Pages

Tampilkan postingan dengan label Bola. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Bola. Tampilkan semua postingan
Kamis, 04 Agustus 2011

Inilah Foto-foto Masa Kecil Pemain Bola Dunia


Petr Cech


Cesc Fabregas


Deco


Paul Scholes


Ryan Giggs



Steven Gerrard


Frank Lampard


Michal Ballack


Fernando Torres
 

Wayne Rooney
 

Zinedine Zidane
 

Ronaldinho
 

Michael Owen
 

Ronaldo

 

Thiery Henry 
 

Lionel Messi 
 

Christiano Ronaldo 
 

David Beckham
 

Jose Mourinho
 



sumber : http://jelajahunik.blogspot.com/2010/12/inilah-foto-foto-masa-kecil-pemain-bola.html
Minggu, 10 Juli 2011

Stadium megah dari juventus yang baru











[VIVANEWS.COM]
Kamis, 09 Juni 2011

Kiper-Kiper Pencetak Gol


Didalam sepakbola, biasanya tugas kiper hanya menjaga gawangnya agar tidak kebobolan oleh gol. Tapi ada juga kiper yang mempunyai insting untuk menyerang, entah itu dari titik penalti, dari tendangan bebas atau tendangan sudut. IFFHS (International Federation of Football History & Statistics). telah mencatat siapa kiper kiper yang mempunyai catatan prestasi dalam hal mencetak gol, disana ada kiper José Luis Félix Chilavert, Jorge Campos dll. Berikut daftar nama kiper pencetak gol terbanyak yang telah dicatat oleh IFFHS.

1. Rogério Ceni (Brazil), Club : São Paulo FC, Gol : 79 (Penalti : 33 - Non Penalti: 46)

2. José Luis Félix Chilavert (Paraguay), Club : CA Peñarol 
Montevideo, Gol : 62 (Penalti : 45 - Non Penalti : 17) *

3. René Higuita (Colombia), Club : C de F Deportivo Rionegro, Gol : 41 (Penalti : 37 – Non Penalti : 4)

4. Jorge Campos (Mexico), Club : Puebla FC, Gol: 40 (Penalti : 9 – Non Penalty : 31)*

5. Álvaro Misael Alfaro (El Salvador), Club : CD Isidro Metapán, Gol : 31 (Penalti : 20 – Non Penalti : 11)

6. Johnny Martín Vegas (Peru), Club : Sport Ancash Huaraz, Gol : 31 (Penalti : 26 – Non Penalti : 5)
[no pic]

7. Dimitar Ivankov (Bulgaria), Club: Kayserýspor, Gol : 30 (Penalti : 30)

8. Hans-Jörg Butt (Deutschland), Club : Sport Lisboa e Benfica, Gol : 28 ( Penalti : 28)

9. Marco Antonio Cornez (Chile), Club : Deportes Iquique, Gol : 24 (Penalti : 24)*

10. Dragan Pantelic (Jugoslavia), Club : FK Radnicki Nis, Gol : 22 (Penalti : 21 – Non Penalti : 1)*

11. Žarko Lucic (Crna Gora), Club : FK Mladost Podgorica, Gol : 21 ( Penalti : 21)

12. Nizami Sadigov (Azerbaijan), Club : Turan Tovuz, Gol : 21 (Penalti : 12 – Non Penalti : 9)*
[no pic]

Kamis, 19 Mei 2011

60 Ribu Bendera Final Piala FA Salah Cetak





VIVAnews - Lebih dari 60 ribu bendera promosi final Piala FA antara Manchester City melawan Stoke City yanga berlangsung di Stadion Wembley malam nanti, Sabtu 14 Mei 2011, salah cetak.

Seperti biasa, selaku pihak sponsor Piala FA, E-On, selalu membagikan bendera promosi kepada masing-masing fans. Sayangnya, ada kesalahan cetak di bawah bendera yang jumlahnya lebih dari 60 ribu.

Di bawah bendera Stoke, dituliskan klub berjuluk The Potters tersebut akan menghadapi Manchester United di babak final yang berlangsung di Stadion Wembley nanti malam. Sedangkan di bendera ManCity, disebutkan The Citizens akan menghadapi Bolton Wanderers di final.

Alhasil pihak pencetak bendera tersebut harus bekerja keras untuk memperbaikinya. Salah satu panitia pertandingan, Craig Jewell, menegaskan bendera itu sudah dipulang kepada perusahaan cetak yang membuatnya.

"Kami harus memotong bendera itu dengan pisau, membungkus dan mengirimnya kembali ke perusahaan pencetak. Saya tidak tahu berapa jumlahnya, tapi dalam dua hari terakhir, kami sudah mengumpulkan 40 ribu bendera," ujar Jewell seperti dilansir The Sun.

Sementara itu pihak FA menyesalkan kejadian ini, pasalnya bendera tersebut adalah salah satu kenangan fans yang datang langsung ke stadion.

"Ini kesalahan pihak ketiga. Kami sudah minta bendera itu diperbaiki dan mereka sudah siap agar fans bisa menikmati momentum ini," demikian pernyataan resmi FA.

Suasana di Ruang ganti Manchester United setelah menjadi juara Liga In


Semua orang sudah tahu kini siapa Raja baru sepak Bola Inggris. Manchester United memastikan diri sebagai klub terbaik di Liga Inggris dengan mencatat rekor sebagai pemegang juara Liga Inggris sebanyak 19 kali, melampaui Liverpool pada hari Sabtu kemarin tanggal 14 Mei 2011. Juara Liga Inggris dipastikan setelah menahan tuan rumah Blackburn Rovers dengan skor 1-1 di Ewood Park.

Tapi yang akan saya berikan kepada anda tentu saja bukan berita ini, namun galleri foto para pemain Manchester united di ruang ganti setelah menjadi juara Liga Inggris ke 19 kalinya.





















Sumber
Selasa, 10 Mei 2011

10 Fakta Menarik Tentang Perseteruan Real Madrid Vs Barcelona FC




El Clasico (bahasa Inggris: The Classic), juga dikenal sebagai El Derbi Español atau El Classic adalah nama generik yang diberikan untuk setiap pertandingan sepak bola antara FC Barcelona dan Real Madrid. Hal ini ditentang setidaknya (dan biasanya) bi-setiap tahun sebagai bagian dari kompetisi La Liga Spanyol, dengan maksimum sembilan pertandingan tahun, dengan dua tambahan di Copa del Rey, Liga Champions, dan Supercopa de España, dengan lain mungkin dalam UEFA Super Cup. Selain Final Liga Champions, itu adalah klub yang paling mengikuti pertandingan sepak bola di dunia, disaksikan oleh ratusan juta orang.
Persaingan itu muncul sebagai Madrid dan Barcelona adalah dua kota terbesar di Spanyol, dan dua klub adalah klub sepakbola paling berhasil dan berpengaruh di negeri ini. Real Madrid telah mengumpulkan 73 piala dan Barcelona 68, sementara Athletic Bilbao datang ketiga dengan 32 piala. Mereka kadang-kadang diidentifikasi dengan lawan posisi politik, dengan Real Madrid dan Barcelona mewakili nasionalisme dan nasionalisme Catalan Spanyol masing-masing.
1. Lebih dari sekedar batas geografi

Liverpool vs Everton, Arsenal vs Spurs, dan AC Milan vs Intermilan adalah pertandingan-pertandingan derby panas dan sarat emosi. Fakta ini tidak bisa dipungkiri. Walaupun tradisi dan emosi dari rivalitas mereka begitu luar biasa, namun secara fundamental, persaingan tersebut hanyalah sebatas daerah geografis. Persaingan kedua tim hanyalah karena mereka mempunyai markas yang berdekatan satu sama lain. Jadi demi menjaga gengsi dan mengukuhkan siapa yang paling hebat dalam wilayah yang sama, timbullah rivalitas. Namun, persaingan antara Barcelona dan Real Madrid melebihi batas-batas wilayah. Rivalitas mereka abadi, karena yang ikut bersitegang adalah ibu kota dengan daerah yang hendak merdeka.
2. Catalunya vs Castille
Barcelona dan Madrid merupakan dua kota terbesar di Spanyol. Hal itu saja sebenarnya sudah cukup untuk membentuk suatu rivalitas. Namun, mereka juga adalah tuan rumah dari dua daerah yang sangat berbeda baik secara kultur dan emosi. Dua kota tersebut juga menghasilkan dua ‘mahzab’ intelektual yang berbeda, dan tentu saja, berseberangan satu sama lain. Barcelona adalah Catalan, Madrid adalah Castillian. Orang-orang Catalan adalah masyarakat yang bebas, sedangkan Castille lebih seperti Keraton-nya Spanyol dan pusat pemerintahan. Perseteruan memuncak ketika Jenderal Franco, orang Madrid, yang beraliran fasisme, ingin ‘membasmi’ daerah Catalan. Jadi, ketika El Clásico digelar dan dimenangi Barcelona, ini merupakan kemenangan seluruh rakyat Catalunya dalam membebaskan diri dari tirani pusat. Jika yang menang adalah Real Madrid, berarti ini adalah kemenangan pemerintah dalam upaya menegaskan kekuasaannya.
3. “Everyone picks a side”
Pernyataan di atas adalah perseteruan ideologi, sosial, dan politik antara kebudayaan daerah yang ingin merdeka dengan pemerintah pusat yang kuat, dan tidak hanya melibatkan FC Barcelona dan Real Madrid, atau Catalunya dan Castille, tetapi juga seluruh masyarakat Spanyol. Ketika duel El Clásico berlangsung, dapat dipastikan, seluruh orang di Spanyol akan terbagi dua. El Clásico mempunyai fungsi yang ‘unik’ yaitu sebagai ‘pembatas transparan’ antara dua daerah dalam satu negara. Suporter dari klub lain, siapa pun mereka, akan memilih salah satu di antara Barcelona dan Real Madrid, berdasarkan kepentingan dan ideologi masing-masing, everyone (should) picks a side.
4. Merupakan anggota dari Liga Terbaik di dunia
Apapun konteks-konteks budaya yang terdapat pada duel El Clásico, tidak akan ada orang luar yang peduli pada pertandingan tersebut ia jika terdapat pada, misalnya, Liga Domestik Siprus. Tapi ini tidak. Duel tersebut berasal dari La Liga Primera, yang merupakan liga terbaik di dunia berdasarkan penilaian FIFA (dalam diskusi debate panjang lainnya, liga-liga lain mungkin saja muncul sebagai liga yang lebih baik, namun setidaknya La Liga adalah salah satu liga sepakbola terbaik di dunia), jadi seluruh perhatian insan sepakbola pasti tertuju ke sana.
5. Menampilkan dua klub terbaik dari La Liga

Tidak hanya gengsi, namun dominasi kedua tim di La Liga merupakan jaminan panasnya pertandingan ini. Karena kedua tim biasanya berada di pucuk klasemen, maka hasil dari El Clásico menjadi sangat menentukan siapa yang akan merajai liga pada akhir musim. AC Milan vs Intermilan mengkin adalah derby perseteruan dua klub papan atas Serie A, tetapi di sana juga terdapat Juventus dan AS Roma untuk disaingi. Sehingga, kadang-kadang, tifosi merasa pertandingan AC Milan vs Juventus atau Intermilan vs AS Roma menjadi sama krusialnya. Dan hal ini menjadikan signifikasi partai derby kota Milan agak berkurang. Lain halnya dengan Barcelona vs Real Madrid yang begitu menentukan. La Liga memang bukanlah pacuan dua ‘kuda’ saja, tetapi selalu ada dua kuda berwarna ‘merah biru’ dan ‘putih-putih’ yang ikut serta. Dua kuda ini juga belum pernah terdegradasi ke divisi bawah (dan sepertinya tidak akan pernah, baik itu karena kualitas maupun lobi politik mereka yang kuat di Spanyol).
6. Dan pemain-pemain terbaik di dunia
Karena Barcelona dan Real Madrid merupakan dua di antara klub-klub terkaya di dunia, mereka selalu dihuni oleh pemain-pemain terbaik pula. Misalnya, ketika Lionel Messi cedera, di bangku cadangan sudah ada Henry, Deco, atau Ronaldinho. Kita juga masih ingat Madrid pernah dihuni pemain sekelas Zidane, Ronaldo, Raúl, Figo, Beckham, dan Roberto Carlos yang bermain bersamaan. Ketika El Clásico berlangsung, kita seperti melihat uang ratusan jutaan dollar sedang ‘berlari-lari’ di atas lapangan.
7. Juga beberapa talenta lokal
Di samping belanja pemain-pemain kelas dunia tersebut, kedua tim juga dipenuhi oleh talenta-talenta lokal binaan kubu masing-masing. El Barça punya Valdés, Puyol, Xavi, Iniesta, dan Bojan yang merupakan produk-produk dari akademi sepakbolanya, sedangkan Messi dan Giovanni adalah anak-anak muda yang bersekolah di Barcelona sejak kecil. Sedangkan Los Blancos punya Casillas, maskot tim Raúl, dan Guti yang merupakan didikan akademi Madrid. Dan hebatnya, pemain-pemain ini adalah anggota timnas Spanyol. ‘Rasa’ lokal ini menjamin bahwa tak seorang pun di lapangan yang akan melupakan aspek-aspek budaya yang melatarbelakangi El Clásico. Arsenal mungkin diisi pemain-pemain muda bertalenta, namun nyaris tidak ada pemain asli Inggris di sana. Manchester United sekarang hanya tinggal menyisakan pemain tua seperti Giggs dan Scholes sebagai binaan asli mereka. Itulah bedanya dengan El Clásico.
8. Sejarah transfer yang ‘kontroversial’ antara kedua tim.
Sebagai dua klub terkuat dan terkaya di Spanyol, tak dapat dihindari, Barcelona dan Real Madrid akan berebut mendapatkan tanda tangan pemain top. Salah satu dari kasus tersebut adalah ketika kedua klub berniat mengontrak pemain River Plate, Alfredo Di Stefano pada tahun 1953. Transfer tersebut sangat kontroversial dan merupakan salah satu pemicu ‘kerasnya’ El Clásico. Sebuah kontrak janggal dilakukan ketika Di Stefano menandatangani proposal kedua klub sekaligus. Ia akan bermain dua musim untuk Real Madrid (yang menghubungi lebih awal) dan dua musim untuk Barcelona.
Namun, setelah melihat debut pertamanya di Real, El Barça setuju untuk melepaskan Di Stefano secara permanen. Hal ini masih menjadi perdebatan: Pertama, bahwa Barcelona melihat penampilan Di Stefano yang kurang menjanjikan dalam debutnya. Kedua, ada indikasi bahwa Barcelona ditekan oleh diktator Jenderal Franco yang pro-Madrid, yang mengancam akan memberlakukan larangan untuk pemain asing bermain di La Liga.
Tren ini pun terus berlanjut; kedua tim terus bersitegang untuk mendapatkan pemain-pemain top (seperti yang mereka lakukan pada David Beckham tahun 2003). Namun tidak ada yang lebih ‘menyakitkan’ selain ketika salah satu pemain dari tim ini hengkang ke tim lainnya, seperti yang terjadi pada Luis Enrique, yang pindah dari Madrid ke Barcelona, atau kasus Luis Figo pada tahun 2000, yang hijrah dari Azulgrana ke Los Merengues dan memecahkan rekor transfer (sebelum Zidane) sebesar 65 juta Euro. Dan ketika kembali ke stadion mantan klubnya, cemoohan, teriakan, bahkan lemparan kepala babi harus mereka terima. Semuanya karena atmosfir ‘neraka’ El Clásico.
9. Ukuran stadion
Santiago Bernabéu stadium

Camp Nou Stadium

Nama besar kedua klub ternyata juga didukung oleh besarnya stadion yang mereka miliki. Baik Camp Nou maupun Santiago Bernabéu merupakan stadion elit dan raksasa sehingga menjanjikan atmosfer yang luar biasa. Camp Nou bahkan merupakan stadion berkapasitas terbesar di Eropa, yaitu sanggup menampung 98.772 kursi. Sebelum direnovasi, stadion ini malah pernah terisi 200 ribu penonton dalam salah satu El Clásico. Sedangkan Santiago Bernabéu mampu menampung 80.400 Madridistas dan dinobatkan sebagai salah satu stadion berfasilitas terbaik di dunia.
10. Menghasilkan tontonan sepakbola yang berkualitas
Jika yang terjadi di lapangan adalah sebuah tontonan yang mengecewakan, semua poin di atas tidak ada artinya. Dan tanah Spanyol akan menjadi tempat yang menyedihkan jika semua orang menunggu-nunggu partai yang diadakan sekali dua tahun ini, hanya untuk menyaksikan pertandingan yang menyisakan buruk dan membosankan. Tapi tidak. Pertandingan El Clásico, secara tradisi, selalu mempertontonkan sepakbola berkualitas, menyerang, atraktif, penuh skill, dan aroma ‘membunuh’ yang dahsyat. Skor-skor menakjubkan, seperti 3-3, musim lalu di Camp Nou adalah contoh betapa alotnya pertandingan ini.
Fakta - Fakta Lain
  1. El Clasico di Spanyol untuk pertama kalinya dilangsungkan pada 17 Februari 1902.
  2. El Clasico antara Real Madrid dan Barcelona tidak hanya terjadi di lapangan, tapi juga dalam bursa transfer. Kasus yang paling terkenal adalah perebutan Alfredo Di Stefano di tahun 50-an. Kedua tim sama-sama mengklaim telah mendaftarkan pemain legendaris Argentina itu sebagai pemain dan membayar transfer ke River Plate. FIFA akhirnya mengintervensi dan meminta kedua tim saling berbagi jatah musim untuk Di Stefano. Namun Barcelona memilih mundur dan Real Madrid membayar kompensasi kepada rival utamanya itu.
  3. Real Madrid dan Barcelona juga saling bersaing dalam hal jumlah suporter. Hasil riset terakhir Mei 2007, 32.8 persen fans sepakbola di Spanyol lebih berpihak pada Real Madrid, sementara 25.7 persen berkubu Barcelona.
  4. Di kompetisi domestik La Liga Spanyol, El Clasico dinihari nanti di Santiago Bernabeu menjadi edisi ke-160.
  5. Raul Gonzalez menjadi pemain yang paling sering mencetak gol di El Clasico. Total, dia sudah melesakkan 11 gol.
  6. Total ada 24 pemain yang saling bertukar klub dalam satu sesi transfer, baik itu dari Barcelona ke Real Madrid, atau Real Madrid ke Barcelona. Proses transfer yang paling menyita perhatian adalah Luis Enrique (Madrid ke Barca di tahu 1996) dan Luis Figo (Barca ke Madrid di tahun 2000).

sumber

20 Bomber Terbaik Liga Champions part 1


Liga Champions selalu memunculkan pemain bintang yang menarik perhatian. Selain Lionel Messi, ada 19 striker lainnya yang bersinar sejak era Liga Champions diperkenalkan pada 1992.

Penampilan 
striker Barcelona Lionel Messi di Liga Champions musim ini benar-benar mencuri perhatian berbagai penikmat sepakbola. Ya, musim ini Messi menjadi pencetak gol tersubur sementara di kompetisi klub tertinggi di Benua Biru dengan torehan 11 gol.

Tapi. sesungguhnya Messi bukanlah satu-satunya pemain yang mencuri perhatian publik sehingga pantas diberi penghargaan sebagai pemain terbaik. Dalam sejarah Liga Champions UEFA yang kali pertama diperkenalkan pada tahun 1992, ada banyak sosok lain yang pernah mencuri perhatian publik.

Dilansir dari 
Bleachererreport.com, ada 20 striker yang dapat dikatakan sebagai striker terbaik Liga Champions. Berikut daftarnya:
http://media.vivanews.com/thumbs2/2011/05/04/110260_lionel-messi--fc-barcelona--vs-cristiano-ronaldo--real-madrid-_300_225.jpg
20. Zlatan Ibrahimovic
Penyerang asal Swedia ini telah mengoleksi 23 gol di ajang Liga Champions. Sepanjang karirnya, Ibra bermain untuk lima klub juara Liga Champions. Kelima klub tersebut adalah: Ajax Amsterdam, Juventus, Internazional Milan, Barcelona, AC Milan. Namun sayangnya, ia tidak pernah sekalipun mengangkat trofi Liga Champions.
19. Jari Litmanen
Litmanen merupakan bagian penting dari tim Ajax kala merengkuh gelar Liga Champions di tahun 1995. Di tahun tersebut, Litmanen mencetak 6 gol. Meski menghabiskan sebagian besar karirnya di Ajax Amsterdam, Litmanen juga pernah merasakan bermain di Barcelona dan liverpool. Total gol yang ia lesakkan dalam keikutseertaannya di Liga Champions berjumlah 23 ggol.
18. Giovani Elber
Penyerang asal Brasil ini merupakan salah satu bomber tersubur yang pernah dimiliki Bayern Munich. Total 133 gol yang ia cetak dalam 260 pertandingan yang ia lakoni kala membela Bayern Munich. Sedangkan untuk Liga Champions, Elber telah mengkoleksi 24 gol. Puncak prestasi Elber adalah kala membawa Die Roten menjuarai Liga Champions di tahun 2001 dengan menumbangkan Valencia melalui adu penalti, 5-4.
17. Hernan Crespo
Penyerang asal Argentina ini dikenal sebagai salah satu bomber paling produktif dalam sepakbola. Selama karirnya di dunia sepakbola, ia telah mencetak 300 gol. Prestasinya di tingkat Eropa pun cukup menakjubkan. Crespo telah mencetak 25 gol dari 64 penampilannya di Liga Champions. Gol-gol tersebut ia cetak saat membela 5 klub berbeda: Parma, Lazio, Inter Milan, Chelsea dan AC Milan.
16. Mario Jardel
Penyerang Brasil lain yang prestasinya cukup mengkilat di Liga Champions adalah Mario Jardel. Jardel lebih sering membela klub di liga kurang terkenal seperti FC Porto, Galatasaray dan Sporting Lisbon. Tapi 25 gol yang berhasil ia cetak menempatkan dirinya sebagai 20 striker terbaik Liga Champions.
15. Samuel Eto'o
Di usia 30, Samuel Eto'o telah berhasil menjadi pemain Afrika yang paling sukses dalam sejarah. Ia memegang banyak rekor juara La Liga. Keberhasilannya di liga domestik juga ditransfer ke sukses di panggung Eropa. Dia memiliki 27 gol dalam 69 penampilan karir bersama Real Madrid, Real Mallorca, Barcelona dan Inter Milan.
14. Rivaldo
Pemain Brasil yang memiliki tendangan kidal maut ini telah mencetak 27 gol dalam 73 penampilan di Liga Champions. Sebagian besar golnya dicetak kala dirinya membela Barcelona dengan torehan  20 gol dari 54 penampilan.
13. Cristiano Ronaldo
Striker asal Portugal ini telah mencetak 28 gol dalam 70 penampilan di tiga klub berbeda. Sporting Lisbon, Manchester United dan Real Madrid. Ronaldo juga pernah merasakan mengangkat tropi Liga Champions di tahun 2008 bersama Manchester United.
12. Roy Makaay
Penyerang asal Belanda ini telah melesakkan 29 gol dalam 61 penampilannya di Liga Champions. Gol-gol tersebut ia cetak kala membela Deportivo La Coruna dan klub raksasa Jerman, Bayern Munich. Meskipun tidak pernah mencapai final, ia dikenal sebagai striker yang memiliki 47,5 persen peluang mencetak gol setiap berlaga di kancah eropa.
11. Patrick Kluivert
Kluivert merupakan bagian dari generasi emas Ajax Amsterdam ketika memenangkan Liga Champions pada tahun 1995. Kluivert mencetak 29 gol dalam 71 penampilannya bersama Ajax, Barcelona dan Newcastle United. (bersambung)