapan untuk menjadi orang besar.

Fase Makkiyyah
40-53 tahun adalah usia Nabi di fase Makkiyyah (Mekah). Rentang 13 tahun tersebut adalah sebuah fase membangun pondasi keIslaman. Pondasi aqidah ataupun pondasi akhlak. Sebelum taklif (beban) Islam diberikan berupa ibadah dan aturan muamalah.

Inilah pondasi yang kokoh dengan kesabaran di rentang waktu yang tidak sebentar. Karena yang akan dibangun adalah bangunan Islam yang besar dan menjulang.
Berikut ini beberapa karakter fase ini:

1. Fase Mekah adalah fase ta’sis (pondasi permulaan).
  • Semua nilai perjuangan yang mampu menjelaskan kata ta’sis akan menjadi karakter untuk masa ini. Bukankah Nabi shallallahu alaihi wasallam tidak menghabiskan waktu dan potensi diri dan shahabatnya hanya untuk mendiskusikan politik Romawi dan persia sebagai penguasa bumi saat itu. Tetapi lebih sibuk membangun SDM pemimpin bumi saat nanti tiba masanya Islam Menggantikan dua imperium tersebut. Bukankah Nabi berikut shahabatnya tidak menghancurkan wujud patung-patung di sekitar Ka’bah, sebelum patung-patung itu hancur di hati masyarakat Mekah. Bukankah Nabi menyiapkan pondasi untuk seluruh rencana bangunan utuh peradaban Islam. Pondasi itu adalah aqidah yang murni dan kokoh, berikut akhlak yang berkilau penuh kemuliaan.
2. Dominan membangun manusia dibandingkan membangun sistim
  • Sistem tetap dibangun oleh Nabi shallallahu alaihi wasallam. Terutama sistem untuk pengamanan tunas dakwah yang rawan rontok karena arogansi kemusyrikan. Tetapi beliau tidak disibukkan membangun sistem sehingga melupakan tugas utama dalam membangun SDM. Nabi tidak mengajak shahabat berdiskusi tentang sistem negara Islam yang akan dibangun; ekonomi, politik, keamanan, pasukan dan sebagainya.
  • Yang ada adalah membangun generasi yang beriman dengan iman yang lebih kokoh dari tancapan gunung. Berilmu yang lebih luas dari samudera yang masih bertepi. Bermoral yang kilaunya lebih memancar dari berlian.
3. Pembagian Fase Makkiyyah
  • 13 tahun ini dibagi dua: 10 tahun untuk membangun pondasi SDM sambil mencari tempat.
  • 3 tahun sisanya untuk menyiapkan tempat, sebagai permulaan membangun sistem kekuasaan.
  • 10 tahun yang pertama dibagi dua: 3 tahun dakwah dari individu ke individu dan orang-orang terdekat tanpa mengumumkan secara terbuka konsep barunya. 7 tahun dakwah terbuka, menyampaikan ajaran Islam yang asing bagi masyarakat dengan semua resiko yang harus dihadapi.
4. Taklif ibadah ada, tetapi tidak melebihi kuantitas penanaman aqidah
  • Tercatat hanya beberapa ibadah penting yang sudah diturunkan sejak di Mekah. Bahkan shalat 5 waktu yang wajib pun baru diturunkan perintahnya pada sekitar satu tahun menjelang hijrah; artinya setelah 12 tahun penanaman aqidah.
  • Bisa dikatakan bahwa hikmah ibadah yang diturunkan di fase Mekah untuk melatih membawa beban. Karena kelak di Madinah, beban akan dipikulkan hingga yang terberat sekalipun seperti jihad. Mereka yang pernah berlatih dan terlatih, akan terasa ringan dengan beban berikutnya dengan tingkat resiko yang lebih tinggi.
  • Ibadah di fase ini juga merupakan aktifitas spiritual mendekat kepada Allah subhanahu wata’ala. Sebuah nilai mahal yang berfungsi untuk menjaga ketahanan iman dan kesabaran fisik selama masa tekanan di fase ta’sis.
Fase Madaniyyah
53-63 tahun adalah usia Nabi di fase Madinah. 10 tahun ini merupakan fase maksimalisasi taklif (beban ibadah), akad muamalah untuk kekuasaan dan penerapan sistem Islam.
Surat al-Baqarah mewakili suasana ini. Inilah surat yang pertama turun di fase Madinah (al-Athlas al-Tarikhi li Sirah al-Rasul, Sami al-Maghluts, Maktabah al-‘Ubaikan, h. 105). Al-Baqarah masih membawa suasana surat-surat Makkiyyah tetapi sudah dominan bicara tema-tema Madaniyyah yang baru.
Al-Baqarah satu-satunya surat Madaniyyah yang masih mencantumkan kisah-kisah umat terdahulu. Padahal kisah umat terdahulu adalah merupakan tema ayat-ayat Makkiyyah.
Al-Baqarah satu-satunya surat Madaniyyah yang masih mencantumkan kisah Adam dan Iblis, kisah pertarungan pertama antara al-Haq dan al-Bathil. Kisah Adam dan Iblis adalah merupakan tema yang dibahas di ayat-ayat Makkiyyah. (Lihat: Mabahits fi ‘Ulum al-Qur’an, Manna’ al-Qaththan, h. 59)
Sisa ayatnya lebih banyak tentang pembahasan khas Madinah berupa ibadah dan sistem muamalah dalam Islam. Shalat, zakat, puasa, haji dan umroh, hukum qishash, hukum halal haram, hukum khomr dan judi, larangan riba, hutang piutang, hukum sumpah, wasiat, hukum haidh, talak, masa iddah, khulu’, ila’, susuan, hukum seputar pernikahan dan juga perang.
Subhanallah, sangat luar biasa bukan, urutan al-Qur’an dalam membangun peradaban. Al-Baqarah yang mengakhiri sebuah fase masih mengingatkan tema terdahulu. Al-Baqarah yang mengawali sebuah fase membuka tema-tema yang merupakan konsentrasi fase ini.
Berikut ini beberapa karakter fase ini:

1. Membangun sistem negara menjadi konsentrasi awal fase ini
  • Memaksimalkan fungsi masjid, mempersaudarakan sesama muslim dengan ikatan melebihi persaudaraan nasab belaka, membuat perjanjian dengan non muslim dalam kerjasama, membangun ekonomi umat.
  • Kesemuanya adalah aktifitas Nabi di awal kaki beliau menapaki jalanan Kota Iman tersebut. Dan semua itu adalah variabel sebuah negara Islami.
2. Dominan taklif
  • Madinah bukan lagi Mekah yang masih membangun pondasi. Masyarakat muslim telah siap. Siap untuk mendapatkan beban seberat apapun. Setelah tahun pertama digunakan untuk menanamkan variabel negara, tahun kedua adalah tahun turunnya taklif (beban ibadah). Terhitung pada tahun kedua ini perintah puasa diturunkan, zakat, hingga jihad. Karena masyarakat telah kokoh pondasinya, maka beban tak lagi menjadi beban. Beban yang bahkan bisa dinikmati.
  • Tentu, tetap saja tema membangun aqidah dan akhlak merupakan hal yang terus diingatkan sepanjang fase Madinah. Tetapi, taklif adalah dominasi fase ini.
3. Pembagian fase Madaniyyah
Fase ini bisa dibagi menjadi 5:
  1. 1H: Menanamkan variabel penerapan sistem Islam dan kekuasaan
  2. 2H – 5H: Masa perjuangan karena reaksi musuh Islam
  3. 5H – 6H: Masa pertama musuh Islam mulai menyerah satu per satu
  4. 7H: Masa ekspansi Islam lebih luas
  5. 8H – 11H: Masa kemenangan dengan grafik terus meningkat
Sebuah strategi nabawi yang sangat rapi dan sistematis.
Kalau kita ramu ulang 3 fase tersebut akan menghasilkan poin sebagai berikut:
Bersabarlah diri dalam mempersiapkan diri. Karena Nabi shalallahu 'alaihi wassallam lebih banyak menghabiskan usianya untuk persiapan (40 tahun) dibandingkan perjuangan (23 tahun)
Yang bersabar dalam membangun diri menjadi mukmin sejati, tidak akan terjatuh saat memasuki hasil berupa kekuasaan dan harta. Bagi Nabishalallahu 'alaihi wassallam berbanding 13 tahun : 10 tahun.

Aqidah dan akhlak sebelum ibadah dan muamalah
Dengan urutan ini, tidaklah Rasul wafat kecuali Islam telah membuka seluruh jazirah Arab. Setelah sebelumnya hanya sebuah kota kecil yang bernama Madinah.

Inilah utuhnya. Utuhnya sebuah strategi dan urutan membangun peradaban sekaligus dalam mendidik generasi pembangun peradaban itu. Untuk sebuah hasil utuh dan maksimal. Agar hari ini kita mampu mengulang masa kebesaran shahabat Nabi.

Cacat pada sebagian urutan, akan berefek cacat pada sebagian hasilnya. Prosentase kegagalan dan lubang keberhasilan seiring sejalan dengan prosentase kegagalan dalam menerapkan urutan.
Kurikulum pendidikan bagi generasi kita hari ini yang ditugasi Nabi untuk mengembalikan masa kebesaran shahabat beliau dulu, harus mengikuti urutan tersebut.

Dari masa persiapan untuk kemapanan pribadi muslim, menuju perjuangan membangun pondasi aqidah dan akhlak pada diri dan masyarakat, hingga perjuangan menuju penerapan utuh sistem Islam dan kekuasaan. Untuk akhirnya meninggalkan dunia menghadap Robb dengan membawa amal shalih peradaban.
Ya Allah, bimbing kami...  
                                                                                                                        source(eramuslim.com)
Sabtu, 28 Mei 2011

Peran Kaum Wanita


Wanita adalah sosok manusia yang berperan penting dalam kehidupan kita. Sungguh amat meyakinkan betapa indahnya Allah SWT menciptakan makhluk-Nya dengan kesempurnaan yang diberikan. Tanpa seorang wanita kehidupan ini tak ada gunanya dan akan berakhir dengan sangat cepat. Tak memungkinkan dalam dunia ini wanita tidak berperan penting. 

Dengan adanya wanita kehidupan ini sangatlah berharga, dan Tak ada balasnya mereka memberikan yang terbaik buat kaum pria yang berada di sisinya. Sungguh Allah SWT, telah mempercayai kaum wanita untuk mendampingi kaum pria dalam perjalanan hidupnya. Tak mudah bagi kaum wanita untuk mendampinginya dalam masa yang sangat lama, tanpa henti, tanpa keluh, dan balas mereka jalani begitu saja.

Sebagian besar dalam kehidupan, kaum pria yang selalu berkuasa dan kaum wanita meski banyak yang telah di pertanggung jawab kan mereka tetap menjadi orang yang setia. Setiap saat kaum wanita telah dibutuhkan tenaga serta pikiran untuk memenuhi kebutuhan hidup. Entah apa jadinya dunia ini jika Allah SWT tak menciptakan seorang wanita? Tentu yang tak akan terbayangkan menjadi kenyataan di dunia ini.

Saya sendiri insyaallah sangat bersyukur memiliki seorang wanita yang tak akan  bisa dilupakan walaupun hanya sedikit, yaitu “IBU”. Seorang Ibu adalah makhluk Allah SWT. yang diciptakan sebagai bidadari di alam semesta ini. beliau diutus sebagai makhluk yang kuat, arif, dan bijaksana. Pagi, siang, dan malam beliau berusaha dapat memenuhi kehidupan keluarganya, tanpa lelah beliau tetap bersemangat .  Coba kau pikirkan tentang pengabdian seorang ibu dalam keseharian kita. 

Pernahkah dia mengeluh pada keluarga ini?
Pernahkah dia tak ikhlas dalam menjalani tugas sebagai ibu rumahtangga?
Pernahkah dia tak bertanggung jawab dengan semua pekerjaan rumah?
Pernahkah dia tak mendidikmu, mengajari kehidupan ini?
Pernahkah dia mencelakaimu?
Pernahkah dia tak ada jika kau butuhkan?
Pernahkah dia merusak dirimu dan menjerumuskanmu pada pergaulan yang buruk?
Dan pernahkah dia memintah balas atas semua jasa yang di berikannya untukmu?

Sungguh kau manusia yang keji, bodoh, dan tak punya akal jika seorang ibu yang selama ini telah menyayangimu dengan penuh rasa ikhlas telah kau lupakan begitu saja. Tak ingat kah kau bahwa Allah SWT memberi nikmat yang sungguh besar, bahwa surga ada di telapak kaki ibu. 9 bulan kau telah dikandung dalam perutnya, di bawahnya kesana-kemari tetapi sungguh hebatnya beliau tak mengeluh sedikit pun.

Ketika kau telah mulai ingin keluar dari perutnya, beliau telah mempertaruhkan nyawanya demi kau untuk keluar melihat dunia ini. Subhanallah sungguh seorang ibu adalah makhluk yang paling kuat di dunia ini. Maka sekali lagi janganlah kau melupakan peran seorang ibu meski Cuma sedikit, karena ibu adalah emas permata bagi kehidupan di dunia ini. 

“Kesuksesan seorang pria, tentu di belakannya terdapat wanita yang HEBAT”. Dapat kita simpulkan bahwa wanita bukanlah makhluk yang dapat dianggap rendah, wanita adalah makhluk yang sangat sempurna dan tak terbatas pengabdiannya.


Sabtu, 21 Mei 2011

Tersenyumlah Agar Sehat dan Bahagia


Dari semua hal yang kurang mengenakan tetaplah tersenyum, senyum adalah yang paling penting. Karena senyum akan melepaskan energi positif. Senyum tulus dan ramah mengungkapkan kesehatan batin seseorang dan juga sikap mental positif bisa jadi dapat memberikan umur yang panjang.

Setiap kali memberikan senyuman pada seseorang, adalah ekspresi kasih dan sebuah hadiah damai untuk seseorang tersebut, hadiah yang indah dan ramah,  dapat memberikan kesan positif yang menciptakan kesehatan batin dan jiwa. Karena senyuman yang tulus dapat menentukan makna dibalik senyuman tersebut. senyum tulus dari jiwa seseorang dapat membuatnya bahagia dan sehat.

Untuk lebih mengetahui manfaat kesehatan tersenyum adalah sebagai berikut.

- Dari berbagai buku kesehatan yang pernah saya baca. Senyuman dapat menurunkan tekanan darah. Ketika seseorang tetap tersenyum walau dalam keadaan marah itu dapat mengukur tekanan darahnya agar lebih santai dan tidak terpancing emosi dan senyuman adalah salah satu yang dapat meredakannya

- Senyum mengurangi stres, stres muncul dalam wajah seseorang yang mungkin di sebabkan kesibukan sehari-hari yang melelahkan . Namun dengan tetap tersenyum  dapat membantu mencegah salah satu dari tampak melelahkan tersebut, dengan tetap memberikan senyuman seakan-akan kita tidak menunjukkan muka stres atau muka kusut karena kelelahan

- Senyum juga salah satu cara yang bagus untuk memberikan semangat kepada orang lain agar tetap menjaga suasana nyaman dan bersahabat, juga dapat membantu mereka agar berguna lebih baik.

-  Senyum juga merubah mood seseorang, perasaan seseorang atau susana hati. Ada kesempatan baik jika ada seseorang yang sedang sedih tersenyum lah untuk dia dengan cara memberikan hiburan karena dengan tersenyumnya dia dapat membantu merubah suasana hatinya

- Senyum juga bisa meningkatkan sistem kekebalan tubuh. Ketika seseorang tersenyum fungsi kekebalan tubuhnya membaik, mungkin karena ia lebih santai

- Dan yang terakhir adalah dengan tetap tersenyum berarti anda telah melakukan pengobatan alami, senyum membuat orang merasa senang, senyum adalah obat alami. Maka tetaplah tersenyum agar sehat dan bahagia dengan pancaran energi positifnya

Seseorang yang sehat dan bahagia cenderung mewah dalam bukunya tersenyum. Orang yang tidak bahagia atau tidak puas hanya akan mengundang lebih banyak ketidak bahagiaan dan ketidakpuasan dalam hidupnya, membawa kesengsaraan untuk dirinya dan orang lain. Kalau saja ia mengubah sikap dan membawa senyum kembali di bibirnya, dia akan menikmati kesehatan yang lebih baik dan kebahagiaan. Senyum adalah sebuah ekspresi saling cinta, tersenyum untuk kesehatan dan kebahagiaan.