Pages

Tampilkan postingan dengan label Fosil. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Fosil. Tampilkan semua postingan
Selasa, 26 April 2011

Ditemukan Kerangka 50.000 Tentara Persia di Gurun Sahara




Sisa-sisa tentara Persia yang berkuasa yang dikatakan telah tenggelam di barat pasir gurun Mesir 2.500 tahun yang lalu mungkin akhirnya ditemukan. Ini merupakan salah satu temuan terbesar misteri arkeologi yang luar biasa, demikian menurut para peneliti Italia.

Senjata perunggu, perak gelang, anting-anting dan ratusan tulang manusia ditemukan dalam belantara gurun Sahara merupakan tentara Raja Persia Cambyses II yang hilang. Sekitar 50.000 prajurit yang dikatakan terkubur oleh badai pasir yang dahsyat di 525 SM.

Sisa Perunggu Kerangka 50.000 Tentara Persia
“Kami telah menemukan bukti arkeologis pertama dari sebuah cerita yang dilaporkan oleh sejarawan Yunani Herodotus,” Demikian dikatakan oleh Dario Del Bufalo, seorang anggota ekspedisi dari University of Lecce, mengatakan kepada Discovery News.

Menurut Herodotus (484-425 SM), Cambyses, putra dari Cyrus Agung, mengirimkan 50.000 tentara dari Thebes untuk menyerang Oase Siwa dan menghancurkan ramalan di Kuil Amun sesudah para imam di sana menolak untuk melegitimasi klaimnya ke Mesir .
Kerangka 50.000 Tentara Persia
Setelah berjalan selama tujuh hari di padang pasir, tentara sampai ke sebuah “oasis” yang sejarawan percaya adalah El-Kharga. Setelah mereka pergi, mereka tidak pernah terlihat lagi.

“Angin muncul dari selatan, kuat dan mematikan, berputar membawa gelombang luas pasir, yang seluruhnya menutupi tentara tersebut dan menyebabkan mereka sepenuhnya terkubur,” tulis Herodotus.

Satu abad setelah Herodotus menulis catatan itu, Alexander Agung membuat sendiri ziarah ke peramal Amun, dan pada 332 SM.

Namun kisah dari Cambyses ‘kehilangan tentara’ menjadi hilang karena tidak ada jejak prajurit yang malang itu pernah ditemukan, para sarjana mulai mengabaikan cerita itu sebagai kisah ajaib.

Kini, dua arkeolog Italia mengklaim telah menemukan bukti kuat bahwa tentara Persia memang tertelan dalam sebuah badai pasir.

Seperti disampaikan baru-baru ini di festival film arkeologi Rovereto, bahwa penemuan tersebut adalah hasil penelitian selama 13 tahun dan dalam lima kali ekspedisi ke padang gurun.
Senin, 18 April 2011

Tengkorak Vampir Ditemukan Di Italia



Tengkorak vampir ini bukan salah satu episode dari film drakula atau vampire penghisap darah, namun kelihatannya Van Helsing abad pertengahan yang mencoba untuk menyelamatkan kita dari para vampir tidak menggunakan potongan kayu tajam, mereka menggunakan sebuah batu bata.

Baru-baru ini seorang antropolog dari universitas Florence bernama Matteo Borini menemukan sebuah tengkorak perempuan dengan batu-bata yang ditancapkan di mulutnya di sebuah kuburan masal di pulau Lazzaretto Nuovo, dekat Venice, Italia. Kuburan itu digunakan untuk mengubur para korban Black Death yang terjadi pada tahun 1576, yaitu wabah penyakit yang menyerang Italia dan memakan korban sekitar 150.000 nyawa.

Penemuan yang luar biasa ini menunjukkan bagaimana masyarakat abad pertengahan memiliki pandangan mereka sendiri tentang takhayul yang menyangkut vampir penghisap darah.



vampirKain kafan yang digunakan untuk menutupi wajah mayat umumnya menjadi lapuk karena bakteri yang keluar dari mulut mayat dan akhirnya menunjukkan gigi-gigi mayat. Namun proses ini disalahartikan oleh masyarakat abad pertengahan. Hal ini diindikasikan dengan adanya manuskrip kuno abad pertengahan yang menyatakan bahwa mayat mendapatkan kembali kehidupan dengan memakan kain kafan dan menghirup sisa-sisa kehidupan dari mayat yang lain hingga mereka mendapat cukup kekuatan untuk kembali bangkit dari kematian. Karena itu pada abad pertengahan vampire dikenal juga dengan sebutan "pemakan kafan"

"Untuk membunuh Vampire tersebut, anda harus menyingkirkan kafan itu dari mulutnya dan kemudian menaruh sesuatu yang tidak bisa dimakan sebagai gantinya. Karena itu batu bata lah yang digunakan" Kata Mr Borrini. "Ada kemungkinan mayat lain juga memiliki batu bata seperti ini di mulutnya, namun inilah tengkorak pertama yang kita temukan dalam kondisi seperti ini." Lanjutnya.

Takhayul vampire telah menjadi bagian dari kultur Eropa ketika wabah penyakit dashyat itu menyerbu keseluruhan benua. Ketidakmengertian tentang tahap alami dekomposisi tubuh mayat kemungkinan telah memicu penyebaran mitos ini. "Sukar diinterpretasikan apakah batu bata yang ditancapkan di mulut mayat bersumber dari ketakutan yang dalam akan vampir atau hanya tindakan berjaga-jaga dalam masa sulit." Kata Borrini. Figur vampire modern kita kenal lewat novel Bram Stoker, Dracula yang ditulis pada tahun 1897.

Namun, Umumnya takhayul yang tersebar luas juga muncul karena adanya peristiwa nyata. Mungkinkah vampir penghisap darah benar-benar ada pada abad pertengahan ?