Pages

Tampilkan postingan dengan label Jaringan. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Jaringan. Tampilkan semua postingan
Jumat, 17 September 2010

Antena External Penguat Signal Internet Modem & HP GSM / CDMA 800-1900 Mhz


Bagi pengguna Modem USB maupun HP yang lokasinya jauh dari Menara BTS atau terhalang gedung-gedung tinggi dan pohon biasanya sering mengalami lemahnya penerimaan signal Internet maupun HP.  Akibat kendala tersebut, maka muncullah masalah baru yaitu :  Lambatnya proses Download maupun Upload.  Untuk itulah maka Antena ini merupakan solusi terbaik untuk masalah tersebut, terutama untuk menambah signal penerimaan dan stabilitas proses download dan upload.  Fungsi Antena ini yang serbaguna, sangat cocok untuk semua jenis Modem USB Wireless dan HP baik GSM maupun CDMA di semua provider seperti :  Flexi, XL, Telkomsel, Starone, IM3, Mentari, Fren, Smart, Esia, Axis, 3 dsb,  yang bekerja pada frekwensi antara 800 Mhz - 1900 Mhz. 
Antena ini adalah jenis Yagi yang mempunyai 10 elemen yang terdiri dari 1 reflektor, 1 driven dan 8 direktor. Fungsi utama dan kelebihan antena ini adalah dapat menerima dan mengirim signal ( RF ) ke satu arah yang dituju dengan penguatan ( gain ) yang tinggi hingga mencapai puluhan decibel ( db ). Semua elemen terbuat dari bahan Alumunium  agar  tahan karat  karena posisi terbaik pemasangannya haruslah berada diluar rumah ( outdoor ) tanpa ada penghalang apapun didepannya.
Anda bisa buktikan sendiri keampuhan Antena ini setelah mencobanya nanti dan kami berikan Garansi untuk semua fungsi dan kelengkapannya bila terjadi sesuatu hal yang tidak diinginkan.
Kami juga sediakan untuk anda Konsultasi Online Gratis mengenai Antena tersebut, baik cara pemasangan, performa maupun informasi lain seputar penanganan masalah penerimaan signal Internet maupun HP yang sedang anda alami saat ini.
 

Contoh Instalasi Antena Yagi


Antena Yagi adalah antena 'directional' ( Pengarah ) yang ditemukan oleh Dr. Hidetsugu Yagi dan Dr. Shintaro Uta dari Tohoku Imperial University di Jepang. Temuan mereka telah diakui oleh dunia kehandalannya. Salah satu kegunaan Antenna Yagi 13db ini selain untuk radio komunikasi juga bisa untuk meningkatkan penerimaan sinyal data 3G pada Modem ataupun HP.

Cara Pemasangan ( Instalasi )
Pemasangannya cukup mudah untuk bisa dikerjakan sendiri. Posisinya bisa dipasang di atap rumah, disisi rumah, diatas pohon dan juga bisa satu tiang dengan antena TV.  Pastikan bahwa antenna ini tidak terhalang oleh tembok, pohon atau apapun diarah depannya, agar dipastikan tetap selalu mendapat penerimaan sinyal yang terbaik. Diujung kabel sudah tersedia soket/ slot khusus untuk menempatkan HP atau Modem USB tanpa harus menggunakan internal konektor lagi ( bila tersedia ).
Setelah terpasang bisa dimulai dengan merubah arahnya kekiri atau kekanan untuk mendapatkan arah yang tepat ke BTS ( Menara Provider ) yang ditandai dengan tingginya level signal yang diterima. 
Bila anda berada diwilayah yang sinyalnya lemah atau jauh dari sumber signal, antena ini secara luar biasa dapat mengatasi masalah signal yang lemah menjadi signal yang kuat dan stabil bila terpasang dengan baik.
Saran kami untuk semua pengguna antena ini  agar hati-hati bila keadaan cuaca kurang baik, seperti hujan yang disertai petir, agar jangan digunakan dahulu  atau sebaiknya modem dilepas sementara dari slot penjepitnya. Itu semua dilakukan untuk menghindari bahaya sambaran/ induksi petir yang langsung maupun tidak,  tetap akan  sangat berbahaya bagi tubuh kita dan juga semua peralatan elektronik.
 
Antena Yagi ini bisa dipakai untuk semua modem 3G  yang memiliki Konektor Antena  maupun tidak.  Antena ini juga terbukti bisa menguatkan semua sinyal seluler seperti  CDMA, HSDPA, HSUPA, UMTS, EDGE dan GPRS  yang berada pada range frekwensi  UHF  800 Mhz hingga 1900 Mhz.
 
Spesifikasi Antena  Super HG-900 : 

Panjang       :  76 cm
Lebar          :  18 mm
Elemen        :  10 bar
Bahan          :  Alumunium
Frek Range  :  800-1900Mhz
G a i n         :  13 db
Kabel coax  :  13 m
Berat           :  1,3 kg
Konektor     :  Induksi
 
 
Rabu, 26 Mei 2010

Bandwidth pada Internet


Mungkin kita semua sudah mendengar istilah “Bandwidth”. Dalam istilah sistem digital, bandwidth menunjukkan banyaknya data dalam bit per detik (bps), dan standar prefixes yang digunakan untuk menunjukkan nilai-nilai seperti seribu bps (Kbps), satu juta bps (Mbps) dan miliar bps (Gbps).
Jadi bandwidth adalah ukuran jumlah data yang dapat melakukan perjalanan lebih dari satu sistem komunikasi yang dialokasikan dalam rentang waktu. Mungkin disebut sebagai kecepatan data. Bandwidth juga memiliki arti bahwa semakin besar bandwidth, bisa menghasilkan komunikasi yang lebih cepat.
Cable modem
Cable modem adalah koneksi menggunakan modem yang memungkinkan sebuah PC untuk dapat mengakses internet menggunakan koneksi kabel televisi. Cable modem selalu terhubung. Cable modem mengkonversikan sinyal digital ke sinyal analog, dan mengkonversi semua sinyal yang masuk dari sinyal analog ke sinyal digital.
Digital subscriber line (DSL)
DSL broadband merupakan teknologi digital yang menggunakan saluran telepon tembaga biasa untuk mengirim dan menerima data. DSL menggunakan kabel yang berbeda untuk data dan telephone, sehingga memungkinkan Anda untuk menggunakan saluran telepon dan data secara bersamaan tanpa mengalami gangguan. DSL selalu terhubung.
Integrated Services Digital Network (ISDN)
ISDN adalah teknologi broadband yang menggunakan saluran telepon digital atau saluran telepon untuk mengirimkan data, video, dan suara. Pengguna dapat mengakses ISDN melalui sambungan dial-up. ISDN line terdiri dari dua saluran pada satu pasangan dari kawat, yang disebut saluran B, yang secara terpisah dapat mendukung kecepatan sampai dengan 64 Kbps. Saluran ini dapat dikombinasikan untuk memberikan efektif bandwidth 128 Kbps. ISDN line juga dilengkapi dengan kontrol saluran, yang disebut saluran D.
Regular telephone lines
Saluran telepon biasa adalah cara yang umum dan banyak digunakan untuk melakukan koneksi ke salah satu penyedia layanan Internet (ISP), menggunakan modem internal maupun eksternal yang mengkonversi data digital ke data analog. Jenis Modem ini hanya mampu mengirimkan data analog. Biasanya, bandwidth maksimum yang ditawarkan modem ini adalah 56 Kbps, namun rata-rata nilai yang sebenarnya akan cenderung setengah ini. Hal ini bahkan terlalu lambat untuk sebagian besar pengguna rumah, sehingga merupakan alasan utama mengapa teknologi seperti ISDN semakin populer.
Satellite access
Satelit akses menyediakan koneksi Internet berkecepatan tinggi dan lebih berguna jika digunakan pada daerah terpencil yang tidak bisa dilakukan dengan menggunakan kabel.
Wireless access
Wireless Access banyak digunakan untuk perangkat komunikasi yang tidak memerlukan kabel. Akses nirkabel biasa digunakan untuk ponsel – seperti telepon selular – dan untuk akses internet di lokasi terpencil ketika transmisi menggunakan kabel mustahil untuk dilakukan. Koneksi ini tidak seperti menggunakan kabel data, karena memiliki biaya yang mahal, dan rentan terhadap faktor-faktor lingkungan.
Berikut ini contoh-contoh koneksi lain yang ada.
Asymmetric digital subscriber line (ADSL)
640 Kbps upstream dan up to 6.1 Mbps downstream
Asynchronous transfer mode (ATM) 25, 45, 155 or 622 Mbps
Used in LAN backbones
Ethernet 10 Mbps to 1 Gbps
Fiber distributed data interface (FDDI) 100 Mbps
Fractional T1 The number of channels of the T1 leased times 64 Kbps but less than full T1 (1.544 Mbps)
Enterprises who do not need the bandwidth of a full T1 line
Frame relay 56 Kbps to 45 Mbps
Corporate WANs – for businesses that need to communicate internationally
G.Lite (also known as DSL Lite) From 1.544 to 6 Mbps (upstream) and 128 to 384 Kbps (downstream)
GSM mobile telephone service 9.6 to 14.4 Kbps
Wireless technology used for mobile telephones
High-bit-rate DSL (HDSL) Up to 3 Mbps
Symmetric (equal upstream and downstream bandwidths) DSL technology, used to provide dedicated WAN links for businesses
Institute of Electrical and Electronics Engineers (IEEE) 802.11b (wireless) 5.5 Mbps or 11 Mbps
A popular wireless technology, widely used in wireless LANs (WLANs)
IEEE 802.11a (wireless) Up to 54 Mbps
Considered as the successor to 802.11b, but incompatible with it
Integrated services digital network DSL (IDSL) 128 Kbps
Home users who cannot use ADSL or HDSL
Integrated services digital network (ISDN) 64 Kbps to 128 Kbps
Home users and small enterprises
Regular telephone (POTS, plain old telephone service) Up to 56 Kbps
Uses a modem to connect a home to an ISP
Synchronous optical network (SONET) 51, 155, 622, 1244, or 2480 Mbps
Most suited for backbones, different set of SONET signaling rates represented by optical carrier (OC) levels, ranging from OC-1 (52 Mbps) to OC-256 (9.6 Gbps)
T1 1.544 Mbps
Connections between large companies and branch offices or an ISP
T3 45 Mbps
Corporations that transmit large amounts of data, and require the increased bandwidth
Token Ring 4 or 16 Mbps
Most suited for LANs, but eclipsed by Ethernet, considered a legacy technology
Very-high-rate DSL (VDSL) Up to 55 Mbps (upstream) and 2.3 Mbps (downstream) over short distances (less than a mile)
Emerging DSL technology
X.25 Up to 2 Mbps, but typically 64 Kbps
Communication between mainframes and “dumb” client terminals, largely replaced by other technologies, but still used in specialist financial application.

Konfigurasi Dial-Up ke mobile-8


Konfigurasi Dial-Up ke mobile-8

1.Pada komputer/laptop/PDA anda,
Klik tombol Start > Settings > Control Panel
Lalu Pilih Network Connections > Create a new connection > Next.

2.Pilih option 'Connect to the Internet' dan klik tombol Next.

3.Pilih option 'Set up my connection manually' dan klik tombol Next.

4.Pilih option 'Connect using a dial-up modem' dan klik tombol Next.

5.Pilih device modem yang akan digunakan, modem Venus misalnya.

6.Ketikkan 'Mobile8' di bawah isian Connection Name dan klik tombol Next.

7.Ketikkan phone number #777. Klik tombol Next.

8.Ketikkan Username: m8-mitra dan Password: m8. Klik tombol Next.

9.Berikan tanda centang pada option 'Add a shortcut to this connection to my desktop' jika Anda menginginkan sebuah shortcut tampil pada desktop. Klik tombol Finish untuk mengakhiri.

Setting IP Address Pada Debian 4.0 Release 7



Pada linux debian 4.0 kernel 2.18 release 7 tidak begitu sulit untuk menyeting IP Addressnya. Tapi kali ini saya akan menyetting IP Addresnya lewat sistem text.
Setelah anda selesai mengintsall debian 4.0 versi text. login terlebih dahulu untuk bisa masuk ke root.
linux : root
password : 12345

setelah itu anda telah masuk ke terminal.

1. masuk ke network interfaces:
linux: vim /etc/network/interfaces
2. kemudian setting IP Address didalmnya:
#This file describes the network interfaces available on your system
#and how to activate them. For more information, see interfaces(5).

# The primary network interface auto eth0

auto eth0
iface eth0 inet static
address 192.168.10.1
netmask 255.255.255.0
network 192.168.10.0
broadcast 192.168.10.255
gateway 192.168.10.1
3. setelah distetting keluar dan simpan IP diatas.
4. setelah itu restart ip addressnya
linux: /etc/init.d/networking restart
5. kemudian cek apakah ipnya sudah tersetting atau belum dengan perinta
linux": ifconfig
6. apabila muncul ip sesuai dengan yang kita atur maka telah berhasil
7. good luck

Mengatur IP Address Jaringan dengan NetSetMan


Jika kita memiliki banyak jaringan yang terhubungan dengan komputer atau laptop baik itu dikantor, sekolah, dirumah ataupun ditempat lainnya, tentu saja agak sedikit merepotkan untuk melakukan perubahan konfigurasi pada kartu jaringan. Mungkin tidak semua pengaturan ip address dari setiap tempat tersebut bisa kita ingat.
Untuk membantu kita dengan mudah melakukan perubahan konfigurasi jaringan pada komputer dan laptop, dapat menggunakan aplikasi gratis (freeware) yang disebut NetSetMan. NetSetMan dapat dengan cepat dan mudah untuk berpindah antar konfigurasi jaringan yang berbeda. Aplikasi ini menyediakan 6 Profil yang bisa kita atur sesuai dengan kebutuhan. Mulai dari Koneksi melalui router, modem, mobile, access point, dll.

Anda dapat memilih opsi-opsi yang diperlukan untuk mengatur dari 6 jaringan :

  • IP Address
  • Subnet Mask
  • Default Gateway
  • DNS Server
  • WINS Server
  • Computer Name
  • Workgroup
  • DNS Domain
  • Default Printer
  • Network Drives
  • NIC Status
  • SMTP Server
  • Hosts File Entries
  • Scripts
Konfigurasi NetSetMan juga dapat kita lihat dari system tray.

Semua konfigurasi akan disimpan secara otomatis dalam sebuah file (settings.ini), sehingga mengizinkan kita untuk dapat menggunakannya kembali dilain waktu atau digunakan pada komputer lain.

 Download NetSetMan

Konfigurasi DNS Server pada Debian Woody


Server Domain Name System (DNS) merupakan server yang menterjemahkan dari penamaan ke IP Address dan juga sebaliknya. DNS ini sangatlah perlu dalam dunia IT. Sebab jika tidak, orang-orang akan disulitkan dengan mengingat alamat-alamat dengan bentuk angka. Misalkan untuk server A alamatnya 10.28.3.25, server B alamatnya 202.100.1.23, server C alamatnya 192.29.34.200. Jika masih sedikit alamat yang perlu diingat, mungkin saya rasa masih mudah. Coba bayangkan jika alamat penomoran tersebut lebih dari 100 nomor, tentu mebutuhkan waktu yang cukup lama untuk mengingat alamat-alamat tersebut.Saya ilustrasikan lagi tentang DNS ini, andaikan sebuah handphone yang memiliki 200 nomor kontak, jika yang punya handphone menghapal nomor kontak satu persatu, sangat membutuhkan memori yang besar dalam mengingatnya. Tapi coba bayangkan jika nomor kontak yang ada di handphone tersebut di buat sekalian nama orangnya dan tampil pada saat ditelpon yang keluar adalah namanya, pasti kita langsung mudah ingat siapa yang menelpon dari pada kita harus mengingat nomor akhir dari nomor handphone tersebut.

Selanjutnya saya akan menjelaskan tentang bagaimana cara kita mengkonfigurasi DNS pada server Linux Debian Woody. Tutorial ini saya buat sekalian untuk dokumentasi belajar saya jika suatu saat saya lupa akan ilmu-ilmu yang pernah saya pelajari.

Pertama jangan lupa siapkan peralatan yang diperlukan, seperti pc server, CD debian Woody, dll. Disini saya menganggap bahwa server yang akan anda gunakan telah terinstall dengan sistem operasi Debian Woody. Jika belum, silahkan anda install terlebih dahulu.

Adapun paket yang kita gunakan adalah bind9. Paket ini telah ada pada CD bawaan Linux Debian. Untuk lebih jelasnya coba anda cek dengan menggunakan perintah dselect.

Setelah anda menemukan paket bind9 tersebut pada tampilan dselect, terserah anda mau menginstal paket lewat dselect atau lewat perintah apt-get install bind9 (dalam hal ini saya menggunakan perintah apt-get install bind9).
apt-get install bind9

Tunggu proses instalasi selesai. Setelah selesai, masuk ke direktori bind yang berada dalam direktori etc. Gunakan perintah vi dan edit file named.conf. Yang perlu anda tambah adalah :
zone "ayel-blog.org" { 
type master; 
file "/etc/bind/db.aye"; 
};

Ingat untuk ayel-blog.org hanya merupakan contoh dari saya. Anda tinggal menggantikan sesuai dengan yang anda inginkan. Script diatas bertujuan untuk membuat domain (baris zone) pada server dns yang kita punya, dengan nama domainnya adalah ayel-blog.org. Adapun lokasi penyimpanannya/databasenya terletak pada baris script file. Jadi didalam file db.ayel inilah berisikan tentang Host(A), Alias (CNAME), Pointer (PTR) dll. Lihat contoh dibawah ini :

;
; BIND data file for local loopback interface
;
$TTL 604800 
@ IN SOA ayel-blog.org root.ayel-blog.org ( 
  1 ; Serial
  604800 ; Refresh
  86400 ; Retry
  2419200 ; Expire
  604800 ) ; Negative Cache TTL
; 
  IN NS ayel-blog.org.
ns1 IN A 172.28.14.1
172.28.14.1 IN PTR ns1
www IN CNAME ns1

Nah, untuk script diatas, penjelasannya sebagai berikut: NS di isi dengan dns yang telah kita buat pada file named.conf (ayel-blog.org). ns1 merupakan script tambahan yang mana merupakan Host (A) dengan IP Address 172.28.14.1. PTR merupakan pointer, dalam hal ini untuk IP Address 172.28.14.1 diarahkan pada ns1. Selanjutnya www merupakan alias (CNAME) dari ns1. Untuk alias ini anda tinggal menambahkan sesuai dengan kebutuhan anda. Jika anda telah mengedit file db diatas, langkah selanjutnya simpan dan jalan servicenya.
/etc/init.d/bind9 restart

Langkah selanjutnya, gunakan perintah nslookup nama_domain_anda untuk mengecek keberadaan domain yang baru saja anda buat atau anda dapat langsung menggunakan perintah ping nama_domain_anda.
nslookup www.ayel-blog.org

atau
ping www.ayel-blog.org

Jika setelah melakukan perintah nslookup www.ayel-blog.org anda melihat IP address domain yang anda buat tadi ada, maka konfigurasi dns anda telah selesai, atau jika mengguakan perintah ping koneksinya jalan, maka konfigurasi dns yang anda lakukan telah selesai dengan status berhasil.

Konfigurasi DHCP Server Pada Debian Woody


Kenapa seorang admin menggunakan server DHCP pada jaringan mereka? Tidak lain tidak bukan adalah untuk memudahkan kerja seorang admin dalam mengkonfigurasi TCP/IP pada setiap komputer klien yang ada dijaringannya. Bayangkan jika komputer klien yang akan disetting sebanyak 1000 komputer, mungkin baru 1 sampai 500 komputer saja sudah kewalahan. Nah itulah salah satu kelebihan yang diberikan dari server DHCP ini. Terus bagaimanakah proses kerja dari sebuah server DHCP ?Pertama, komputer klien merequest IP address ke server DHCP (IP Least Request) dalam hal ini broadcast merupakan peran utama dalam mencari server DHCP pada sebuah jaringan. Setelah server DHCP ditemukan maka server DHCP tersebut akan memberikan penawaran kepada klient (IP Least Over) dan klienpun memilih penawaran yang diberikan oleh server DHCP tersebut dan melakukan broadcast lagi untuk menyetujui peminjaman IP yang diberikan oleh server tersebut (IP Lease Selection). Terakhir, server DHCP memberikan IP address untuk dipinjamkan kepada klien dengan ketentuan-ketentuan yang sudah di set terlebih dahulu oleh admin server tersebut, misalnua batas waktu peminjaman ip, dll (IP Lease ackhowledge). Berikut konfigurasi DHCP Server pada Debian Woody:
Sebelumnya anda harus menyiapkan keperluan-keperluan yang dianggap perlu untuk mengkonfigurasi DHCP Server (dalam hal ini saya menganggap bahwa server yang anda punya telah terinstal dengan sistem operasi Linux Debian Woody), misalnya CD Debian Woody dll.
Langkah pertama instal dulu paket DHCP nya, dalam hal ini saya menggunakan paket dhcp3-server caranya ketik perintah instalasi paket serperti dibawah ini, dan jangan lupa untuk memasukkan CD instalasinya :
apt-get install dhcp3-serverNB : Selain cara diatas, kita juga dapat menginstalasi paket dengan menggunakan perintah dselect dan memilih nama paket yang telah tersedia. Pastikan lagi bahwa paket dhcp3-server telah terinstal dengan menggunakan perintah :
dpkg –l grep dhcp3-server
dhcp3-server 3.0+3.0.1rc9-2
DHCP Server for automatic IP address
Jika keterangan diatas yang tampil, maka anda telah siap untuk mengkonfigurasi file DHCP server. Adapun nama file tersebut adalah dhcpd.conf yang berada didalam direktori /etc/dhcp3/dhcpd.conf. Caranya ketikkan perintah editor seperti dibawah ini :
vi /etc/dhcp3/dhcpd.confNah, jika file konfigurasi dhcp anda sudah terbuka, anda tinggal mengedit sintak-sintak yang ada. Diantaranya yang perlu anda tambah/ubah adalah sebagai berikut :
domain-name “ayel-blog.org”;
option domain-name-servers ns1.ayel-blog.org, ns2.ayel-blog.org;
subnet 10.28.4.0 netmask 255.255.255.0 {
range 10.28.4.10 10.28.4.40;
option routers 10.28.4.1;
}
Keterangan : option domain-name “ayel-blog.org”; –> diisi dengan nama domain yang kita punya, dalam hal ini domain yang saya punya adalah ayel-blog.org (anda tinggal menyesuaikan saja dengan domain yang anda punya) option domain-name-servers ns1.ayel-blog.org, ns2.ayel-blog.org; –> diisi dengan nama domain server, misalkan : ns1.ayel-blog.org. Disini anda juga boleh menggantikan nama domain server ini dengan alamat IP domain server anda. Dan satu lagi, nama domain server ini boleh diisi lebih dari satu. subnet 10.28.4.0 netmask 255.255.255.0 {range 10.28.4.10 10.28.4.40;option routers 10.28.4.1;} subnet dan netmask merupakan alamat IP network jaringan yang digunakan dan subnet netmask berdasarkan alamat IP tersebut.
Sedangkan range merupakan batasan pemberian IP kepada klien, dari IP 10.28.4.10 sampai IP 10.28.4.40. Sedangkan option routers diisi berdasarkan IP gateway yang telah ditentukan dalam jaringan anda. Jika konfigurasi diatas telah anda lakukan, jangan lupa untuk menyimpan hasil konfigurasi anda (perintah wq). Dan jangan lupa pula untuk menjalankan service DHCP Server anda dengan menggunakan perintah :
/etc/init.d/dhcp3-server start;(untuk menjalankan servis)/etc/init.d/dhcp3-server stop(untuk mematikan servis)
/etc/init.d/dhcp3-server restart
(menjalankan ulang servis).
Langkah selanjutnya anda tinggal mencoba di klien (windows) dengan mengeset “Obtain an IP address automatically” dan klienpun siap menggunakan IP Address dari server DHCP yang anda buat. Anda bisa menggunakan perintah dibawah ini pada client :ipconfig /release (untuk menghapus ip dari server dhcp) ipconfig /renew (untuk meminjam kembali ip dari server dhcp) ipconfig /all (untuk melihat secara keseluruhan ip address).

Konfigurasi Web Server Pada Debian Woody


Web Server merupakan sebuah server yang berfungsi menerima permintaan HTTP/HTTPS dari klien yang menggunakan aplikasi web browser dan mengirimkan kembali hasilnya dalam bentuk halaman-halaman web yang umumnya berbentuk dokumen HTML. Web server yang sekarang cukup terkenal dan bersifat open source adalah Apache. Sedangkan Internet Information Service (IIS) merupakan web server yang dikeluarkan oleh Microsoft dengan lisensi Microsoft pula.Apache merupakan web server yang handal dan dapat berjalan baik pada platform yang berbeda (Misalnya : Linux, Windows dll), sedangkan IIS hanya dapat beroperasi pada sistem operasi Windows Saja. Disini saya beranggapan bahwasanya anda telah mengkonfigurasi DNS server dan siap untuk digunakan. Sebelum mengkonfigurasi web server, terlebih dahulu instal paket untuk web server. Ingat, untuk paket dan versi yang anda gunakan, sesuaikan dengan kebutuhan server anda. Disini saya hanya menjelaskan tentang konfigurasi yang intinya saja.
Untuk kelanjutannya, tunggu artikel/tutorial saya yang berikutnya. Cara mengistal paket Web server (saya nginstalnya langsung sekali gus)
apt-get install apache php4 mysqlSetelah terinstal paket-paket diatas tersebut, yang pertama yang harus anda lakukan adalah mengkonfigurasi file : httpd.conf yang berada didalam direktori /etc/apache.
vi /etc/apache/httpd.confKemudian cari script dibawah ini dan hilangkan tanda (#) didepan script tersebut untuk mengaktifkannya
#LoadModule php4_module /usr/lib/apache/1.3/libphp4.somenjadi
LoadModule php4_module /usr/lib/apache/1.3/libphp4.soIngat, ini ada kaitannya dengan konfigurasi php, biasanya baris ini sudah secara otomatis diaktifkan atau tanda (#) nya sudah dihapus secara otomatis, jadi anda tinggal memeriksa saja apakah sudah aktif atau belum. Jika belum, silahkan hapus tanda (#) untuk mengaktifkan script tersebut. Setelah itu cari baris port dan sesuaikan dengan port yang akan anda terapkan pada web server anda. Dalam hal ini default portnya adalah port 80. Setelah itu cari juga baris ServerAdmin dan ganti dengan alamat email admin yang menangani masalah web server yang anda punya. Ex :
port 80
ServerAdmin webmaster@ayel-blog.org
Jangan lupa cari juga baris ServerName, isikan sesuai dengan servername yang ada pada server DNS yang anda buat sebelumnya, hal ini ada kaitannya dengan posting mengenai Konfigurasi DNS Server Pada Debian Woody, dan yang saya buat berikut ini sesuai dengan postingan sebelumnya. Kemudian tambahkan index.php atau file yang anda inginkan untuk dibaca secara otomatis didalam DirectoryIndex, dalam hal ini maksud kita menambahkan index.php agar supanya file index.php yang berada di dalam direktori public_html terbaca secara otomatis. Anda juga Bisa menambahkan nama file yang lain sesuai dengan yang anda inginkan atau nama file index yang sering digunakan, misalnya : home.html, index.asp, index.ayel dan lain-lain). Ex:
DirectoryIndex index.html index.htm index.php home.htmlSetelah menambahkan file index diatas, langkah selanjutnya tambahkan baris dibawah ini pada baris terakhir dari file httpd.conf. Ex :
NameVirtualHost 172.28.14.1

ServerName ayel-blog.org
ServerAlias www.ayel-blog.org
DocumentRoot /home/ayel/public_html
ServerAdmin webmaster@ayel-blog.org

ServerName blog.ayel-blog.org
DocumentRoot /home/blog/public_html
ServerAdmin webmaster@ayel-blog.org
Script diatas merupakan script minimalis yang ada pada web server yang akan anda buat. Jangan lupa untuk menggantikan alamat domain sesuai dengan yang anda punya. Misalkan pada domain ayel-blog.org, silahkan ganti dengan yang anda punya dan sesuaikan pula dengan IP yang sudah anda set terlebih dahulu. Jika anda ingin menambahkan lagi VirtualHost, silahkan tambah pada akhir baris selanjutnya sesuai dengan domain yang telah anda buat pada file database dns anda. Setelah selesai, simpan hasil konfigurasi anda dan buatlah direktori public_html didala direktori /etc/skel. Caranya :
mkdir /etc/skel/public_htmlFungsi dari kita membuat direktori public_html di dalam direktori /etc/skel adalah agar pada saat kita menambahkan/membuat user baru, direktori public_html akan secara otomatis di tambahkan didalam direktori usernya /home/nama_user/public_html. Langkah selanjutnya adalah menambahkan/membuat user baru (user ayel dan user blog), caranya :
adduser ayel (enter, dan isikan passwordnya)
adduser blog (enter, dan isikan passwordnya)
Setelah semuanya selesai, jangan lupa untuk merestart web server anda dengan menggunakan perintah :
/etc/init.d/apache restartSetelah anda selesai merestart web server anda, langkah selanjutnya adalah menguji web server yang telah anda buat. Caranya, buka web browser anda (Misalnya : Internet Exploreer, Opera, Firefox, dll) dan ketikkan diaddress http://www.ayel-blog.org. Jika pada tampilan web browser anda yang keluar adalah Index Of, maka web server anda sudah jalan, dan langkah selanjutnya anda tinggal meng upload data-data web yang anda punya.

Mudah Konfigurasi Jaringan Di Vista


Salah satu dari sekian banyak perubahan dan peningkatan yang ada di Vista terletak pada fitur jaringannya (networking). Di Vista, Microsoft berusaha untuk meningkatkan performa jaringan dan keamanan. Tapi user dihadapkan kepada tampilan baru dan interface yang berbeda dari pendahulunya (XP). Di Windows XP, opsi konfigurasi jaringan bisa dibilang tegas dan langsung tepat pada sasaran. Tapi, Anda tidak bisa mendapatkan informasi mengenai jaringan tersebut dalam satu tempat. Di Vista, Microsoft telah membuat hal tersebut menjadi lebih mudah namun user harus membiasakan diri dengan tampilannya yang baru. kali ini syah akan menampilkan beberapa perubahan di Windows Vista yang berkaitan dengan jaringan. Dan juga akan ditampilkan bagaimana cara melakukan konfigurasi umum jaringan di Vista. Jadi, untuk mempraktikkan tutorial kali ini, komputer Anda harus berada di dalam sebuah jaringan, setidaknya jaringan dengan dua komputer.Pengenalan Jaringan di Vista


Network and Sharing Center
Network and Sharing Center (NSC) adalah tempat dimana Anda bisa jaringan atau Internet. Bisa dibilang NSC bertindak mengonfigurasi semua hal yang berkaitan dengan NSC bisa diakses melalui icon status jaringan yang sebagai pusat kontrol untuk jaringan. ada di system tray atau melalui Control Panel. Seperti yang Anda lihat, NSC menyediakan peta visual dari jaringan yang ada di kantor atau rumah. Coba klik View full map maka Anda akan disediakan cara mudah untuk mengakses semua resource, baik dari PC ataupun perangkat yang di-sharing melalui jaringan. Agar peta jaringan bisa ditampilkan secara penuh maka jenis koneksi harus diubah dulu menjadi private. Persis di bawah peta jaringan, Anda bisa melihat dan mengakses informasi mengenai koneksi yang sedang aktif. Klik link Customize untuk mengubah nama koneksi, jenis koneksi (Private atau Public), dan icon yang dipakai. Di bagian paling bawah atau Sharing and Discovery, Anda akan disediakan status yang berkaitan dengan masalah sharing. Tidak hanya itu saja, dari situ Anda bisa langsung melakukan perubahan terhadap sharing, dimana ini merupakan peningkatan yang jauh dari yang ada di XP. Di bawahnya lagi ada link Show me all the files and folder I am sharing, yang langsung bisa menunjukkan folder dan file mana saja di harddisk yang sedang dalam kondisi di-sharing ke user lain pada PC yang sama. Sedangkan Show me all the shared network folder on this computer menunjukkan folder mana saja dari komputer ini yang sedang dalam kondisi di-sharing ke jaringan. Di task pane yang ada di sebelah kiri jendela menyediakan akses secara langsung ke berbagai setting yang sudah cukup familiar, termasuk akses ke Internet Options danWireless Firewall.

Skema Klasifikasi Jaringan
Di Vista, saat kali pertama menghubungkan diri ke jaringan, Anda harus mengklasifikasikan jenis/lokasi, apakah itu Home/Work atau Public.Fitur ini sangat berguna karena secara otomatis akan memodifikasi setting jaringan yang tepat dengan apa yang dipilih. Misalnya, Anda sedang terhubung lewat hotspot yang ada di cafe maka yang Anda pilih tentunya Public. Lalu, Vista akan secara otomatis men-disable semua yang berkaitan dengan pencarian jaringan dan sharing untuk melindungi data-data pribadi sewaktu berada di jaringan yang tidak aman. Begitu Anda kembali ke jaringan Home/Work, semua yang tadi di disable akan diaktifkan kembali.

Dukungan untuk Jaringan Wireless Non-Broadcast
Windows Vista memudahkan kita untuk menggunakan jaringan wireless yang tidak memancarkan SSID (nama jaringan) sendiri. Di Windows XP, jaringan seperti ini tidak akan nampak didaftar jaringan yang tersedia. Tapi di Vista akan muncul sebagai

Unnamed Network. Bila di XP kita harus menambahkan jaringan wireless non-broadcast secara manual, di Vista tinggal dipilih saja, lalu klik Connect, dan jika ditanya SSID-nya tinggal tulis saja sesukanya.

My Network Places
Anda pasti sudah bekerja dengan Windows dalam waktu yang cukup lama. Mungkin Anda masih ingat Network Neighborhood dari Windows 95 dan My Network Places yang ada di Windows XP. Di Vista sudah diubah namanya menjadi Network. Untuk mengaksesnya masih sama seperti di XP, yaitu melalui Windows Explorer.

Koneksi Wi-Fi
Seperti sudah dijelaskan sebelumnya, ada banyak perubahan pada fitur jaringan di Vista. Namun meskipun interfacenya sudah diatur ulang dan ditingkatkan, biasanya pengguna justru kurang senang karena masalah kebiasaan. Pada bagian ini, kita akan coba mengulas bagaimana cara melakukan koneksi ke jaringan wireless dan konfigurasi jaringan lainnya

Koneksi ke Jaringan Wireless
Klik kanan icon status jaringan yang ada di system tray dan pilih Connect to a network.
Pilih koneksi yang diinginkan lalu klik Connect.
Selanjutnya, mungkin Anda akan diinformasikan bahwa jaringan yang sedang dicoba itu tidak aman (tidak menggunakan WEP atau WPA). Anda bisa pilih Connect Istilah lain dari ad-hoc adalah Computer to Computer. Jaringan Setup ad-hoc sudah berhasil dan jaringan ad-hoc ini akan muncul di daftar jaringan wireless yang ada. Bila ada user ini biasanya dipakai untuk aktivitas sharing file sementara,presentasi atau melakukan koneksi Internet antar komputer Anyway untuk tetap melanjutkan koneksi atau memasukkan password bila jaringan tersebut merupakan jaringan yang terproteksi.
Begitu koneksi berhasil, Vista akan memberitahukannya.

Membuat Jaringan Ad-hoc (Komputer ke Komputer)
Dalam sebuah jaringan ad-hoc, komputer dan perangkat lainnya terhubung secara langsung tanpa melalui hub dan router istilah lain dari ad-hock adalah computer to computer, jaringan ini biasa dipakai untuk aktivitas sharing file sementara presentasi atau melakukan koneksi internet antar computer. Komputer dan perangkat yang berada dalam jaringan ad-hoc harus berada dalam jarak kurang dari 10 meter, karena ad-hoc hanya bisa dilakukan secara wireless. Jadinya komputer dan perangkat yang digunakan harus memiliki adapter wireless. Beginilah cara setting-nya:
Masuklah ke NSC, kemudian di task panel sebelah kiri, pilih Set up a connection or network
Di jendela yang muncul, pilih Set up a wireless ad hoc (computer-to-computer) network, lalu klik Next. Saat proses setup ad-hoc, koneksi wireless yang sedang jalan mungkin bisa terputus dahulu.
Selanjutnya, isi network name sesuka Anda. Di Security type pilih WEP dan di Security key isi dengan password sesuka Anda. WEP dipilih karena merupakan metode keamanan yang paling banyak digunakan. Artinya, kompatibilitas perangkatnya pun semakin luas. lain yang mencoba untuk connect, akan terlihat statusnya berubah menjadi Connected.

Memodifikasi Daftar Jaringan
Sama seperti pengaturan jaringan pada umumnya, melalui NSC Anda bisa mengatur settingan indiviual untuk tiap jenis koneksi.
Masuk ke NSC, dan klik Manage wireless networks pada task panel yang ada di sebelah kiri.
Muncul jendela yang menampilkan daftar jaringan.
Dari sini, Anda bisa mengonfigurasikan tiap koneksi. Contohnya mengonfigurasikan auto connect dan sekuriti.

Memeriksa Detail Koneksi
Di Windows XP, sangatlah mudah untuk mengakses informasi koneksi jaringan secara detial. Tinggal klik dua kali pada icon status jaringan yang ada di system tray maka langsung disajikan informasi detail mengenai alamat IP, status koneksi, durasi, dan sebagainya. Tapi di Vista tidak sesederhana itu. Untuk mengakses info detail mengenai jaringan, ikuti langkah berikut:
Masuk ke NSC dan klik View status.
Akan muncul jendela Wireless Network Connection Status yang menmpilkan info detail tentang status jaingan.
Namun untuk melihat alamat IP, klik Details, dan akanmuncul alamat IP-nya.

Sharing
Meskipun pengaturan sharing resource sekilas hampir sama dengan di XP, buat yang kali pertama mempelajari hal ini cukup membingungkan. Oleh karena itu, syah akan menunjukkan langkah demi langkah bagaimana cara melakukan sharing dan konfigurasinya.

Sharing File Menggunakan Folder Public
Windows Vista tidak memiliki folder Shared Documents seperti yang dimiliki XP. Tapi ada folder Public yang menawarkan cara mudah untuk men-sharing file dengan komputer lain dijaringan yang sama dan account lain pada PC yang sama. Folder Public bisa diakses melalui Windows Explorer. Dan untuk men-sharing file dengan user lain di PC atau jaringan yang sama, masukkan file yang diinginkan ke dalam salah satu folder Public. Biarpun Vista secara otomatis secara otomatis men-sharing folder Public, ada batasan keamanan untuk membantu mencegah hal yang tidak diinginkan terhadap folder Public saat berada dijaringan yang tidak dipercaya atau di tempat umum. Batasan tersebut adalah pengklasifi kasian jaringan Home/Work atau Public yang sebelumnya sudah dijelaskan. Folder Public juga bisa di-disable melalui NSC. Caranya, pada Sharing and Discovery, klik lampu hijau pada Public folder sharing dan pilih Turn off sharing, lalu Apply.

Sharing Folder yang Spesifik
Selain memasukkan file ke dalam folder Public, untuk melakukan sharing Anda juga bisa menerapkannya pada setiap folder yang ada di Windows, sama seperti di XP. Cara melakukannya pun tidak jauh berbeda dengan di XP, namun cukup membingungkan untuk kali pertamanya.
Klik kanan folder yang ingin di-sharing dan pilih Share.
Akan muncul sebuah daftar berisi nama user dan tingkat izin yang diberikan untuk mengakses folder yang di-sharing. User account yang saat ini sedang login akan secara otomatis dimasukkan ke dalam daftar ini. sharing. User account yang saat ini sedang login akan secara otomatis dimasukkan ke dalam daftar ini.
Untuk men-sharing folder ke semua user yang ada di dalam jaringan atau PC yang sama, klik drop down list dan pilih Everyone (All user in this list), lalu klik Add.
Setelah menambah user, Anda bisa memodifikasi tingkat izin (Permission Level) yang bisa diterapkan ke tiap user. Ada tiga jenis level, yaitu:
Reader: hanya bisa melihat file, tapi tidak bisa menambah, mengubah atau menghapus.
Contributor: bisa melihat atau menambah, tapi hanya bias mengubah atau menghapus fi le yang dia kontribusikan.
Co-owner: bisa melihat, menambah, mengubah atau menghapus.
Setelah menambah user dan menentukan izinnya, klik tombol Share. Kemudian, Windows akan menampilkan path-nya.
Untuk mengakses folder yang baru di-sharing ini dari komputer lain, di komputer lain tersebut melalui Windows Explorer, tulis IP komputer yang dituju.

Sharing Printer
Sama seperti di XP, untuk men-sharing printer yang ada di PC kita ke user lain yang ada di jaringan juga sangat mudah.

Buka folder Printers yang ada di Control Panel.
Klik kanan printer yang ingin di-sharing dan pilih Sharing.
Beri tanda centang pada Share this printer dan beri nama sesuka Anda.
Bila Anda ingin proses render sprint dilakukan oleh komputer yang ada printer-nya ini maka hilangkan tanda centang pada Render print jobs on client computer. Konsekuensinya adalah semakin banyak user yang melakukan proses cetak maka beban kerja komputer ini akan semakin bertambah. Tapi bila proses render print ingin dilakukan oleh masing-masing komputer maka beri centang.

Menggunakan Printer yang Di-sharing
Bila baru saja kita mencoba men-sharing printer yang ada di PC kita ke jaringan, kini kita coba sebaliknya, yaitu mencoba menggunakan printer yang ada di komputer lain melalui jaringan.
Buka folder Printers yang ada di Control Panel , lalu klik Add Printer
Pilih opsi Add a network, wireless or Bluetooth printer
Windows akan segera mencari printer mana saja yang di-sharing melalui jaringan. Apabila tidak ditemukan apa-apa, klik The printer that I want isn’t listed.
Kemudian pilih Browse for a printer.
Akan muncul semua komputer yang ada di jaringan. Tugas Anda adalah mencari nama komputer dimana printer tersebut terhubung. Jika printer tersebut aktif, akan muncul nama sharingnya.
Bila berhasil dan ingin dijadikan printer default, beri tanda centang pada Set as default printer. Klik Finish untuk menyelesaikan.
Kembali lihat folder Printer yang ada di Control Panel, di situ pasti sudah terlihat printer yang di-sharing lewat jaringan.

Mengaktifkan Proteksi Password
Di Vista, Anda bisa memberikan password untuk folder yang di-sharing. Saat diberi password, folder-folder tidak bisa diakses oleh user lain yang ada di jaringan. Folder tersebut hanya bisa diakses oleh user lain yang berada di PC yang sama.
Masuk ke NSC.
Di bagian Sharingand Discovery, klik Password protected sharingdan pilihTurn on password protected sharing, kemudian Apply.

Memetakan Drive Jaringan
Sebelum mempraktikkan pemetaan drive jaringan, Anda harus mengetahui dulu apa yang dinamakan dengan drive mapping. Drive mapping adalah huruf yang dipakai untuk menandai sebuah drive di Windows. Yang paling umum adalah A: untuk floppy, C: untuk harddisk primer, dan seterusnya. Jika Anda berada dalam sebuah jaringan, drive mapping juga bisa dipakai untuk menandai drive lain yang ada di jaringan. Bagaimana cara memetakan drive-drive tersebut?

Di Windows Explorer, klik menuTools, Map Network Drive.
Pertama,tentukan huruf yang akan dipakai untuk drive tersebut sesuka Anda.
Pada bagian folder, bisa diisi dengan lokasi remote server, komputer lain yang bisa diakses, FTP atau bahkan folder yang di-sharing dari komputer Anda sendiri.

Jika ingin diisi dengan remote computer, tulis \\ yang diikuti dengan nama remote computer tersebut atau alamat IP-nya, kemudian diikuti dengan nama folder-nya. Misalnya \\192.168.0.1\public atau \\SYAH69\Musik.
Jika ingin diisi dengan folder yang ada di komputer Anda sendiri, tulis \\127.0.0.1\ atau \\Namakomputer\ yang diikuti dengan nama folder yang di-sharing. Misalnya \\127.0.0.1\Musik.

Buka Windows Explorer dan akan muncul drive baru.

Tip & Trik Seputar Networking

Tutorial selanjutnya adalah menampilkan beberapa tip & trik sederhana di Vista, untuk membantu Anda melakukan transisi dari Windows XP.

Icon Network di Desktop
Network sebagai pengganti My Network Places tidak ditempatkan secara otomatis di desktop. Icon yang ditempatkan secara otomatis hanyalah Recycle Bin. Biarpun Network bisa diakses melalui Windows Explorer, tidak ada salahnya apabila kita membuat shortcut-nya didesktop.

Klik pada kanan desktop dan pilih Personalize.
KlikChange desktop iconspada task pane dikiri.
Beri tanda centang pada Network lalu klik OK.

Akses Cepat ke Network Connections
Men-disable atau meng - enable sebuah koneksi di XP bias dilakukan dengan cara mengklik kanan icon status jaringan yang ada di system tray, lalu pilih disable atau enable. *2v Tapi di Vista harus membuka dulu NSC, kemudian klik link Connect atau Disconnect. Daripada harus begitu, kenapa tidak dibuat saja shortcutnya:
Klik kanan desktop dan pilih New, Shortcut.
Dalam field lokasi, isi dengan

explorer.exe : : { 7 0 0 7 A C C 7 - 3 2 0 2 - 1 1 D 1 - AAD2-00805FC1270E}.
Beri nama untuk shortcut-nya sesuka Anda.Klik Finish.


Mengubah Network Menjadi My Network Places
Seperti telah dijelaskan sebelumnya, My Network Places di Windows XP telah diubah namanya menjadi Network. Tidak ada fungsi vital apabila nama tersebut diganti, ini cuma masalah kebiasaan saja. Untuk mengganti nama, tidak semudah seperti mengklik icon terus di-rename. Ada jalan lain yang harus ditempuh melalui registry.
Buka regedit melalui Start menu.
Arahkan..ke HKEY_CURRENT_USER\Software\Classes\LocalSettings\Software\Microsoft\Windows\Shell\MuiCache, dan cari key bernama @C:\Windowssystem32\NetworkExplorer.dll,-1.
Klik dua kali key tersebut dan di Value data, ganti dengan My Network Places atau apapun sesuka Anda.
Tutup regedit dan refresh desktop. Maka baik di desktop atau Windows Explorer, Network akan berubah menjadi MyNetwork Places.
Selasa, 25 Mei 2010

Proses Installasi Netkit2


 
Proses Installasi Netkit2
Salam.
Setelah berlama-lama surfing, akhirnya saya mendapatkan aplikasi yang cocok bagi seorang admin jaringan pemula. Netkit2. Netkit menurut sang pembuatnya merupakan The poor man’s system for experimenting computer networking. Jika ditelusuri lebih jauh, memang seperti itu, sesuai fungsinya. Tapi jangan salah, biar miskin kaya akan fitur. :D. Emangnya Ryuzaki, miskin tapi nggak kaya. :D. Dan harus dibiasakan kita bekerja dalam lingkungan Linux. Saya sarankan anda menggunakan Linux Slackware 10 atau yang lebih tinggi lagi. Saya sendiri menggunakan slackware 12. Cukup ringan. Sebelumnya silahkan anda mengunduh packet-packet ini terlebih dahulu, packet ini bersemayam di http://www.netkit.org

netkit-2.4.tar.bz2
netkit-filesystem-F2.2.tar.bz2
netkit-kernel-K2.2.tar.bz2

Setelah
selesai, maka saya sarankan anda untuk menaruh packet-packet tersebut dalam directory home milik anda, sebagai contoh saya menaruhnya di home directory milik saya :

alk@house:/home/alk$ ls ...
netkit-2.4.tar.bz2*
netkit-filesystem-F2.2.tar.bz2*
netkit-kernel-K2.2.tar.bz2* ...

Langsung saja anda extract packet packet tersebut ...

alk@house:/home/alk$ tar -xjf netkit-2.4.tar.bz2*
alk@house:/home/alk$ tar -xjf netkit-filesystem-F2.2.tar.bz2*
alk@house:/home/alk$ tar -xjf netkit-kernel-K2.2.tar.bz2*

Setelah
proses extract selesai, terdapat directory netkit2. Yang harus anda lakukan sekarang adalah mendaftarkan kepada pemakaman terdekat letak persemayaman netkit2.

export NETKIT_HOME=/home/alk/netkit2
export MANPATH=:$NETKIT_HOME/man
export PATH=$NETKIT_HOME/bin:$PATH

Setelah selesai maka silahkan masuk ke directory netkit2. Langkah selanjutnya adalah mengecek konfigurasi tadi.

alk@house:/home/alk/netkit2$ ./check_configuration.sh

Apabila di paling bawah ditampilkan tulisan seperti dibawah ini, maka anda telah berhasil menyemayamkan jenazah netkit2. Hi hi hi hi ...

[ READY ] Congratulations! Your Netkit setup is now complete!
Enjoy Netkit!

Setelah semua proses diatas selesai anda bisa bercanda, dan bermesraan dengan teman baru anda ini. :D~~
Untuk mengetahui apakah proses installasi yang anda jalankan berhasil, lakukan percobaan seperti dibawah ini.

alk@house:~/netkit2$ vstart pc1 --eth0=A;
Apabila muncul windows mini baru, silahkan maju ke langkah berikutnya.

Simple Router
Di sarankan untuk memahami konsep routing.
Router
memiliki kemampuan melewatkan paket IP dari satu jaringan ke jaringan lain yang mungkin memiliki banyak jalur diantara keduanya. Dengan netkit2 anda bisa mencoba untuk mengemulasikannya.

Pertama anda sediakan 2 virtual pc, dan 1 router dengan 2 ethernet card.

alk@house:~/netkit2$ vstart pc1 --eth0=A;
alk@house:~/netkit2$ vstart pc2 --eth0=B;
alk@house:~/netkit2$ vstart router1 --eth0=A --eth1=B;

Sebelum masing-masing komputer bisa berkomunikasi, interface dari ethernet harus dikonfigurasi terlebih dahulu.
Masuk ke konsole pc1

pc1:~# ifconfig eth0 192.168.10.5 netmask 255.255.255.0 broadcast 192.168.10.255

Kemudian masuk ke konsole pc2, dalam hal ini kita akan membuat kelas yang berbeda, karena kita akan menggabungkan 2 lan.

pc2:~# ifconfig eth0 192.168.20.4 netmask 255.255.255.0 broadcast 192.168.20.255

Yang anda dapatkan jika mencoba untuk melakukan ping dari pc1 ke pc2 adalah :
pc1:~# ping 192.168.20.4
Connect: Network is unreachable

Maka
anda harus mengkonfigurasi router1 sebagai penjembatan untuk menghubungi 2 lancard yang interfacenya berbeda. Oleh karena itu pada router tersebut dibutuhkan minimal 2 ethernet card. Silahkan masuk ke konsole router1

router1:~# ifconfig eth0 192.168.10.254 netmask 255.255.255.0 broadcast 192.168.10.255

coba anda lakukan ping ke pc1, hasilnya adalah reply dari pc1.

router1:~# ping 192.168.10.5
64 bytes from 192.168.10.5 ...
bla bla bla bla ( capek kalo diketik semua, males kalo harus di capture :D )

tetapi
anda akan mendapatkan komentar Network is unreachable lagi jika anda mencoba untuk melakukan ping ke pc2, karena anda belum melakukan konfigurasi ethernet interface yang berhubungan dengan pc2 tersebut. Yang harus kita lakukan adalah konfigurasi ethernet yang ke 2.

router1:~# ifconfig eth1 192.168.20.1 netmask 255.255.255.0 broadcast 192.168.20.255

Di sini router1 telah dapat berkomunikasi dengan pc1, dan pc2. Tetapi pc2 belum bisa berkomunikasi dengan pc1 ataupun sebaliknya. Disinilah letak router1 sebagai router untuk meneruskan packet ip dari satu jaringan ke jaringan yang lain.

Maka yang harus dilakukan adalah meletakkan si router1 sebagai default gateway kedua jaringan tersebut, dalam hal ini pc1 sebagai jaringan pertama, dan pc2 sebagai jariangan yang kedua.
Silahkan masuk ke konsole pc1, dan lakukan perintah seperti ini.

pc1:~# route add default gw 192.168.10.254
ini menjadikan interface ethernet pertama ( eth0 ) milik router sebagai gatewaynya.

Silahkan masuk ke konsole pc2, dan lakukan perintah seperti ini.

pc1:~# route add default gw 192.168.20.1

ini menjadikan interface ethernet kedua ( eth1 ) milik router sebagai gatewaynya.

Setelah itu pc1 dan pc2 dapat berkomunikasi meskipun ip kelas mereka berbeda. Hup hup hup hurray !!

Ya, tutorial jaringan untuk sesi ini saya cukupkan dulu. Terima kasih sudah jauh-jauh nyasar kemari hanya untuk membaca tutorial butut ini.

Wassalam.

Tipe dari Jaringan Nirkabel


Sama halnya seperti jaringan yang berbasis kabel, maka jaringan nirkabel dapat diklasifikasikan ke dalam beberapa tipe yang berbeda berdasarkan pada jarak dimana data dapat ditransmisikan.

· Wireless Wide Area Networks (WWANs)
Teknologi WWAN memungkinkan pengguna untuk membangun koneksi nirkabel melalui jaringan publik maupun privat. Koneksi ini dapat dibuat mencakup suatu daerah yang sangat luas, seperti kota atau negara, melalui penggunaan beberapa antena atau juga sistem satelit yang diselenggarakan oleh penyelenggara jasa telekomunikasinya. Teknologi WWAN saat ini dikenal dengan sistem 2G (second generation). Inti dari sistem 2G ini termasuk di dalamnya Global System for Mobile Communications (GSM), Cellular Digital Packet Data
(CDPD) dan juga Code Division Multiple Access (CDMA). Berbagai usaha sedang dilakukan untuk transisi dari 2G ke teknologi 3G (third generation) yang akan segera menjadi standar global dan memiliki fitur roaming yang global juga. ITU juga secara aktif dalam mempromosikan pembuatan standar global bagi teknologi 3G.

· Wireless Metropolitan Area Networks (WMANs)
Teknologi WMAN memungkinkan pengguna untuk membuat koneksi nirkabel antara beberapa lokasi di dalam suatu area metropolitan (contohnya, antara gedung yang berbeda-beda dalam suatu kota atau pada kampus universitas), dan ini bisa dicapai tanpa biaya fiber optic atau kabel tembaga yang terkadang sangat mahal. Sebagai tambahan, WMAN dapat bertindak sebagai backup bagi jaringan yang berbasis kabel dan dia akan aktif ketika jaringan yang berbasis kabel tadi mengalami gangguan. WMAN menggunakan gelombang radio atau cahaya infrared untuk mentransmisikan data. Jaringan akses nirkabel broadband, yang memberikan pengguna dengan akses berkecepatan tinggi, merupakan hal yang banyak diminati saat ini. Meskipun ada beberapa teknologi yang berbeda, seperti multichannel multipoint distribution service (MMDS) dan local multipoint distribution services (LMDS) digunakan saat ini, tetapi kelompok kerja IEEE 802.16 untuk standar akses nirkabel broadband masih terus membuat spesifikasi bagi teknologi-teknologi tersebut.

· Wireless Local Area Networks (WLANs)
Teknologi WLAN membolehkan pengguna untuk membangun jaringan nirkabel dalam suatu area yang sifatnya lokal (contohnya, dalam lingkungan gedung kantor, gedung kampus atau pada area publik, seperti bandara atau kafe). WLAN dapat digunakan pada kantor sementara atau yang mana instalasi kabel permanen tidak diperbolehkan. Atau WLAN terkadang dibangun sebagai suplemen bagi LAN yang sudah ada, sehingga pengguna dapat bekerja pada berbagai lokasi yang berbeda dalam lingkungan gedung. WLAN dapat dioperasikan dengan dua cara. Dalam infrastruktur WLAN, stasiun wireless (peranti dengan network card radio atau eksternal modem) terhubung ke access point nirkabel yang berfungsi sebagai bridge antara stasiun-stasiun dan networkbackbone yang ada saat itu. Dalam lingkungan WLAN yang sifatnya peer-to-peer (ad hoc), beberapa pengguna dalam area yang terbatas, seperti ruang rapat, dapat membentuk suatu jaringan sementara tanpa menggunakan access point, jika mereka tidak memerlukan akses ke sumber daya jaringan. Pada tahun 1997, IEEE meng-approve standar 802.11 untuk WLAN, yang mana menspesifikasikan suatu data transfer rate 1 sampai 2 megabits per second (Mbps). Di bawah 802.11b, yang mana menjadi standar baru yang dominan saat ini, data ditransfer pada kecepatan maksimum 11 Mbps melalui frekuensi 2.4 gigahertz (GHz). Standar yang lebih baru lainnya adalah 802.11a, yang mana menspesifikasikan data transfer pada kecepatan maksimum 54 Mbps melalui frekuensi 5 GHz.

· Wireless Personal Area Networks (WPANs)
Teknologi WPAN membolehkan pengguna untuk membangun suatu jaringan nirkabel (ad hoc) bagi peranti sederhana, seperti PDA, telepon seluler atau laptop. Ini bisa digunakan dalam ruang operasi personal (personal operating space atau POS). Sebuah POS adalah suatu ruang yang ada disekitar orang, dan bisa mencapai jarak sekitar 10 meter. Saat ini, dua teknologi kunci dari WPAN ini adalah Bluetooth dan cahaya infra merah. Bluetooth merupakan teknologi pengganti kabel yang menggunakan gelombang radio untuk mentransmisikan data sampai dengan jarak sekitar 30 feet. Data Bluetooth dapat ditransmisikan melewati tembok, saku ataupun tas. Teknologi Bluetooth ini digerakkan oleh suatu badan yang bernama Bluetooth Special Interest Group (SIG), yang mana mempublikasikan spesifikasi Bluetooth versi 1.0 pada tahun 1999. Cara alternatif lainnya, untuk menghubungkan peranti dalam jarak sangat dekat (1 meter atau kurang), maka user bisa menggunakan cahaya infra merah. Untuk menstandarisasi pembangunan dari teknologi WPAN, IEEE telah membangun kelompok kerja 802.15 bagi WPAN. Kelompok kerja ini membuat standar WPAN, yang berbasis pada spesifikasi Bluetooth versi 1.0. Tujuan utama dari standarisasi ini adalah untuk mengurangi kompleksitas, konsumsi daya yang rendah, interoperabilitas dan bisa hidup berdampingan dengan jaringan 802.11.

Prosedur Intalasi Wireless LAN

Peralatan
1. Kompas dan peta topografi
2. Penggaris dan busur derajat
3. Pensil, penghapus, alat tulis
4. GPS, altimeter, klinometer
5. Kaca pantul dan teropong
6. Radio komunikasi (HT)
7. Orinoco PC Card, pigtail dan PCI / ISA adapter
8. Multimeter, SWR, cable tester, solder, timah, tang potong kabel
9. Peralatan panjat, harness, carabiner, webbing, cows tail, pulley
10. Kunci pas, kunci ring, kunci inggris, tang (potong, buaya, jepit), obeng set, tie rap, isolator gel, TBA, unibell
11. Kabel power roll, kabel UTP straight dan cross, crimping tools, konektor RJ45
12. Software AP Manager, Orinoco Client, driver dan AP Utility Planet, firmware dan operating system (NT, W2K, W98 / ME, Linux, FreeBSD + utilitynya)

Survey Lokasi
1. Tentukan koordinat letak kedudukan station, jarak udara terhadap BTS dengan GPS dan kompas pada peta
2. Perhatikan dan tandai titik potensial penghalang (obstructure) sepanjang path
3. Hitung SOM, path dan acessories loss, EIRP, freznel zone, ketinggian antena
4. Perhatikan posisi terhadap station lain, kemungkinan potensi hidden station, over shoot dan test noise serta interferensi
5. Tentukan posisi ideal tower, elevasi, panjang kabel dan alternatif seandainya ada kesulitan dalam instalasi
6. Rencanakan sejumlah alternatif metode instalasi, pemindahan posisi dan alat

Pemasangan Konektor
1. Kuliti kabel coaxial dengan penampang melintang, spesifikasi kabel minimum adalah RG 8 9913 dengan perhitungan losses 10 db setiap 30 m
2. Jangan sampai terjadi goresan berlebihan karena perambatan gelombang mikro adalah pada permukaan kabel
3. Pasang konektor dengan cermat dan memperhatikan penuh masalah kerapian
4. Solder pin ujung konektor dengan cermat dan rapi, pastikan tidak terjadi short
5. Perhatikan urutan pemasangan pin dan kuncian sehingga dudukan kabel dan konektor tidak mudah bergeser
6. Tutup permukaan konektor dengan aluminium foil untuk mencegah kebocoran dan interferensi, posisi harus menempel pada permukaan konektor
7. Lapisi konektor dengan aluminium foil dan lapisi seluruh permukaan sambungan konektor dengan isolator TBA (biasa untuk pemasangan pipa saluran air atau kabel listrik instalasi rumah)
8. Terakhir, tutup seluruh permukaan dengan isolator karet untuk mencegah air
9. Untuk perawatan, ganti semua lapisan pelindung setiap 6 bulan sekali
10. Konektor terbaik adalah model hexa tanpa solderan dan drat sehingga sedikit melukai permukaan kabel, yang dipasang dengan menggunakan crimping tools, disertai karet bakar sebagai pelindung pengganti isolator karet 
 
Pembuatan POE1. Power over ethernet diperlukan untuk melakukan injeksi catu daya ke perangkat Wireless In A Box yang dipasang di atas tower, POE bermanfaat mengurangi kerugian power (losses) akibat penggunaan kabel dan konektor
2. POE menggunakan 2 pair kabel UTP yang tidak terpakai, 1 pair untuk injeksi + (positif) power dan 1 pair untuk injeksi – (negatif) power, digunakan kabel pair (sepasang) untuk menghindari penurunan daya karena kabel loss
3. Perhatikan bahwa permasalahan paling krusial dalam pembuatan POE adalah bagaimana cara mencegah terjadinya short, karena kabel dan konektor power penampangnya kecil dan mudah bergeser atau tertarik, tetesi dengan lilin atau isolator gel agar setiap titik sambungan terlindung dari short
4. Sebelum digunakan uji terlebih dahulu semua sambungan dengan multimeter

Instalasi Antena
1. Pasang pipa dengan metode stack minimum sampai ketinggian 1st freznel zone terlewati terhadap obstructure terdekat
2. Perhatikan stabilitas dudukan pipa dan kawat strenght, pasang dudukan kaki untuk memanjat dan anker cows tail
3. Cek semua sambungan kabel dan konektor termasuk penangkal petir bila ada
4. Pasang antena dengan rapi dan benar, arahkan dengan menggunakan kompas dan GPS sesuai tempat kedudukan BTS di peta
5. Pasang kabel dan rapikan sementara, jangan sampai berat kabel menjadi beban sambungan konektor dan mengganggu gerak pointing serta kedudukan antena
6. Perhatikan dalam memasang kabel di tower / pipa, jangan ada posisi menekuk yang potensial menjadi akumulasi air hujan, bentuk sedemikian rupa sehingga air hujan bebas jatuh ke bawah

Instalasi Perangkat Radio
1. Instal PC Card dan Orinoco dengan benar sampai dikenali oleh OS tanpa konflik dan pastikan semua driver serta utility dapat bekerja sempurna
2. Instalasi pada OS W2K memerlukan driver terbaru dari web site dan ada di CD utility kopian, tidak diperlukan driver PCMCIA meskipun PNP W2K melakukannya justru deteksi ini menimbulkan konflik, hapus dirver ini dari Device Manager
3. Instalasi pada NT memerlukan kecermatan alokasi alamat IO, IRQ dan DMA, pada BIOS lebih baik matikan semua device (COM, LPT dll.) dan peripheral (sound card, mpeg dll.) yang tidak diperlukan
4. Semua prosedur ini bisa diselesaikan dalam waktu kurang dari 30 menit tidak termasuk instalasi OS, lebih dari waktu ini segera jalankan prosedur selanjutnya
5. Apabila terus menerus terjadi kesulitan instalasi, untuk sementara demi efisiensi lakukan instalasi dibawah OS Win98 / ME yang lebih mudah dan sedikit masalah
6. Pada instalasi perangkat radio jenis Wireless In A Box (Mtech, Planet, Micronet dlll.), terlebih dahulu lakukan update firmware dan utility
7. Kemudian uji coba semua fungsi yang ada (AP, Inter Building, SAI Client, SAA2, SAA Ad Hoc dll.) termasuk bridging dan IP Addressing dengan menggunakan antena helical, pastikan semua fungsi berjalan baik dan stabil
8. Pastikan bahwa perangkat Power Over Ethernet (POE) berjalan sempurna

Pengujian Noise
1. Bila semua telah berjalan normal, install semua utility yang diperlukan dan mulai lakukan pengujian noise / interferensi, pergunakan setting default
2. Tanpa antena perhatikan apakah ada signal strenght yang tertangkap dari station lain disekitarnya, bila ada dan mencapai good (sekitar 40 % – 60 %) atau bahkan lebih, maka dipastikan station tersebut beroperasi melebihi EIRP dan potensial menimbulkan gangguan bagi station yang sedang kita bangun, pertimbangkan untuk berunding dengan operator BTS / station eksisting tersebut
3. Perhatikan berapa tingkat noise, bila mencapai lebih dari tingkat sensitifitas radio (biasanya adalah sekitar – 83 dbm, baca spesifikasi radio), misalnya – 100 dbm maka di titik station tersebut interferensinya cukup tinggi, tinggal apakah signal strenght yang diterima bisa melebihi noise
4. Perhitungan standar signal strenght adalah 0 % – 40 % poor, 40 % - 60 % good, 60 % - 100 % excellent, apabila signal strenght yang diterima adalah 60 % akan tetapi noisenya mencapai 20 % maka kondisinya adalah poor connection (60 % - 20 % - 40 % poor), maka sedapat mungkin signal strenght harus mencapai 80 %
5. Koneksi poor biasanya akan menghasilkan PER (packet error rate – bisa dilihat dari persentasi jumlah RTO dalam continous ping) diatas 3 % – 7 % (dilihat dari utility Planet maupun Wave Rider), good berkisar antara 1 % - 3 % dan excellent dibawah 1 %, PER antara BTS dan station client harus seimbang
6. Perhitungan yang sama bisa dipergunakan untuk memperhatikan station lawan atau BTS kita, pada prinsipnya signal strenght, tingkat noise, PER harus imbang untuk mendapatkan stabilitas koneksi yang diharapkan
7. Pertimbangkan alternatif skenario lain bila sejumlah permasalahan di atas tidak bisa diatasi, misalkan dengan memindahkan station ke tempat lain, memutar arah pointing ke BTS terdekat lainnya atau dengan metode 3 titik (repeater) dll.

Perakitan Antena
1. Antena microwave jenis grid parabolic dan loop serta yagi perlu dirakit karena terdiri dari sejumlah komponen, berbeda dengan jenis patch panel, panel sector maupun omni directional
2. Rakit antena sesuai petunjuk (manual) dan gambar konstruksi yang disertakan
3. Kencangkan semua mur dan baut termasuk konektor dan terutama reflektor
4. Perhatikan bahwa antena microwave sangat peka terhadap perubahan fokus, maka pada saat perakitan antena perhatikan sebaik-baiknya fokus reflektor terhadap horn (driven antena), sedikit perubahan fokus akan berakibat luas seperti misalnya perubahan gain (db) antena
5. Beberapa tipe antena grid parabolic memiliki batang extender yang bisa merubah letak fokus reflektor terhadap horn sehingga bisa diset gain yang diperlukan

Pointing Antena
1. Secara umum antena dipasang dengan polarisasi horizontal
2. Arahkan antena sesuai arah yang ditunjukkan kompas dan GPS, arah ini kita anggap titik tengah arah (center beam)
3. Geser antena dengan arah yang tetap ke kanan maupun ke kiri center beam, satu per satu pada setiap tahap dengan perhitungan tidak melebihi ½ spesifikasi beam width antena untuk setiap sisi (kiri atau kanan), misalkan antena 24 db, biasanya memiliki beam width 12 derajat maka, maksimum pergeseran ke arah kiri maupun kanan center beam adalah 6 derajat
4. Beri tanda pada setiap perubahan arah dan tentukan skornya, penentuan arah terbaik dilakukan dengan cara mencari nilai average yang terbaik, parameter utama yang harus diperhatikan adalah signal strenght, noise dan stabilitas
5. Karena kebanyakan perangkat radio Wireless In A Box tidak memiliki utility grafis untuk merepresentasikan signal strenght, noise dsb (kecuali statistik dan PER) maka agar lebih praktis, untuk pointing gunakan perangkat radio standar 802.11b yang memiliki utility grafis seperti Orinoco atau gunakan Wave Rider
6. Selanjutnya bila diperlukan lakukan penyesuaian elevasi antena dengan klino meter sesuai sudut antena pada station lawan, hitung berdasarkan perhitungan kelengkungan bumi dan bandingkan dengan kontur pada peta topografi
7. Ketika arah dan elevasi terbaik yang diperkirakan telah tercapai maka apabila diperlukan dapat dilakukan pembalikan polarisasi antena dari horizontal ke vertical untuk mempersempit beam width dan meningkatkan fokus transmisi, syaratnya kedua titik mempergunakan antena yang sama (grid parabolic) dan di kedua titik polarisasi antena harus sama (artinya di sisi lawan polarisasi antena juga harus dibalik menjadi vertical)

Pengujian Koneksi Radio
1. Lakukan pengujian signal, mirip dengan pengujian noise, hanya saja pada saat ini antena dan kabel (termasuk POE) sudah dihubungkan ke perangkat radio
2. Sesuaikan channel dan nama SSID (Network Name) dengan identitas BTS / AP tujuan, demikian juga enkripsinya, apabila dipergunakan otentikasi MAC Address maka di AP harus didefinisikan terlebih dahulu MAC Address station tersebut
3. Bila menggunakan otentikasi Radius, pastikan setting telah sesuai dan cobalah terlebih dahulu mekanismenya sebelum dipasang
4. Perhatikan bahwa kebanyakan perangkat radio adalah berfungsi sebagai bridge dan bekerja berdasarkan pengenalan MAC Address, sehingga IP Address yang didefinisikan berfungsi sebagai interface utility berdasarkan protokol SNMP saja, sehingga tidak perlu dimasukkan ke dalam tabel routing
5. Tabel routing didefinisikan pada (PC) router dimana perangkat radio terpasang, untuk Wireless In A Box yang perangkatnya terpisah dari (PC) router, maka pada device yang menghadap ke perangkat radio masukkan pula 1 IP Address yang satu subnet dengan IP Address yang telah didefinisikan pada perangkat radio, agar utility yang dipasang di router dapat mengenali radio
6. Lakukan continuos ping untuk menguji stabilitas koneksi dan mengetahui PER
7. Bila telah stabil dan signal strenght minimum good (setelah diperhitungkan noise) maka lakukan uji troughput dengan melakukan koneksi FTP (dengan software FTP client) ke FTP server terdekat (idealnya di titik server BTS tujuan), pada kondisi ideal average troughput akan seimbang baik saat download maupun up load, maksimum troughput pada koneksi radio 1 mbps adalah sekitar 600 kbps dan per TCP connection dengan MTU maksimum 1500 bisa dicapai 40 kbps
8. Selanjutnya gunakan software mass download manager yang mendukung TCP connection secara simultan (concurrent), lakukan koneksi ke FTP server terdekat dengan harapan maksimum troughput 5 kbps per TCP connection, maka dapat diaktifkan sekitar 120 session simultan (concurrent), asumsinya 5 x 120 = 600
9. Atau dengan cara yang lebih sederhana, digunakan skala yang lebih kecil, 12 concurrent connection dengan trouhput per session 5 kbps, apa total troughput bisa mencapai 60 kbps (average) ? bila tercapai maka stabilitas koneksi sudah dapat dijamin berada pada level maksimum
10. Pada setiap tingkat pembebanan yang dilakukan bertahap, perhatikan apakah RRT ping meningkat, angka mendekati sekitar 100 ms masih dianggap wajar.

Tips Keamanan Wireless
1. Ganti Password Administrator default (bila perlu ganti pula usernamenya) Jantung dari jaringan Wi-Fi di rumah Anda adalah access point atau router. Untuk melakukan set up dari peralatan access point ini, maka vendor dari access point device akan memberikan suatu interface yang berbasis web, dimana untuk masuk ke dalam interface ini maka Anda harus mengisikan username dan password. Sementara itu, pada beberapa kasus, peralatan access point tersebut di set oleh vendor dengan suatu username dan password tertentu yang mudah ditebak oleh pengguna. Untuk itu Anda harus mengganti password default dari access point Anda. Bahkan bila perlu Anda juga ubah username yang ada.
2. Aktifkan enkripsi
Semua peralatan Wi-Fi pasti mendukung beberapa bentuk dari keamanan data. Intinya enkripsi akan mengacak data yang dikirim pada jaringan nirkabel sehingga tidak mudah dibaca oleh pihak lain. Peralatan Wi-Fi saat ini sudah menyediakan pilihan teknologi security yang bisa Anda gunakan sesuai dengan kebutuhan. Pastikan semua peralatan dalam jaringan nirkabel Anda juga menggunakan setting security yang sama seperti yang digunakan pada access point.
3. Ganti SSID default
Access point atau router menggunakan suatu nama jaringan yang disebut dengan SSID. Vendor biasanya memberi nama produk access point mereka dengan suatu default SSID. Sebagai contoh, SSID yang dirilis oleh Linksys biasanya adalah “linksys”. Kenyataannya memang apabila seseorang mengetahui sebuah SSID maka ia belum tentu bisa membobol jaringan tersebut, tetapi paling tidak ini adalah suatu awal baginya. Di mata seorang hacker, apabila melihat suatu SSID yang masih default, maka itu indikasi bahwa access point tersebut tidak dikonfigurasi dengan baik dan ada kemungkinan untuk dibobol. Ganti SSID default Anda segera setelah Anda menset-up access point.
4. Aktifkan MAC Address filtering
Setiap peralatan Wi-Fi pastilah memiliki suatu identifikasi yang unik yang dinamakan “physical address” atau MAC address. Access point atau router akan mencatat setiap MAC address dari peranti yang terhubung kepadanya. Anda bisa set bahwa hanya peranti dengan MAC address tertentu saja yang boleh mengakses ke dalam jaringan nirkabel Anda. Misalnya PDA Anda memiliki MAC address tertentu, kemudian Anda masukkan MAC address PDA Anda ke dalam filter MAC address mursid_85@yahoo.co.id pada access point Anda. Jadi yang bias terhubung ke jaringan sementara ini hanyalah dari PDA Anda. Tapi Anda juga tetap hati-hati, karena hacker bisa saja membuat MAC address tipuan untuk mengakali filtering ini.
5. Matikan broadcast dari SSID
Dalam jaringan Wi-Fi, maka access point atau router biasanya akan membroadcast SSID secara reguler. Fitur ini memang sengaja didesain bagi hotspot area yang mana klien Wi-Fi pada area tersebut bisa saja datang dan pergi dengan cepat. Dalam kondisi di rumah Anda yang mana SSID nya pasti sudah Anda ketahui sendiri, maka fitur ini tidak perlu diaktifkan karena bisa mengundang tetangga sebelah untuk mengetahui SSID Anda atau juga mencegah orang lain. menumpang jaringan internet Anda dengan gratis. Anda bias nonaktifkan fasilitas broadcast SSID ini demi keamanan jaringan Anda.
6. Berikan alamat IP statis kepada peranti Wi-Fi
Saat ini cenderung orang memanfaatkan DHCP untuk memberikan alamat IP secara otomatis kepada klien yang ingin terhubung ke jaringan nirkabel. Ini memang cara yang cepat dan mudah bagi jaringan Anda, tetapi ingat bahwa ini juga cara mudah bagi hacker untuk mendapatkan alamat IP yang valid pada jaringan nirkabel Anda. Anda bisa mematikan fitur DHCP pada acces point dan set suatu rentang alamat IP yang sudah fix dan set pula peranti Wi-Fi Anda yang ingin terkoneksi ke access point dengan rentang alamat- alamat IP yang fix tadi.
7. Pikirkan lokasi access point atau router yang aman
Sinyal Wi-Fi secara normal bisa menjangkau sampai keluar rumah Anda. Sinyal yang bocor sampai keluar rumah sangat berisiko tinggi untuk timbulnya eksplotasi terhadap jaringan nirkabel Anda. Anda harus meletakkan peralatan access point Anda pada daerah sekitar ruang tengah dari rumah Anda. Jangan sekali-kali meletakkan access point atau router di dekat jendela, karena akan semakin meningkatkan jangkauan sinyal Wi-Fi Anda ke luar rumah. Matikan saja jaringan nirkabel jika sedang tidak digunakan Aturan keamanan yang paling ampuh adalah dengan mematikan peralatan jaringan atau access point ketika sedang tidak digunakan. Misalnya saja, jangan sekali-kali meninggalkan rumah dengan Wi-Fi yang menyala, walaupun itu untuk keperluan download data. Access point yang menyala tanpa ada yang memantau sangat berisiko tinggi terhadap eksploitasi.

Setting IP Pada Linux Debian 4


Setting IP Pada Linux Debian 4

1. Klik pada Toolbar icon Application-System tool-Network tools.
2. Kemudian konfigurasikan network device eth0.
3. Setelah itu masukkan IPaddress, Subnet Mask, dan Gateway.
4. Kemudian ping IPaddress melalui terminal.
5. Jika komputer dapat mengenali IPnya sendiri, maka setting IP telah sukses.

Membuat Jaringan LAN Sendiri


MEMBUAT JARINGAN LAN SENDIRI

Peralatan yang dibutuhkan:
1. Dua atau lebih PC
2. Network Card sesuai dg jumlah PC
3. Kabel coaxial atau UTP
4. Hub bila diperlukan
5. Terminator
6. T-ConnectorLangkah-langkah pembuatan:
1. Sebelumnya anda harus mengetahui dahulu tipe jaringan yang ingin anda gunakan. Saat ini tipe jaringan yang sering digunakan adalah tipe bus dan tipe star.
1.1 Tipe Bus
Jaringan jenis ini menghubungkan secara langsung dari komp1 ke komp2 lalu komp2 ke komp3 dst. Jaringan jenis ini memang paling mudah pemasangannya dan lebih murah sehingga lebih cocok untuk home user sedangkan ia memiliki kelemahan dimana bila ada salah satu komp yang rusak maka akan mempengaruhi komp lainnya. Jaringan jenis ini menggunakan kabel coaxial yang sering kita jumpai pada kabel antena tv.
1.2 Tipe Star
Tiap komputer pada jaringan ini masing masing langsung berhubungan ke HUB dengan menggunakan jenis kabel UTP yang menyerupai kabel telpon. Misalnya komp1 ke HUB dan komp2 ke HUB. Dari HUB kemudian dihubungkan ke sebuah komputer yang bertindak sebagai server. Antara HUB juga dapat dihubungkan misalnya HUB1 yg tdr dr komp1 dan komp2 dihubungkan dengan HUB2 yang tdr dr komp3 dan komp4. Begitupula bila kita ingin memakai beberapa server, misalnya HUB tdr dari server1 dan server2 dihubungkan ke server3 yang bertindak sebagai server primer.

2. Pasanglah kabel dan network card. Pemasangan kabel disesuaikan dengan topologi/tipe jaringan yang anda pilih sedangkan pemilihan network card disesuaikan dengan slot yang ada pada motherboard anda. Bila board anda punya slot PCI maka itu lebih baik karena LAN card berbasis PCI bus lebih cepat dalam transfer data.

3. Bila anda menggunakan tipe bus maka pada masing-masing komputer harus anda pasang T-Connector yang memiliki dua input. Dan pada komputer yang hanya mendapat 1 input pada input kedua harus dipasang terminator kecuali bila anda membuat jaringan berbentuk circle(lingkaran) dimana semua komputer mendapat 2 input. Misalnya komp1,komp2,komp3 berjajar maka t-conncector pada komp1 dipasang terminator dan kabel ke komp2. Pada komp2 dipasang kabel dr komp1 dan kabel ke komp3. Sedangkan komp3 dipasang kabel dr komp2 dan terminator.

4. Bila anda memilih tipe star maka masing-masing kabel dari komputer dimasukkan ke dalam port yang tersedia di hub. Dan bila anda ingin menghubungkan hub ini ke hub lainnya anda gunakan kabel UTP yang dimasukkan ke port khusus yang ada pada masing-masing hub.

Demikianlah dasar membuat lan sendiri. Berikutnya anda harus mempelajari bagaimana cara mensetting jaringan seperti berbagi printer atau berbagi file yang akan dibahas pada bab lain. Selamat Mencoba!

SoftPerfect Network Scanner - Scaner Jaringan yang Canggih


SoftPerfect Network Scanner adalah aplikasi yang gratis untuk menscan multi IP, NetBIOS dan SNMP dengan antarmuka yang modern dan beberapa fitur canggih. Aplikasi ini sangat cocok buat administrator jaringan dan user yang tertarik pada keamanan komputer. Program ini dapat melakukan ping ke komputer lain, scan TCP port dan menampilkan sumberdaya jaringan yang di share (termasuk file system dan yang disembunyikan).
Selain itu, aplikasi ini memungkinkan Anda untuk me-mount shared folder sebagai drive jaringan, mengaksesnya melalui Windows Explorer, dll. SoftPerfect juga dapat memeriksa port yang digunakan user dan memberikan report bahwa port tersebut terbuka. Aplikasi ini juga dapat juga dapat mencari host name, ip local dan eksternal IP. Selain itu juga mendukung Remote shutdown dan Wake-On-LAN.
Fitur Utama :
  • Ping antar komputer.
  • Tidak membutuhkan hak istimewa. 
  • Mampu Mendeteksi MAC address pada seluruh router. 
  • Bisa mendeteksi berbagi folder yang disembunyikan. 
  • Dapat mendeteksi internal dan external IP address. 
  • Scans TCP ports dan SNMP services 
  • Dapat me-mount dan menjelajahi jaringan sumber daya.
  • Dapat menjalankan external third party application. 
  • Exports hasil ke format HTML, XML, CSV dan TXT. 
  • Mendukung Wake-On-LAN dan remote shutdown. 
  • Absolutely free, requires no installation, dan tidak mengandung adware / spyware / malware.
Download : softperfect.com

Apa itu RJ ?



Bagi yang telah mengenal jaringan, sudah tentu tahu apa yang dimaksud dengan RJ. Sebenarnya RJ itu apa? RJ singkatan dari Register Jack adalah standard peralatan pada jaringan yang mengatur tentang pemasangan kepala konektor dan urutan kabel, yang digunakan untuk menghubungkan 2 atau lebih peralatan telekomunikasi (Telephone Jack) ataupun peralatan jaringan (Computer Networking).
RJ pertama kali diperkenalkan oleh Bell Sistem pada 1970-an. Adapun standard yang ada diantaranya RJ11, RJ14, RJ21, RJ25, RJ45, RJ48 dll. RJ memiliki banyak type, tetapi yang sering digunakan adalah RJ11 dan RJ45.

RJ-45 merupakan konektor yang standar buat jaringan lokal (LAN). Untuk bisa menggunakan menggunakan jenis ini, kita harus mempelajari susunan urutan warna yang benar sesuai dengan standard T568A dan T568B. Jadi untuk mendapatkan hasil yang maksimal, gak boleh asal pasang aja.
Jika gunakan untuk menghubungkan 2 buah komputer dalam jaringan, kita harus menggunakan kabel berjenis Cross Over. Kalo sudah lebih dari 2, kita harus menggunakan kabel berjenis Straight Through.

Konektor RJ-11

Konektor RJ-45

Sebenarnya sangat banyak jenis RJ yang ada. Jika ingin mempelajari lebih mendalam tentang RJ, silahkan simak dari Situs :

http://www.accesscomms.com.au/reference/RJreference.htm

http://www.arcelect.com/RJ_Jack_Glossary.htm

Source : wikipedia.org

Sejarah Kabel UTP


 Kabel UTP adalah kabel khusus untuk transmisi data. UTP, singkatan dari “Unshielded Twisted Pair". Disebut unshielded karena kurang tahan terhadap interferensi elektromagnetik. Dan disebut twisted pair karena di dalamnya terdapat pasangan kabel yang disusun spiral alias saling berlilitan.UTP ada 2 macam :
1. Untuk kabel telepon yang berisi 4 buah kabel.
2. Untuk jaringan computer yang berisi 8 buah kabel.
 
UTP dispesifikasikan oleh organisasi Electronic Industries Association (EIA) dan Tellecommunication Industries Association (TIA). Ada 2 standard untuk strtuktur pengkabelan :
  1. EIA/TIA-568 yang dikeluakan oleh Electronic Industries Association dan Telecommunications Industry Association.
  2. ISO 11801 yang dikeluarkan oleh ISO.
Kabel UTP atau Unshielded Twisted Pair atau Ethernet Cable atau kita biasa menyebutnya dengan kabel LAN adalah kabel yang digunakan untuk menghubungkan antar peralatan yang berhubungan dengan computer network (komputer, hub, switch, router). Kabel ini bentuknya seperti kabel telefon, hanya lebih besar. Yang dimaksud dengan kabel UTP adalah hanya kabelnya, sedangkan kepala kabelnya adalah 8 position modular connectors (8P8C) yang biasa disebut RJ-45 (RJ=register jack).
Secara fisik, kabel Unshielded Twisted Pair (UTP) terdiri atas 4 pasang dawai medium. Setiap pasang dipisahkan oleh lapisan pelindung. Tipe kabel ini semata-mata mengandalkan efek konselasi yang diproduksi oleh pasangan-pasangan dawai, untuk membatasi degradasi sinyal yang disebabkan oleh EMI dan RFI. Kabel UTP digunakan sebagai media networking dengan impedansi 100 ohm. Hal ini berbeda dengan tipe pengkabelan twisted pair lainnya seperti pengkabelan untuk telepon. Karena UTP memiliki diameter eksternal 0,43 cm, ini menjadikannya mudah saat instalasi. UTP juga men-support arsitektur-arsitektur jaringan pada umumnya sehingga menjadi sangat popular. Beberapa cacatan mengenai kabel UTP antara lain :

a. Kecepatan dan keluaran :10 – 100 Mbps
b.Biaya rata-rata per node murah
c. Media dan ukuran konektor kecil
d.Panjang kabel maksimum yang diijinkan 100 m (pendek)
 
Kabel UTP memiliki banyak keunggulan. Selain mudah dipasang, ukurannya kecil, juga harganya relative murah dibanding media lain. Satu kekurangannya adalah rentan terhadap efek interferensi yang berasal dari media atau perangkat-perangkat lain yang ada di sekelilingnya. Namun hal ini tidak menjadi kendala, dibuktikan dengan masih tetap digunakannya kabel UTP oleh ahli-ahli jaringan untuk membangun sebuah jaringan