Pages

Tampilkan postingan dengan label Indonesiaku. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Indonesiaku. Tampilkan semua postingan
Rabu, 06 Juli 2011

Indonesia Jadi Sumber Inspirasi Busana Muslim Internasional


Pemerintah diminta fokus memperhatikan UMKM busana muslim. Hal ini disampaikan Manager Corporate Communications Telkomsel Area Jawa Bali, Sri Ambar Yusmeniwati.

Menurut dia,  mayoritas kaum hawa Indonesia gemar menyisihkan sedikit anggaran belanja bulanan demi melengkapi koleksi busana muslimnya. Tak jarang merekapun rela bepergian jauh di luar daerahnya guna mendapatkan model yang diinginkan walaupun mengeluarkan banyak dana dan membuang waktu lama.

Terkait perkembangan beragam pakaian bernuansa Islami di Tanah Air, Sri yang akrab disapa Menik, menilai dari waktu ke waktu warga muslim di penjuru Nusantara bisa melihat mode busana tersebut lebih memiliki varian terkini dibandingkan negara lain.

Apalagi, pergerakan tren berbusana muslim di luar Indonesia pada umunya sangat lambat dan model - model pakaiannya terkesan kurang mengikuti perkembangan zaman. Bahkan, cenderung tidak berubah dari masa ke masa.

"Sementara di Indonesia, mode busana muslim justru sudah menjadi pusat inspirasi masyarakat muslim di Negeri Jiran. Tak menutup kemungkinan bisa diminati pasar muslim sedunia," ulas perempuan yang sering tampil modis dengan jilbab dan rok panjang itu.

Sementara itu, kemajuan dunia busana muslim di Indonesia tidak hanya terhenti pada hiruk - pikuk kondisi perekonomian nasional atau hubungan antara konsumen dan produsen. Akan tetapi muncul fenomena lain yakni lahirnya beragam komunitas perempuan berbusana muslim "hijabers" di sejumlah titik di Negara Maritim tersebut. Semisal, di Bandung, Jakarta, dan Surabaya.

Selain itu, terbuka peluang hadirnya komunitas serupa di kota - kota lain di Indonesia. Ceruk pasar menjanjikan untuk dibukanya komunitas tersebut di antaranya berada di wilayah di Jawa Timur, di manakental akan nuansa Islam misal, Gresik, Tuban, Lamongan, Bojonegoro, dan Jombang.

Pemilik Butik Busana Muslim Online di salah satu jejaring sosial, Zakhiyah Sholikhah,mengatakan alasan membuka usaha busana muslim untuk menjalin silaturahmi dengan saudara, teman, dan keluarga muslim lainnya.

Selain itu, pihaknya ingin membantu melestarikan dakwah untuk berpakaian sopan. Jika "gamis" dulu sangat dijauhi saat ini merupakan produk paling digemari. Kalau dulu atasan wanita yang ukuran bajunya besar tidak disukai sekarang paling dicari contoh "tunik".

Atmosfer positif bisnis busana muslim itu semakin memengaruhi peningkatan omzet butik "online"-nya yang didirikan per Mei 2011. Kini, omzetnya per bulan naik menjadi Rp10 juta, sedangkan awal dibuka hanya Rp5 juta per bulan.

"Dengan kenaikan itu, kami yakin sampai akhir 2011 mengalami peningkatan omzet 500 persen," ujarnya, optimistis. Besaran omzet tersebut, imbuh dia, didukung jaringan pasar yang luas baik teman kantor, tetangga perumahan, dan keluarga dekat. Untuk konsumen "online" mayoritas berasal dari Solo, Magelang, Pontianak, Tangerang, Blitar, Gresik, dan Bogor.

source republika
Jumat, 01 Juli 2011

Rio Ferdinand Bilang Pemain Bola Indonesia Bertalenta


Bek Manchester United (MU), Rio Ferdinand, mengatakan, pemain-pemain Indonesia memiliki talenta yang cukup baik untuk bersaing dengan raksasa-raksasa Asia, seperti Korea Selatan dan Jepang.

Tapi, Ferdinand mengatakan, pemain-pemain Indonesia memiliki masalah pada segi fisik. “Indonesia memiliki kekurangan di segi fisik. Secara fisik, mereka kurang untuk bisa bermain di luar negeri, seperti Eropa. Secara teknik mereka memiliki talenta meski masih harus diasah,” kata dia, di sela-sela peluncuran Football for Hope, kerjasama Tri dengan Manchester United (MU), di Jakarta, Rabu (29/6).

Bek berusia 32 tahun itu pernah menikmati aksi pasukan Alfred Riedl berlaga pada Piala AFF Desember lalu. “Saya pernah beberapa kali melihat permainan Indonesia, terutama saat piala AFF kemarin saat mengalahkan Malaysia 5-1,” kata dia.

Menurut dia, Indonesia harus bekerja keras bila ingin memiliki skuat yang tangguh seperti dua raksasa Asia tersebut. Proses yang panjang juga harus dilakukan untuk membentuk pemain dengan fisik dan teknik yang mampu bersaing dengan pemain-pemain internasional.

Ferdinand datang ke Jakarta berkat kerjasama operator seluler Tri dengan Manchester United. Dia akan meluncurkan Football for Hope yang akan memberi kesempatan 32 anak Indonesia berlatih di Manchester United Soccer School di Old Trafford, Inggris.
Rabu, 15 Juni 2011

Indonesia Tempatkan ICT sebagai Pilar Membangun Daya Saing


Peran teknologi informasi dan komunikasi (ICT) merupakan faktor penting dalam mendorong daya saing dan produktivitas Indonesia yang akan menggerakkan pertumbuhan ekonomi dalam mencapai visi Indonesia 2025.

"Pemerintah Indonesia harus menempatkan ICT sebagai penggerak ekonomi dan pilar pembangunan untuk daya saing nasional," kata Chairman of Emerging Market Microsoft Corporation Orlando Ayala disela acara Modernisator Speaker Forum "Daya Saing Nasional Menuju Indonesia 2025" terkait dengan World Economic Forum di Jakarta, Senin.

Menurut Ayala, untuk meningkatkan daya saing dan produktivitas, Indonesia harus memiliki fokus mendasar dalam hal pendidikan dan kapasitas untuk inovasi.

Sebagai salah satu pasar berkembang di Asia Paisifik, Indonesia berada di posisi yang tepat dalam meningkatkan daya saing nasional dengan mengubah cara bersaing dalam skala global.

Indonesia saat ini menduduki peringkat ke-44 dari 139 negara berdasarkan World Economic Forum dalam The Global Competitiveness Report 2010-2011.

Ia menuturkan, terjadi peningkatan peringkat yang didorong oleh lingkungan ekonomi makro yang sehat dan peningkatan indikator pendidikan.

Namun menurut Ayala, masih ada ruang untuk perbaikan di beberapa area, khususnya di bidang infrastruktur, situasi kesehatan, dan kesiapan teknologi.

"Oleh karena itu, sangat penting bagi Indonesia untuk memiliki agenda nasional yang jelas untuk pembangunan ekonomi yang menggarisbawahi pentingnya pemerintah menempatkan ICT sebagai penggerak ekonomi dan pilar pembangunan untuk daya saing nasional," tegas Ayala.

Sementara itu, Kepala Badan Koordinasi dan Penanaman Modal (BKPM) Gita Wirjawan mengatakan, daya saing Indonesia di WEF akan meningkat tahun ini.

Menurutnya, pemerintah saat ini mengambil keuntungan dari perkembangan teknologi untuk memberikan layanan serta informasi dengan lebih efisien, transparan dan kolaboratif, mulai dari internet dan perangkat mobile yang inovatif hingga jejaring sosial dan "cloud computing".

"Evolusi teknologi ini didorong keinginan kuat dalam hal keterbukaan yang datang berdasarkan fakta bahwa dunia bisnis dan pemerintah kini memiliki kebutuhan yang beragam dan kompleks, di mana tidak ada satu pun perusahaan TI yang dapat mengatasinya sendiri," ujar Gita.

"Sebagai negara terbesar di Asia Tenggara, Indonesia berkomitmen menciptakan kondisi yang menguntungkan bagi investor dalam dan luar negeri," katanya.

source republika
Rabu, 08 Juni 2011

Sabak, Tablet Asli Indonesia


Gelontoran tablet impor yang masuk ke pasar Indonesia membuat Kamar Dagang dan Industri (Kadin) gerah. Wakil Ketua Kadin Bidang IT, Telekomunikasi, Broadcast Research dan Teknologi, Didie W. Soewondho, mengatakan tahun depan akan hadir tablet buatan dalam negeri.

"Namanya Sabak Nasional," kata Didie di Jakarta, Selasa, 7 Juni 2011. Tablet Sabak itu rencananya akan digunakan untuk siswa Sekolah Dasar, Menengah, dan Atas di seluruh Indonesia.

Pembuatan tablet tersebut, lanjut dia, akan dilakukan secara bertahap. Pada tahun 2012, misalnya, akan dibuat sebanyak 1 juta unit, sedangkan sisanya diproduksi pada tahun berikutnya. Didie mengaku belum mengetahui spesifikasi tablet Sabak yang akan dibuat.

Untuk membuat tablet tersebut, saat ini sudah ada tiga perusahaan asal Taiwan yang akan berinvestasi di Tanah Air. Didie menolak menyebutkan nama perusahaan tersebut. Namun, dia mengatakan tiga vendor itu adalah pembuat motherboard komputer yang selama ini melakukan proses produksi di Cina.

Total nilai investasi yang ditanamkan untuk membangun manufaktur motherboard di Indonesia, kata dia, sekitar US$ 50-60 juta. Saat ini, perusahaan sedang memproses izin di Badan Koordinasi Penanaman Modal dan Kementerian Perindustrian. 

source tempointeraktif
Senin, 06 Juni 2011

Bank Dunia Nilai Pendidikan Indonesia Membaik


Bank Dunia menilai pendidikan di Indonesia mengalami perkembangan cukup signifikan, setelah anggaran 20% dana pendidikan dari APBN dan APBD dikucurkan.

"Perkembangan itu semakin unik jika dilihat dari kemampuan Indonesia dalam soal pembinaan peserta didik yang jumlahnya sangat banyak bahkan keempat terbesar di dunia," kata Managing Director The World Bank Mahmoud Mohieldin, di sela acara "System Assesment and Benchmarking for Education Results. Bali, Minggu (5/6/2011).

Dia mengatakan, jumlah peserta didik di negara kepulauaan ini sebanyak 53 juta orang dengan jumlah pengajar 2,7 juta.

Jumlah peserta didik itu hampir setara dengan yang ditanggung China, India dan Amerika Serikat.

Selain bisa membina peserta didik dengan cukup, tambah dia, pemerintah Indonesia juga telah meningkatkan sumber daya manusia lewat program penyetaraan guru.

"Bentuknya adalah dengan melakukan sertifikasi terhadap staf pendidik di Indonesia, dengan memberikan batas minimal pendidikan yang harus ditempuh seorang guru," ujarnya.

Mahmoud menilai secara umum pendidikan di Indonesia telah membuat seluruh lapisan merasakan hasil dari sistem yang diterapkan.

Akan tetapi masih cukup banyak tantangan yang harus ditangani pemerintah Indonesia karena wilayahnya yang luas.

Sementara Menteri Pendidikan Nasional Mohammad Nuh mengatakan, acara pertemuan menteri pendidikan dari sembilan negara di kawasan Asia itu akan membahas beberapa isu cukup penting terkait "SABER".

"Pembahasan yang paling utama adalah cara penilaian sistem pembelajaran dan kinerjanya apakah sudah sesuai dengan negara tersebut dan lainnya," katanya.

Dia mengatakan, selain itu semua pihak bisa saling bertukar pengalaman tentang sistem pendidikan, sehingga sistem yang dianggap baik tersebut dapat diterapkan.

Peserta forum Menteri Pendidikan itu, antara lain dari Indonesia, China, Kamboja, Laos, Korea dan Vietnam. 

Oleh Laela Zahra-inilah
Selasa, 31 Mei 2011

Indonesia Masuk 10 Besar Negara Paling Pede di Dunia


Indonesia menjadi negara paling 'percaya diri' ketiga di dunia dan mencatat yang kedua di Asia Pasifik. Menurut hasil survei terbaru Global Online Consumer Confidence Indonesia yang dilakukan Nielsen, Indonesia mencatat indeks keyakinan 116 pada kuartal I-2011 ini.

"Indonesia tidak banyak mengalami perubahan dibandingkan pada kuartal sebelumnya. Walaupun dengan indeks yang sama, Indonesia masih memposisikan diri di antara 10 negara teratas yang paling percaya diri di dunia setelah India dengan indeks keyakinan 131 dan Afrika Selatan dengan indeks 118," ujar Managing Director Nielsen, Catherine Eddy dalam konferensi persnya di Mayapada Tower, Jalan Sudirman, Jakarta, Selasa (31/5/2011).

Dijelaskan Catherine, posisi Indonesia konsisten karena pemerintah tetap melanjutkan subsidi bahan bakar. "Meskipun ada kenaikan pada harga minyak dunia sehingga melindungi konsumen dari tekanan inflasi," tambah Catherine.

Tingkat indeks keyakinan konsumen di atas dan di bawah nilai dasar 100 menunjukkan tingkat optimisme dan pesimisme. Nielsen melakukan survei terhadap lebih dari 28.000 konsumen online dengan lebih dari 9.500 di Asia Pasifik dan 500 di Indonesia.

Adapun beberapa temuan Nielsen lain seperti diungkapkan Catherine yakni salah satunya adalah setengah dari konsumen online di Indonesia bersiap untuk berbelanja di 12 bulan kedepan.

"53% konsumen online di Indonesia mengatakan bahwa 12 bulan kedepan merupakan waktu yang tepat membeli hal yang mereka inginkan dan butuhkan saat ini," jelasnya.

Angka ini, sambung Catherine, merupakan peningkatan 6% dari kuartal IV-2010 lalu. Delapan dari sepuluh konsumen juga mengatakan keuangan pribadi mereka saat ini baik atau bahkan sangat baik.

"Pada akhir 2010 kami melihat bahwa konsumen menahan pengeluaran mereka dengan spekulasi mengenaik naiknya harga BBM di Indonesia. Jadi pada awal tahun ini ketika konsumen melihat bahwa pemerintah tidak memiliki rencana untuk menaikkan BBM, konsumen merasa lebih percaya diri untuk belanja," papar Catherine.

Oleh Herdaru Purnomo - detikFinance
Sabtu, 28 Mei 2011

Indonesia Layak Jadi Kekuatan Ekonomi Baru


Ahli pemasaran dunia, Philip Kotler menilai Indonesia sudah layak menjadi negara kekuatan ekonomi baru sejajar dengan negara Brazil, Rusia, India, dan China yang tergabung dalam kelompok BRIC.

"Saya ingin menegaskan bahwa saat ini terdapat lima, bukan empat, negara yang termasuk dalam emerging countries," kata Philip Kotler dalam wawancara khusus dengan VIVanews.com di Ubud, Bali, Kamis, 26 Mei 2011.

Menurut Kotler, singkatan kelompok negara kekuatan baru ekonomi dunia yang selama ini dikenal dengan istilah BRIC sudah saatnya diubah menjadi BRICI. Tambahan satu huruf I itu merujuk pada Indonesia.

Sebagai ahli pemasaran, Kotler menyarankan pemerintah Indonesia lebih mengkampanyekan perekonomian ekonomi nasional di pentas dunia. Indonesia saat ini diuntungkan dengan laju pertumbuhan ekonomi yang mencapai 6-7 persen per tahun.

Pencapaian tersebut, kata Kotler, akan membuat masyarakat dunia terkesan karena terjadi di tengah pelemahan ekonomi global. Hal itu pula yang menjadi alasan Indonesia layak menjadi anggota BRIC.

"Masyarakat dunia akan terkesan bahwa Indonesia tumbuh semakin kuat dibandingkan perekonomian Amerika Serikat yang sedang berupaya memulihkan ekonominya," kata Kotler.

Sebagai informasi, kunjungan Kotler ke Bali yang dimulai sejak 25 Mei 2011 lalu dilakukan dalam rangka peresmian Museum Marketing pertama di dunia. Museum tersebut terletak di Kota Ubud Bali.

Kotler berharap, berdirinya museum marketing ini diharapkan bisa mengubah persepsi miring masyarakat mengenai profesi marketing. "Memang ada juga marketer (orang yang berprofesi sebagai marketing) yang jahat," katanya. "Saya juga berharap museum ini bisa membuat masyarakat penasaran dengan isinya dan keluar dari ruangan dengan pikiran, oh ini ternyata marketing.

                                                                                                                              sumber VIVanews.com

Pakaian Made in Indonesia akan Dilego di Pusat Ikon Belanja Dunia


Produk-produk pakaian dan fashion buatan Indonesia akan ditampilkan di Harrods Departement Store di London, Inggris. Hal ini dalam rangka Instore Promotion yang dilaksanakan Kementerian Perdagangan (Kemendag) dari tanggal 31 Juli-27 Agustus 2011.

Harrods merupakan ikon wisata belanja dunia yang setiap bulannya di kunjungi 1,4 juta orang. Lokasi belanja ini juga terkenal menjual produk segmen atas dengan standar mutu yang ketat.

Direktur Jenderal Pengembangan Ekspor Nasional Kemendag Hesti Indah Kresnarini menjelaskan, masuknya produk Indonesia di pasar Inggris adalah bentuk tindak lanjut dari pameran yang diadakan di tempat yang sama pada tahun 2010 lalu.

"Ini sudah kedua kalinya dan yang di 2011 ini adalah bentuk tindak lanjut dari tahun lalu," katanya dalam jumpa pers di kantor Kementerian Perdagangan Jumat (27/5/2011).

Hesti menjelaskan khusus untuk tahun 2011 ini, produk-produk tersebut diperjualbelikan ke pasar Eropa karena pada tahun lalu produk ini hanya dipamerkan saja. Tujuannya untuk mengenalkan citra Indonesia di mata internasional bahwa Indonesia juga memiliki produk yang bagus, berkualitas, dan memiliki daya saing tinggi.

"Antusiasnya besar, banyak yang nanya Indonesia itu adanya apa saja," tuturnya.

Pemilihan waktu pada bulan Juli-Agustus 2011 bukan tanpa alasan, karena pada waktu itu sedang libur internasional dan diharapkan bukan hanya penduduk Inggris saja yang berkunjung ke Harrods, tetapi orang dari luar Inggris pun bisa memborong produk Indonesia.

"Kan pas libur ya, jadi saya berharap akan banyak yang datang dari luar Inggris," imbuhnya.

Tahun 2010 lalu pemerintah telah melakukan paket promosi iklan Indonesia di taksi di London yang bekerjasama Harrods Departement Store di London Inggris. Beberapa promosi lainnya antara lain tampilnya slogan remarkable Indonesia di Harrods Magazine, International Herald Tribune, Media Kit, kartu pos, dan souvenir.

Selain menampilkan reklame-reklame promosi di kawasan belanja Harrods, Indonesia diberikan kesempatan memajang produk-produk kerajinan, budaya, seni, makanan, dan tujuan wisata di Indonesia di berbagai pojok Harrods. Bahkan berbagai makanan khas Indonesia ditampilkan secara penuh di restoran Harrods.

                                                                                                                oleh Ade Irawan - detikFinance
Minggu, 15 Mei 2011

Komik Autisme Pertama di Indonesia Diterbitkan


Kurangnya informasi seputar autis seringkali membuat keluarga khawatir dan justru menjauhkan anak autis dari masyarakat. Kini ada komik autisme yang bisa memberikan informasi tentang autisme secara bergambar.

Dalam rangka memperingati Hari Peduli Autisme Sedunia 2011 yang jatuh pada tanggal 2 April setiap tahunnya, Masyarakat Peduli Autis Indonesia (MPATI) meluncurkan komik autisme pertama di Indonesia yang berjudul 'Anak Autis Sahabat Kita Semua'.

"Mengapa komik? Karena komik itu enak dilihat, mudah dimengerti, anak SD saja bisa mengerti. Dan kalau dengar kata komik orang kan langsung tertarik mau baca," jelas Gayatri Pamoedji, SE, MHc, Ketua MPATI, dalam acara Media Briefing Peluncuran Komik Autisme Pertama di Indonesia di Rumah MPATI, Jakarta, Rabu (30/3/2011).

Menurut Gayatri, kebanyakan masyarakat di Indonesia tidak bersahabat dengan anak autis.

"Mereka begitu karena mereka tidak tahu. Makanya dengan komik ini kami harap masyarakat bisa dengan jelas memahami apa dan bagaimana menangani anak autis itu," jelas Gayatri.

Gayatri yang juga seorang ibu dari remaja penyandang autis mengatakan bahwa saat ini masih banyak informasi yang kurang jelas seputar autisme dan seringkali membuat banyak keluarga cenderung khawatir dan justru menjauhkan anak autis dari masyarakat.

"Kami berharap komik ini dapat memberi informasi yang mudah dipahami oleh keluarga Indonesia dengan pola asuh yang tepat bagi anak autis agar membantu hidup mereka lebih mandiri," jelas Gayatri.

Komik yang rencananya akan diterbitkan berseri ini dijual dengan harga Rp 5.000 per buah dan hasil penjualannya akan digunakan MPATI untuk mendukung program yang berhubungan dengan kemajuan penyebarluasan informasi mengenai autisme.

Komik serial pertama yang baru saja diluncurkan berjumlah 11 halaman dan menjelaskan tentang ciri-ciri utama anak autis dan bagaimana menangganinya.

MPATI juga sudah memproduksi DVD autisme yang bisa diperoleh gratis bagi orangtua yang serius ingin menangani anaknya yang menyandang autisme.

Selain menerbitkan komik, MPATI juga akan menyelenggarakan seminar gratis bagi para orangtua, guru yang mengajar di sekolah anak berkebutuhan khusus, serta pemerhati autisme di Indonesia.

Seminar setengah hari yang mengambil tema 'Anak Autis Bisa Mandiri' ini akan diadakan pada 3 April 2011 bertempat di Titan Center, Bintaro, Jakarta.

"Melalui seminar ini, MPATI ingin berbagi informasi serta pengalaman kepada para orangtua dan guru mengenai pola asuh yang tepat bagi anak autis. Dengan pola asuh yang tepat, kami percaya anak autis punya harapan akan masa depan yang lebih baik untuk dapat hidup mandiri," tutup Gayatri. 

                                                                                                                                    source: detik.com
Senin, 14 Maret 2011

Indonesia tak butuh dunia


Jika kita mau sombong maka perkataan ini cocok buat kita pada dunia, Indonesia tidak butuh dunia  dunialah yang butuh Indonesia.Tapi apa yang harus kita sombongkan,  toh walaupun kita maju kita tak perlu sombong, negara kita juga belum segalanya, korupsi juga meraja lela di mana-mana, kesadaran pemimpin bangsa untuk memiliki dan memakmurkan negara sebesar dan sekaya ini belum ada.

pemimpin kita masih memikirkan balik modal ketika berhasil menjadi pejabat di negara ini karena sudah mengeluarkan uang agar di pilih untuk menjadi pejabat. Tentu setelah dipilih yang di pikirkan utama adalah balik modal bukan memajukan negara ini. Lalu, kapan maju nya negara ini, tidak sadarkah negara ini sebenarnya di butuhkan dunia.

Negara ini memang di butuhkan dunia, negara lain akan senang jika berhasil bekerja sama dengan Indonesia, karena apa yang di butuhkan  semuanya ada di Indonesia, jika ingin beras kita memiliki lahan yang luas, jika ingin minyak kita memiliki minyak, jika ingin ikan kita memiliki laut,  ikan yang melimpah, jika ingin bahan mentah untuk membuat teknologi, kita punya.

Di negara ini kita punya apa pun segala-galanya, negara ini kaya. Negara ini tidak boleh di urus oleh orang yang ingin main-main, memperkaya diri,  memang mau di bawa kemana bangsa ini tak sadarkah bahwa bangsa ini menjadi perhatian dunia.

Seharusnya kita malu,  negara kaya lahan pertanian yang luas, tapi masih mengimpor beras dan mengimpor yang lain-lain,  lalu timbul pertanyaan di hati saya. Apakah sumber daya manusianya yang bodoh?.. jawabannya adalah tentu tidak.

SDA manusia yang berkualitas banyak, orang yang pintar macam pak  Prof. Dr.Ing. Dr. Sc.h.c. Bacharuddin Jusuf Habibie banyak. Lalu apa?  tentu jawabanya menurut saya adalah orang pintar matematika, fisika dan lain-lain memang banyak  tapi orang yang berpendidikan masih sedikit, orang yang peduli terhadap bangsa ini masih sedikit.

bukan berarti saya merasa berpendidikan, tapi ini adalah dalam hati sanubari saya saja atau mungkin dalam hati saudara juga, orang yang berpendidikan adalah orang yang mau menerima pendapat orang lain, disiplin, tidak membuang sampah sembarangan dan menghormati pemimpinnya,  sadar akan kepentingan bangsa besar ini dari pada kepentingan kelompoknya yang kecil.

Indonesia adalah surga dunia, kita bersyukur memiliki bangsa ini, seandainya bangsa ini di embargo dari segi apa pun, bangsa ini akan mampu bertahan semua ada di sini, bangsa lain lah yang takut mengembargo Indonesia, kitalah yang akan mengembargo mereka jika macam-macam, nah bagi bangsa Indonesia saatnya bagi kita untuk sadar diri bahwa kita sesungguhnya memiliki kemampuan untuk maju.

kemampuan untuk berjaya di muka bumi. kemajuan dapat kita raih jika kita semua bersatu dan tidak mementingkan kepentingan kelompok,  atau  partai dari pada kepentingan bagsa, selalu berpegang kepada prinsip yang telah di sepakati bersama, tidak mengkhianati sesama bangsa.

Jika hendak mengganti presiden, hendaklah yang terpilih melanjutkan program presiden yang dahulu. Jangan membuat program baru, di mana Indonesia setiap ganti presiden selalu mulai dari NOL lagi. Lalu  kapan majunya negeri ini?, jika kembali memulai dari NOL janganlah pentingkan ego, pentingkanlah bangsa ini, bangsa ini besar, kita perlu bersatu.

Saya yakin masih banyak anak bangsa yang peduli untuk membangun bangsa ini agar lebih kuat dan makmur. Segenap kepada seluruh bangsa Indonesia sinsingkan lengan bajumu, mari kita bersatu, bersama dan belajar terus untuk memajukan bangsa ini. kita yakin Indonesia akan menjadi negara yang akan di segani di seluruh dunia, Indonesia akan mampu berbicara banyak di dunia, Indonesia akan menjadi panutan bagi bangsa-bangsa lain. Indonesia pasti jaya, Indonesia harus kuat. Amin.